2019

Aceh Agama Asean Games Balitbang Bapas Bea Cukai Bebas Narkoba Bela Negara Bencana Alam Bengkulu Berita Berita Video BNN BNPT Bom Lhokseumawe BPP Cabang Rutan Namlea Cabrut Lhoknga CPNS Daer Daerah Dindin sudirman Dir Yantah Dirbina Latkerpro Dirjen Imigrasi Dirjen PAS Dirjenpas Dirkamtib Ditjen PAS Ditjenpas DPO DPR Editorial PAS Ekonomi FORMATPAS Guantanamo Hak WBP HAKKI HAM HANI Hardiknas Hari PAS Harki Harkitnas HDKD Hukum HUT PAS HUT RI HUT RiI Imigrasi Imlek Informasi International Investigasi Irwil Itjenpas Ka. KPLP Kadiv PAS Kadivmin Kadivpas Kakanwilkumham RI Kamar Biologis Kanwilkumham Kanwilkumham RI Kasubag humas Kejagung Kejari Kejati Keluhan Napi Kementerian PUPR Kesehatan Kisah Sejarah Komisi III Komnas HAM Koruptor Kotabaru KPK KPR KPU Kriminal Kunker Lampung Lapaa Bengkalis Lapas Lapas Bangkinang Lapas Karang Intan Lapas Abepura Lapas Ambarawa Lapas Ampana Lapas Amungtai Lapas Atambua Lapas Balikpapan Lapas Banceuy Lapas Bandar Lampung Lapas Bandung Lapas Bangkinang Lapas Bangko Lapas Bangli Lapas Banjarbaru Lapas Banjarmasin Lapas Banjarsari Lapas Banyu Asin Lapas Banyuwangi Lapas Barelang Lapas Batam Lapas Batu Lapas Baubau Lapas Bayur Lapas Bayuwangi Lapas Bekasi Lapas Bengkalis Lapas Bentiring Lapas Besi Lapas Bima Lapas Binjai Lapas Bitung Lapas Blangpidie Lapas Blitar Lapas Boalemo Lapas Bojonegoro Lapas Bolangi Lapas Bondowoso Lapas Bontang Lapas Brebes Lapas Bukit Semut Lapas Bukit Tinggi Lapas Bukitsemut Lapas Bulukumba Lapas Ciangir Lapas Cianjur Lapas Cibinong Lapas Cikarang lapas Cilacap Lapas Cilegon Lapas Cilodong Lapas Cipayung Lapas Cipinang Lapas Cirebon Lapas Curup Lapas DIY Lapas Doyo lapas Garut Lapas Gobah Lapas Gunung Sindur Lapas Gunung Sitoli Lapas Gunung Sugih Lapas High Risk Lapas Indramayu Lapas Industri Lapas Jambi Lapas Jambula Lapas Jelekong Lapas Jember Lapas Kalianda Lapas Karanganyar Lapas Karangasem Lapas Karawang Lapas Kediri Lapas Kedungpane Lapas Kelas I Medan Lapas Kendal Lapas Kendari Lapas Kerobokan Lapas Kerobokanm Napi Lapas Kesambi Lapas Ketapang Lapas Klas I Medan Lapas Klaten Lapas Kota Agung Lapas Kotabaru Lapas Kotabumi Lapas Kuala Simpang Lapas Kuala Tungkal Lapas Kupang Lapas Kutacane Lapas Labuhan Ruku Lapas Labuhanbatu Lapas Laing Lapas Lamongan Lapas Lampung Lapas Langsa Lapas Lembata Lapas Lhokseumawe Lapas Lowokwaru Lapas Lubuk Pakam Lapas Lubuklinggau Lapas Lubukpakam Lapas Lumajang Lapas Luwuk Lapas Madiun Lapas Magelang Lapas Majalengka Lapas Makassar Lapas Malang Lapas Manado Lapas Manna Lapas Manokwari Lapas Maros Lapas Martapura Lapas Mataram Lapas Merah Mata Lapas Merauke Lapas Metro Lapas Meulaboh Lapas Mojokerto Lapas Muara Bungo Lapas Muara Sabak Lapas Muara Tebo Lapas Muara Teweh Lapas Muaraenim Lapas Muaro Sijunjung Lapas narkoba Baleendah Lapas Narkotika Lapas Ngawi Lapas Padang Lapas Palangkaraya Lapas Palembang Lapas Palendang Lapas Palopo Lapas Palu Lapas Pamekasan Lapas Pancur Batu Lapas Pangkal Pinang Lapas Pangkalan Balai Lapas Pangkalan Bun Lapas Parepare Lapas Pariaman Lapas Pasir Pangaraian Lapas Pasir Putih Lapas Pati Lapas Payakumbuh Lapas Pekalongan Lapas Pekanbaru Lapas Pematang Siantar Lapas Pemuda Tanggerang Lapas Permisan Lapas Permpuan Sigli Lapas Pohuwato Lapas Polewali Lapas Pontianak Lapas Porong Lapas Probolinggo Lapas Purwakarta Lapas Purwokerto Lapas Rajabasa Lapas