Lapas Bontang Berutang Rp 104 Juta pada PDAM, Distribusi Air Untuk Napi Dijatah

BONTANG,(BPN)- Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas III A Bontang terpaksa berutang pembayaran air kepada PDAM Tirta Taman. Piutang bayar air mulai terjadi sejak tahun lalu. Pihak Lapas harus menunggak bayar sebesar Rp104 juta untuk pemakaian Agustus- Desember 2016.

Penyebabnya lantaran alokasi anggaran belanja air dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) hanya dipatok Rp116 juta lebih , sedangkan kebutuhan air mencapai Rp209 juta-an.

“Tahun lalu kita harus berutang ke PDAM Rp104 juta lebih karena anggaran bayar air tidak cukup,” kata Kepala Lapas Kelas III A Bontang, Heru Yuswanto saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPRD Bontang dan PDAM Tirta Taman, serta PT Badak NGL, di Sekretariat DPRD Bontang, Senin, 20 Maret 2017.

Kalapas Heru mengatakan, lonjakan penghuni lapas membuat kebutuhan air meningkat drastis. Pada bulan ini Lapas yang beroperasi sejak 3 tahun lalu ini, alami over kapasitas mencapai, 400-an napi dari kapasitas ideal. Dia membeberkan, pagu anggaran untuk belanja air tahun ini hanya dipatok sebanyak Rp 144 juta. Namun, dana itu dipakai untuk melunasi tunggakan tahun lalu sekira Rp104 juta.
LP Bontang
Anggaran yang tersisa untuk tahun ini hanya sejumlah Rp 18 jutaan lebih. Itupun tidak mampu melunasi penggunaan air pada bulan Maret ini yang sudah mencapai Rp 23 juta.

“Kami krisis anggaran, tunggakan tahun lalu sudah kami bayarkan. Sekarang dari total Rp144 juta sudah terpakai Agustus-Februari Rp125 juta. Nah sisanya hanya Rp18 juta, dana itu buat bayar bulan ini saja tidak cukup,” kata Heru.

Dijelaskan, tiap bulannya Lapas Bontang menerima tambahan napi rata-rata 20 hingga 120 orang. Jumlah ini memang paling banyak dari Kutai Timur, sebagian Kutai Kartanegara, kemudian warga Bontang. Dengan kondisi seperti ini, Heru memastikan pihak Lapas akan memiliki piutang lagi dengan PDAM.

“Kalau kondisinya seperti ini, saya yakin tahun ini kita harus berhutang lagi dengan PDAM,” ujarnya.

Untuk menyiasati membengkaknya belanja air, pihak lapas terpaksa menjatah distribusi air ke blok para napi. Dia mengatakan, aliran air ke-6 blok di Lapas Bontang terpaksa dijadwal dua kali sehari. Saat pagi hari pukul 08.00-11.00 Wita, kemudian dialiri lagi sore pukul 15.00 - 17.00 Wita. Opsi ini harus dilakukan untuk mengurangi beban belanja air Lapas Bontang.

Maka dari itu, dirinya meminta agar DPRD Bontang mencarikan solusi untuk mengatasi masalah ini. Ia juga berharap PT Badak LNG menyalurkan dana tanggung jawab sosial perusahaan, untuk pembangunan sumur bor.(klikbontang)



0/Post a Comment/Comments