Raya Simalungun Lapas Salemba Lapas Samarinda Lapas Sampit Lapas Sarolangun Lapas Sawahlunto Lapas Sekayu Lapas Semarang Lapas Serong Lapas Siantar Lapas Sidoarjo Lapas Silambue Lapas Singaraja Lapas Singkawang Lapas Slawi Lapas Sleman Lapas Sragen Lapas Sukabumi Lapas Sukamara Lapas Sukamiskin Lapas Sumbawa Lapas Super Maximum Lapas Surabaya Lapas Surakarta Lapas Tabanan Lapas Takalar Lapas Tanggerang Lapas Tanjung Pandan Lapas Tanjung pura Lapas Tanjung Raja Lapas Tanjungpandan Lapas Tanjungpinang Lapas Tarakan Lapas Tebing Tinggi Lapas Tebo Lapas Tegal Lapas Teluk Dalam Lapas Tembilahan Lapas Tenggarong Lapas Ternate Lapas Timika Lapas Tuantu Lapas Tuban Lapas Tulungagung Lapas Wamena Lapas Wanita Lapas Warungkira Lapas Watambone Lapas Way Huwi Lapas Way Kanan Lapas Waykanan Lapas Yogya Lapas Yogyakarta LapasTanjung Lapastik Bandung Lapastik Bayur Lapastik Langkat Lapastik Nusakambangan Lapastik Sungguminasa Lebaran LP Banceuy LP Banda Aceh Lpas Kembang Kuning LPKA LPKA Jambi LPKA Manokwari LPKA Martapura LPN Karang Intan LPN Pematang Raya LPP LPP Baloi LPP Martapura LPP Palangkaraya LPP Pangkalpinang LPP Tanggerang LPP Tanjungusta Mataram Medan Menhan Menko Polhukam Menkopolhukam Menkumham Menkumham RI Menpan-RB Mensos MPR Nabire Nap Napi Napi Anak Napi Teroris Narkotika Nasional Natal Nusakambangan Nusantara Nyepi Olahraga Ombudsman Opini OTT Over Kapasitas Padang Papua Pas PAS News Patroli Pemilu Pendidikan Pengadilan Pengamat Peristiwa Pers Pilkada Pilpres Polri Poltekip Presiden Produk Karya PUN Pungli Rakor Ramadhan Rekor MURI Remisi Revisi PP 99 Revisi UU Narkotika Revitalisasi Riau Rilis RKUHP Rupbasan Rutan Rutan Amurang Rutan Anak Air Rutan Bagansiapi-Ali Rutan Banda Aceh Rutan Bandung Rutan Bangli Rutan Barru Rutan Batam Rutan Batang Rutan Baturaja Rutan Bener Meriah Rutan Bireuen Rutan Bireun Rutan Blangkejeren Rutan Blora Rutan Bulukumba Rutan Calang Rutan Cilodong Rutan Cipinang Rutan Cirebon Rutan Depok Rutan Dolok Sanggul Rutan Donggala Rutan Enreakang Rutan Gianyar Rutan Gunung Sindur Rutan Idi Rutan Jantho Rutan Jepara Rutan Kajhu Rutan Kebonwaru Rutan Klas I Medan Rutan Kolaka Rutan Kota Bakti Rutan Kota Bumi Rutan Kotabumi Rutan Kotapinang Rutan KPK Rutan Kraksaan Rutan Kupang Rutan Labuhan Batu Rutan Lhoksukon Rutan Lubuk Sikaping Rutan Majene Rutan Makassar Rutan Malabero Rutan Manado Rutan Marabahan Rutan Masamba Rutan Medaeng Rutan Mempawah Rutan Muara Dua Rutan Natal Rutan Nganjuk Rutan Padang Rutan Painan Rutan Pancurbatu Rutan Pangkep Rutan Pasangkayu Rutan Pekanbaru Rutan Pemalang Rutan Pontianak Rutan Purworejo Rutan Putusibau Rutan Rembang Rutan Salemba Rutan Sanggau Rutan Sawahlunto Rutan Sengkang Rutan Siak Rutan Sialang Rutan Sidrap Rutan Sigli Rutan Sinabang Rutan Singkil Rutan Sinjai Rutan Soasio Rutan SoE Rutan Solo Rutan Soppeng Rutan Sumenep Rutan Surabaya Rutan Surakarta Rutan Takengon Rutan Tanggerang Rutan Tanjung Rutan Tanjung Balai Karimun Rutan tanjung Gusta Rutan Tanjung pura Rutan Tanjungpinang Rutan Tapaktuan Rutan Trenggalek Rutan Unaaha Rutan Way Huwi Rutan Wonosobo RUU PAS Sekjen PAS Sekjenpas Sesditjen Sesditjen HAM Sesditjen PAS Sex Sidak Sipir Sosok Staf Ahli Menteri Staf Khusus Menkumham Super Maximum Security T. Saladin Tahanan Tahanan Kabur Teknologi Terpidana Mati TNI TPPU Uang Elektronik Waisak Wapres WBK/WBBM WNA


Majene- Rumah Tahanan Negara (RUTAN) Kelas IIB Majene menggelar buka puasa bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beserta keluarga Wbp, Rabu (22/5). Acara yang menjadi ajang silaturahmi antar petugas dengan wbp dan keluarga juga di hadiri oleh Usdtad Arifuddin Roar.S.Ag sekaligus pembawa tausiyah jelang waktu berbuka puasa tiba.

Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan Rutan Majene ini berjalan dengan hikmat dan penuh suka cita karena jadi kesempatan bagi wbp dan keluarganya untuk menikmati berbuka puasa secara bersama-sama. Kegiatan buka bersama ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya di bulan suci ramadan.

Dalam kesempatan ini pula karutan menyampaikan kepada seluruh keluarga wbp yang hadir bahwa di rutan majene tidak memungut biaya apapun dalam pengusulan remisi pengurusan CB,PB.

“ Saya sampaikan kepada seluruh keluarga wbp yang ada bahwa di rutan ini tidak pernah meminta biaya atau tidak ada biaya dalam pengusulan remisi dan pengurusan CB,PB. Jadi bila ada keluarganya yang meminta uang dengan alasan untuk membayar pengurusan remisi,CB,PB harap tidak usah di berikan atau bila perlu konfirmasi ke petugas karena disni tidak memungut biaya apapun alias gratis dalam pengurusan hal tersebut“ Terang I Wayan Nurasta Wibawa Karutan Majene

Jelang waktu berbuka ustad Arifuddin membawakan tausiah singkat tentang Hikmah puasa, acara di tutup dengan sholat Magrib secara berjamaah di masjid Raudhatul Ihsan Rutan Majene.(Red/rilis)


Tanjung Tabalong – Salah satu kebahagiaan orang berpuasa adalah saat waktu berbuka. Makan apapun saat adzan berkumandang rasanya lebih nikmat dari biasanya, apalagi makan dengan keluarga tercinta, sungguh rasanya nikmat luar tiada tara.

Kebahagiaan itulah yang dirasakan oleh para Warga Binaan Pemasyarakatan saat diberi kesempatan untuk berbuka puasa bersama sanak keluarga mereka pada Sabtu (25/05/19) di Rutan Kelas IIB Tanjung.

Momen kali ini merupakan momen langka bagi WBP yang hanya diadakan sekali dalam setahun dan mendapatkan antusiasme yang tinggi dari pengunjung dan WBP itu sendiri.

Khairuli Ilham, salah seorang WBP mengaku senang bisa berbuka puasa dengan keluarganya di bulan Ramadhan ini meski sedang menjalani masa pidana.


“Sangat senang, karena biasanya saya hanya bisa berbuka dengan kawan sekamar saja. Berbuka puasa dengan keluarga menjadi hal yang saya tunggu-tunggu selama menjalani pidana. Meskipun hanya satu hari, tapi setidaknya bisa mengobati kerinduan berkumpul bersama keluarga” Ungkapnya.

Kepala Rutan Tanjung, Rommy Waskita Pambudi mengatakan bahwa dengan momen ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan betul oleh WBP maupun Keluarga. “Dengan momen ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi hubungan kekeluargaan walaupun saat ini WBP tengah menjalani pidananya”

“Selain itu, pada bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan ini sebaiknya dijadikan momentum perubahan untuk menjadikan diri yang lebih baik” Tambahnya.(Red/Rilis)


VENEZUELA,(BPN) – Sebanyak 29 napi tewas dan 19 polisi luka dalam kericuhan yang terjadi di sel polisi kota di kota Acarigua, Venezuela tengah. Pejabat negara setempat menyebut kejadian ini sebagai upaya kabur yang gagal, sementara kelompok kemanusiaan menyebutnya sebagai “pembantaian”.

“Ada upaya pelarian, dan perkelahian antar geng pecah,” kata Sekretaris Keamanan Warga Portugal Oscar Valero kepada wartawan seperti dilansir Reuters, Sabtu (25/5/2019). “Dengan intervensi polisi untuk mencegah pelarian, ada 29 kematian,” katanya, menambahkan bahwa ada sekitar 355 orang ditahan di blok sel.

Sementara itu, Kelompok kemanusiaan terus mempertanyakan bagaimana tragedi yang merenggut 29 nyawa tersebut bisa terjadi. 

“Bagaimana mungkin ada konfrontasi antara tahanan dan polisi, tetapi hanya ada tahanan mati?” ucap Humberto Prado dari Observatorium Penjara Venezuela. “Dan jika para tahanan memiliki senjata, bagaimana senjata itu masuk?”

Sebelumnya, para tahanan memprotes rencana pemindahan sel yang dianggap terlalu jauh dan menyulitkan keluarga mereka untuk menjenguk.


TULUNGAGUNG,(BPN) -  Aparat Polisi Polsek Ngumut berhasil mengamankan dua pengedar narkoba dan pil koplo yang dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan. Satu tersangka sempat melarikan diri. 

Kapolsek Ngunut Kompol Siti Nurinsana Nasir mengatakan tersangka ditangkap dalam operasi Penyakit Masyarakat (Pekat). Kedua tersangka adalah Aang Mustofa (25) Dusun Sumurwarak, Desa Purworejo, Kecamatan Ngunut dan Ari Irawan alias Kirun (30) warga Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut. 

"Dari tangan tersangka Aang kami dapatkan barang bukti 3.000 butir pil dobel l, alat isap sabu, HP , sedangkan dari tersangka Ari kami sita dua paket kecil sabu, 625 butir pil dobel L, alat isap dan HP," kata Siti Nurinsana, Kamis (23/5/2019). 

Saat proses penangkapan, tersangka Ari sempat melarikan diri sehingga menjadi DPO Polsek Ngunut selama beberapa hari. Namun yang bersangkutan akhirnya menyerahkan diri ke polisi. 

"Dia melarikan diri saat sudah kami pegang," ujarnya. 

Dari hasil pemeriksaaan tersangka mengaku memesan barang-barang tersebut dari salah seorang narapidana di Lapas Madiun. Barang terlarang selanjutnya akan diteruskan melalui kurir untuk mengirimkan pesanan kepada tersangka. 

"Jadi memang benar, sabu dan pil koplo ini dikendalikan dari dalam lapas di Madiun. Informasinya dari salah satu napi atas nama Gepeng," imbuhnya. 

Sementara itu tersangka Ari Irawan mengaku sempat melarikan diri dan bersembunyi ke kota Batu. "Saya sembunyi di Batu, kemudian menyerahkan diri," kata Ari. 

Akibat perbuatannya, kini kedua tersangka ditahan di Polsek Ngunut dan terancam dijerat Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.(Red/Detikcom)


MAJENE,(BPN) - Seorang tahanan narkoba bernama Asis alias Aci warga Barane Dua, Kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae Timur, saat ini tengah diburu kepolisian dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Majene.

Asis merupakan tahanan kasus narkoba yang kabur saat hendak menjalani sidang di Pengadilan Negeri Majene, Selasa (21/05/2019) kemarin. 

Upaya pencarian dilakukan dengan berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat. Kami berharap pelaku dapat segera ditangkap kembali," ungkap Kasi Intel Kejari Majene, Ihsan Husni kepada SINDOnews, Rabu (22/05/2019).

Sebelumnya, Asis sempat tertangkap kamera CCTV Pengadilan Negeri Majene. Dalam rekaman CCTV tersebut pelaku meninggalkan ruang tunggu tahanan, sekitar pukul 14.41 Wita, dengan santainya.

Saat kabur Asis mengenakan baju putih dan celana jeans. Sayangnya, arah kaburnya Asis sulit diketahui sebab jangkauan rekaman CCTV hanya sampai di halaman kantor PN Majene.

tidak ditahu arahnya kemana. Apakah arah ketas atau kebawah karena jangkauan rekaman CCTV tidak sampai ke jalanan," pungkas Ihsan.(Red/Sindo)

Ilustrasi
BAPANASNEWS - Kanwil Hukum HAM Kalimantan Timur memastikan sanksi terhadap Kalapas Kelas IIA Samarinda M Iksan, dan sipirnya, terkait kasus 2 napi nyabu di rumahnya. Namun demikian, urusan pencopotan Iksan sebagai Kalapas, menjadi wewenang Kemenkum HAM.

"Pemeriksaan internal sudah, ada dirumuskan hasilnya. Itu interen, tidak perlu disampaikan ke publik. Point-nya, ya diberikan sanksi dan jadi urusan pusat," kata Kepala Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Kalimantan Timur, Yudi Kurniadi, kepada merdeka.com, Rabu (22/5).

Dia menerangkan, sanksi diberikan kepada Kalapas dan sipir saat hari kejadian. "Semua pada waktu itu. Kalapas pengawasan kurang, pengawal juga sama. Pengawasan melekat yang kurang, itu kan manajerial ya," ujar Yudi.

Rekomendasi sanksi terhadap Kalapas Iksan, menurut Yudi bukan sanksi pencopotan sebagai Kalapas. "Jauh. Kalau pencopotan kan (pelanggaran berat). Ini kan waskat (pengawasan melekat). Administrasi saja sebetulnya," tambahnya.

Yudi menegaskan untuk sanksi pencopotan pun, menjadi wewenang Kemenkum HAM. "Pencopotan urusan pusat. Iya, jadi hasil (pemeriksaan internal) sudah dirumuskan, tinggal kita bahas sedikit lagi," jelasnya.

Lantas, bagaimana dengan rencana kedatangan tim Kemenkum HAM ke Samarinda, untuk menyelidiki kasus itu dari kalangan internal petugas Lapas? "Sementara ini belum datang. Mungkin masih sibuk," jawab Yudi.

Diketahui, Selasa (7/5) sore lalu, 2 Napi dan 1 sipir berada dalam 1 mobil ambulan, dihentikan polisi saat ada di kawasan Jalan M Yamin, Samarinda. Diketahui, 2 Napi itu usai nyabu di halaman belakang rumah pribadi Kalapas Kelas IIA Samarinda M Iksan. Polisi melakukan tes urine kedua napi, dan positif mengandung zat dalam sabu. [mdk]


JAKARTA,(BPN)-  Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, Yasonna Laoly, menghadiri rapat kerja bersama Komisi III DPR-RI pada Selasa (21/05).R

Didampingi Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami, rapat kerja yang membahas tindak lanjut pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) terkait Pemasyarakatan ini mendapat persetujuan untuk dilanjutkan dari 10 fraksi Komisi III DPR-RI.
Persetujuan ini didapat setelah penyampaian keterangan Presiden terkait RUU Pemasyarakatan yang diwakili oleh Menkumham. Menkumham mengatakan bahwa pengajuan RUU Pemasyarakatan ini merupakan wujud nyata dalam mengakomodir perkembangan hukum.


"Pengajuan RUU tentang Pemasyarakatan ini pada hakikatnya merupakan upaya nyata dalam mengakomodir perkembangan hukum dengan adanya pergeseran konsep perlakuan terhadap narapidana dengan pendekatan pada pembalasan dan perjeraan menjadi konsep perlakuan terhadap tahanan, anak, narapidana, dan anak binaan dengan tujuan reintegrasi sosial," ujar Menkumham.

RUU Pemasyarakatan ini memiliki muatan baru yang nantinya akan dibahas lebih lanjut, salah satunya yaitu pengaturan tentang fungsi pemasyarakatan yang mencakup tentang Pelayanan, Pembinaan, Pembimbingan Kemasyarakatan, Perawatan, dan Pengamanan.

Menkumham berharap dukungan dari Komisi III DPR-RI dalam penyelesaian RUU ini. "Besar harapan kami agar kiranya RUU ini dapat segera dibahas mengingat banyaknya substansi yang dibahas dan terbatasnya waktu penyelesaian guna mendapat persetujuan bersama dari DPR-RI," tutup Menkumham. (Red/ Rls).


BANDA ACEH,(BPN) – Sebanyak Lima tahanan Polresta Banda Aceh kabur saat diberi makan sahur, Senin, 20 Mei 2019. Hingga kini napi yang sudah tertangkap baru dua orang.

Kapolresta Banda Aceh, Komisaris Besar Polisi Trisno Riyanto, membenarkan kabar ada lima tahanan yang kabur. Namun, ia membantah bahwa pihaknya kebobolan.

Mereka kabur dengan cara mendobrak pintu masuk dan sempat melawan petugas yang berjaga di sel.

“Ada, tapi bukan bobol. Saat diberi makan sahur didobrak pintu masuk dan dilawan petugas,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan.

Dari lima orang yang kabur, pihaknya baru menangkap dua orang. Trisno menyebutkan, napi yang kabur merupakan kasus narkoba empat orang dan pencurian satu orang. “Sempat melarikan diri 5 orang. Dua sudah ketangkap, 3 sedang kita kejar,” ujarnya.

Kini, pihaknya masih menyisir lokasi yang diduga menjadi tempat pelarian para napi yang kabur.(Red/viva)


MANOKWARI,(BPN). Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Manokwari menggelar buka puasa bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) anak. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkokoh tali silaturrahim dan kebersamaan serta sebagai wujud rasa syukur kita dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan,(18/5/2019).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Papua Barat (Anthonius. M Ayorbaba), bersama dengan para Kepala Divisi, Pejabat Struktural, dan pegawai di lingkungan Kanwil maupun pegawai pada LPKA serta dihadiri oleh beberapa para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) dalam kota Manokwari.

Selain kegiatan buka puasa bersama, diadakan juga kegiatan penandatanagan MoU pelatihan beladiri Taekwondo untuk para petugas dan WBP pada LPKA Kelas II Manokwari antara Plt. Ketua Cabang Taekwondo Kabupaten Manokwari (Bondan Santoso) dengan Kepala LPKA Kelas II Manokwari (Yulius Paat). Adapun isian kesepakatan Bersama antara lain:

1. Pihak pertama meresmikan Dojang Taekwondo LPKA Manokwari berdasarkan No. Surat W31-PAS.PAS.10-03.HH.06.03 Tahun 2019 yang dituangkan dalam Surat Keputusan Kepengurusan Dojang Taekwondo LPKA Manokwari dan mengakui secara definitif Dojang LPKA Manokwari sejak tanggal penandatangan MOU ini dilakukan.

2. Pihak Pertama mendukung sepenuhnya perkembangan dan prestasi Taekwondoin Dojang LPKA Manokwari, baik Petugas LPKA, Warga Binaan Pemasyarakatan LPKA, ataupun peserta umum yang nantinya turut bergabung dalam Dojang LPKA Manokwari. 

3. Pihak Kedua mendukung sepenuhnya dalam Pengembangan Cabang Olahraga Taekwondo khususnya di Kabupaten Manokwari.

Dalam  sambutannya kakanwil mengapresiasi positif kegiatan ini, dan Beliau menambahkan bahwa, pentingnya penggunaan waktu untuk hal-hal yang bermanfaat, meskipun dalam bulan puasa aktivitas dikantor lebih dipersingkat, mensyukuri dan mengingat nikmat-nikmat Allah yang diberikan kepada kita, manfaatkan bulan suci ramadhan ini dengan hal-hal yang positif agar ibadah puasa yang kita laksanakan ini benar-benar kita mendapat pahala.

Selain itu kegiatan penandatanagan MoU ini juga merupakan proses pembinaan yang akan dilakukan kedepan di LPKA kelas II Manokwari, kegiatan pembinaan ini sangat baik dan positif untuk itu seluruh petugas pada LPKA agar mendukung kegiatan pembinaan pelatihan bela diri Taekwondo bersama Cabang Taekwondo Kabupaten Manokwari yang sudah membuat MoU.

“ Saya berharap bahwa dengan pelatihan yang baik kita optimis bisa saja ada anak-anak dari LPKA manokwari yang bisa ikut tampil pada beberapa kejuaran taekwondo, dan saya juga berharap tidak ada yang mustahil jika mereka berlatih dengan baik dan didampingi dengan baik bisa saja ada nanti yang mewakili Papua Barat untuk PON 2020 di Tanah Papua. Tentu kita mengapresiasi penandatanganan MoU tersebut dan kita berharap ada evaluasi dan koordinasi dilakukan untuk kegiatan pembinaan ini dapat berjalan dengan baik”, ucap KaKanwil.

Diakhir kegiatan, KaKanwil yang di damping Kepala LPKA  melakukan pengecekan kesetiap Blok hunian untuk melihat kondisi blok pada LPKA Kelas II Manokwari.(Red/Rls)


LANGKAT,(BPN) - Sebanyak 62 narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas III Simpang Ladang Hinai, Kabupaten Langkat, yang melarikan diri pada saat peristiwa pembakaran lembaga pemasyarakatan tersebut, pada Kamis 16 Mei 2019, hingga kini masih buron.

"Petugas masih terus melakukan pencarian terhadap para narapidana yang melarikan diri," kata Kepala Sub Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Langkat AKP Arnold Hasibuan, di Stabat, Minggu 19 Mei 2019, seperti dilansir Antara.

Arnold Hasibuan mengungkapkan hasil pengecekan terakhir yang dilakukan ternyata jumlah narapidana yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas III Simpang Ladang Hinai sebanyak 170 orang.

"Hingga saat ini yang berhasil ditangkap ataupun menyerahkan diri kembali sebanyak 108 orang sedangkan yang belum ditangkap atau masih melarikan diri sebanyak 62 orang," katanya.

Para napi yang belum tertangkap itu masing-masing adalah Zulkifli Zebua bin Sanil Arifin, Ferry Pratama Silitonga, Syawaluddin bin Anuar Wasyak, Taufik Wahyudi Ginting bin Miaman, Khairul Anwar bin Ahdat, Eriyan bin M Nasir, Iwan Taufik bin Baharuddin, Daviv Saragih bin Jefri Ari Saragih, Suriadi Ginting bin Suratman Ginting.

Selanjutnya Dedi Istianda bin Suardi, Muhd Zailan Nasution bin Saud Nasution, Chairul Azhari Pulungan bin Ahmad Damuri, Eko Prasetyo bin Binasar, Ucok Siregar bin Sugimun, Abdul Rahman Pulungan bin Umar, Andri Prabudi, Roni J Tampubolon bin Joni Tampubolon, Irwansyah bin Legiman, Daniel Gurusinga bin Padi Gurusinga, Rahmad Hidayat bin Samsir Nasution, Khairul Anwar bin Ahdat, Jamal Basri bin Abu Bakar, Amiruddin bin Mukhtar.

Kemudian Muhammad Rizky bin Muslim, Ali bin Salim, Syawalul Bahri bin Misrah, Novriansyah bin Sunardiman, Azmar, Sulaiman bin Usman, Sulaiman Saat bin Saat, Riski Gunawan bin Rono, Burhanuddin bin Rafi, Taufik Wahyudi Ginting bin Arhum Laman Ginting, Alfansyah bin Alamsyah, Sofwan Arqam, Fahmi Lubis bin Ridwan Lubis, Syafrizal bin Johan, Doni Atmaja, Syahril bin Arani, Hendra Sinaga bin ganti Sinaga.

Juga Zulkifli Sinaga bin Rizaman Sinaga, Ibrahim bin M Saleh, Eri Afrida, Abdul Halid bin Rasian, Supriadi bin Mukmin, Agus Tono, Ali Amrin Hasibuan bin Addin Hasibuan, Andri Prabudi, Sarman Syahputra bin Ibrahim, Muhammad Rizki Lubis bin Mhd Tayib, Muhammad Rizky Siregar, Muhammad Isa Daulay, Muhammad Bani bin M Tamin, Zetliandari Nasution bin Aswan Nasution, Rudianto bin Alinafiah, Fadli bin Sugianto, Saprizal saragih bin Zumakir Saragih, Rimpal Falestin bin M Yasim Mahmud, Azmar, Sudirman bin Ismail dan Octo Prabudi bin Putra.(Red/OKZ)


JAKARTA,(BPN) -Sebanyak 63 Satuan Kerja Pemasyarakatan (Satker Pas) siap berjuang untuk menembus predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) setelah berhasil melewati Evaluasi Penilaian Komponen Hasil.

”Kami sangat menaruh atensi agar Satker Pemasyarakatan ini lolos menjadi Wilayah Bebas Korupsi bahkan Wilayah Bersih dan Melayani,” ujar Sri Puguh Budi Utami, Direktur Jenderal Pemasyarakatan dalam rilisnya, Minggu (19/5/2019).

”Kami sangat menaruh atensi agar Satker Pemasyarakatan ini lolos menjadi Wilayah Bebas Korupsi bahkan Wilayah Bersih dan Melayani,” ujar Sri Puguh Budi Utami, Direktur Jenderal Pemasyarakatan dalam rilisnya, Minggu (19/5/2019).

Menurutnya pembangunan zona integritas ini merupakan salah satu solusi permasalahan yang kerap dihadapi pemasyarakatan, seiring dengan revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan yang saat ini sedang dilakukan percepatan.

“Untuk meraih predikat WBK WBBM kita hanya butuh melaksanakan tugas dan fungsi kita secara benar dan sungguh-sungguh, seperti nafas yang terkandung dalam semangat revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan," imbuhnya.

Revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan merapakan program peningkatan kulitas penyelenggaraan pemasyarakatan melalui penguatan pelaksanaan tugas dan fungsi.


63 Satker PAS yang saat ini berupaya keras menuju Zona Integritas tersebut terdiri dari 42 Lapas, 8 Rutan, 6 LPKA, 5 LPP, 1 Bapas serta 1 Satker Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yaitu Direktorat TI dan Kerja Sama. 57 Satker menuju ZI WBK dan 6 Satker menuju WBBM yang telah meraih predikat WBK pada tahun sebelumnya, yaitu Lapas Cibinong, Lapas Metro, Lapas Salemba, Lapas Cirebon, LPP Malang dan LPP Semarang.

Setelah 63 Satker PAS tersebut mampu melewati tahap Evaluasi Penilaian Komponen Hasil maka pada tanggal 20-27 Mei nanti, mereka akan berjuang keras untuk dapat melewati tahap Evaluasi Penilaian Komponen Pengungkit oleh Tim Penilaian Internal Inspektorat Kementerian Hukum dan HAM.

Utami mengharapkan 63 Satker ini mampu melewati tahap demi tahap penilaian hingga bisa merebut perikat Satker WBK/WBBM. 

Tahun ini kami harapkan 6 Satker yang telah WBK dan berjuang untuk WBBM, dapat berhasil gemilang dan 57 Satker lainnya mampu menembus wilayah Bebas korupsi WBK," harapnya.

Pembangunan zona integritas menuju WBK/WBBM dilaksankan berdasarkan Peraturan Menteri Pendayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM di lingkungan instansi pemeritah

Seharusnya bisa dan harus bisa. Kalau 6 Satker saja sebelumnya mampu meraih predikat WBK, maka tahun ini harus lebih meningkat lagi. 

Harapan besar ke 63 Satker ini mampu menembus seluruh tahapan untuk meraih predikan WBK dan WBBM," tutup dia.(Red/Sindo)

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo
JAKARTA,(BPN)- Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) melalui Direktorat Jenderal Permasyarakatan (DitjenPAS) untuk melakukan evaluasi seluruh sistem di Lapas, baik sistem manajemen pengelolaan maupun pengawasan di dalam Lapas.

Hal itu menanggapi kasus ricuhnya narapidana di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas III Hinai, Langkat, Provinsi Sumatra Utara (16/5/2019) yang menyebabkan ratusan warga binaan kabur dan hingga saat ini sekitar 53 orang masih diburu polisi.

Politisi yang biasa disapa Bamsoet itu juga menilai kondisi lapas yang terbilang overcapacity tersebut menjadi pemicu utama warga binaan yang ada di lapas menjadi rusuh.

"Mendorong Kemenkumham melalui DitjenPAS untuk melakukan kajian kapasitas Lapas yang layak, serta melakukan penyesuaian antara jumlah sel tahanan dengan warga binaan yang ada," kata Bamsoet, Jumat (17/5/2019).

Ia juga menyoroti warga binaan lapas untuk mendapatkan keterjaminan soal haknya yang tercatat dalam Undang-undang Nomor 12 tahun 1995 tentang permasyarakatan.

Selain itu untuk napi yang sampai saat ini belum ditemukan, Bamsoet meminta pihak kepolisian untuk terus melakukan pencarian hingga seluruh napi dapat tertangkap.

"Mendorong Kepolisian untuk terus melakukan pencarian warga binaan yang kabur hingga seluruhnya dapat tertangkap, mengingat hal tersebut akan meresahkan masyarakat sekitar," ucapnya.

Bamsoet juga ikut menyarankan agar masyarakat bekerja sama dengan kepolisian untuk melakukan pencarian napi yang kabur dari lapas Narkotika Kelas III Hinai.
"Mendorong Lapas Narkotika Kelas III Hinai berkerja sama dengan Kepolisian untuk menyebarkan identitas warga binaan yang masih buron agar masyarakat dapat membantu pencarian dan melaporkan jika mendapati orang yang ciri-cirinya serupa dengan identitas yang disebarkan," tutupnya. (Red/Akurat)


BAPANAS- Kepala Lapas Narkotika Langkat  bersama seluruh petugas jajarannya  yang bertugas di dalam Lapas Narkoba Kelas III Kabupaten Langkat dinonaktifkan alias dicopot. 

Hal ini ditegaskan oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly saat mengunjungi langsung ke lapas narkotika langkat pada Sabtu (18/5). Keputusan ini dibuat setelah kerusuhan besar terjadi di lapas ini Sabtu (28/5) lalu.

Dalam kunjungan ini, Yasonna melakukan berbagai evaluasi agar kerusuhan tak terulang kembali dengan menonaktifkan seluruh pegawai Lapas.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas III Langkat, Bahtiar Sitepu dinonaktifkan dari jabatannya. Sebagai penggantinya sementara ini Kakanwil Kemenkumham Sumut menunjuk M Tavip Kabid Pembinaan Kemenkumham Sumut sebagai pelaksana harian Kalapas Narkotika Klas III Langkat.

“Hari ini Kalapas dinonaktifkan. Bukan hanya Kalapas, tapi seluruh pegawai yang ada di sini diangkut. Jangan dulu masuk ke Lapas, ini orang berbahaya kalau ditaruh ke situ, buat penyakit,” ujar Yasonna saat meninjau langsung kondisi Lapas Narkoba Kelas III Kabupaten Langkat.

“Jadi bukan hanya kalapas karutan, semua yang ada di sini. Karena saya sudah dengar (masalah) tadi, (seperti) pungli dan lain lain. Semua diangkat, semua Bedol desa,” ungkapnya.

Ia mengaku sudah berulang kali mengingatkan para pegawai lapas dan rutan agar dilakukan bersih-bersih narkoba. Akan tetapi dalam praktiknya masih saja ditemukan pegawai yang melakukan pelanggaran sehingga memicu kerusuhan di dalam lapas.

“Dari dulu kita katakan bersih-bersih. Tapi kalau mental pegawai begitu, rusak semua. Ini sudah berulang kali terjadi. Nanti akan kita buat surat edaran buat penguatan dari Dirjen Pemasyarakatan,” ungkapnya.

Pasca kerusuhan terjadi, warga binaan menyampaikan sejumlah tuntutan mereka. Yasonna mengaku tuntutan para penghuni lapas ini akan dievaluasi secara bertahap.

“Terkait koperasi, air, remisi dan sebagainya. Jadi untuk mengetahui kapan dia (napi) dapat remisi kita sudah punya remisi online. Hanya ini harus betul-betul dipastikan Bu Dirjen. Proses pengiriman harus melalui elektronik dari UPT ke Jakarta harus betul-betul online. Jangan lagi masih diantar-antar,” tegas Yasonna.

Selain itu saat kerusuhan terjadi, napi membakar 16 sepeda motor dan tiga unit mobil milik pegawai. Napi yang melakukan pembakaran akan diusut oleh pihak kepolisian dan tidak akan mendapat remisi. Sedangkan untuk perbaikan gedung lapas, Yasonna menambahkan akan diperbaiki secepatnya.

“Mudah-mudahan mereka (pegawai lapas) punya asuransi. Kita akan lihat siapa yang membakar, kita tenangkan dulu ini. Yang melakukan pembakaran tidak akan dikasih remisi. Kalau perbuatan kriminal ke polisi urusannya. Apalagi yang membakar itu. Boleh kamu lari-lari keluar, tapi kalau membakar itu kesalahan yang tidak dapat ditoleransi,” tegasnya.

Kakanwil Kemenkumham Sumut menyatakan, dari total jumlah napi penghuni lapas 1.634 orang, saat ini yang berada di dalam lapas sudah berjumlah 1.459 orang, satu di antaranya dirawat di RSUD Tanjung Pura.

Sementara total napi yang kabur saat peristiwa kerusuhan 176 napi, 113 diamankan dan 63 masih proses pengejaran lapas dan aparat keamanan.

Dari 113 tahanan saat ini dititipkan di Lapas Binjai 44 orang, rutan Tanjung pura 62 orang, Lapas Tanjungbalai 1 orang, Lapas 1 Medan 1 orang, Rutan Brandan 3 orang, Lapas Pemuda 1 orang, Polsek Hinai 1 orang.

Dikabarkan hari ini ada satu orang napi dibebaskan atas nama Redi Taluhoni yang habis menjalankan pidana 17 Mei 2019 pada pukul 15.42 WIB.

Untuk akses bertamu dan layanan lainnya, Lapas Narkotika Langkat sudah beroperasi seperti biasa dengan jadwal kerja selama Bulan Ramadan pagi hari mulai pukul 10.00-11.00 WIB. Untuk siang hari mulai pukul 13.30-14.30 WIB.(Red/ Tim)

Video berita terkait yang bersumber dari Humas Kemenkumham Ri dan Kemenkumham Sumut



MANOKWARI,(BPN)- Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM ( KemenkumHAM) mengelar kegiatan buka puasa bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Manokwari dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) kelas III Manokwari, Jumat (17 Mei 2019).

Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Divisi Administrasi, Kepala Divisi Pemasyarakatan dan seluruh pegawai muslim di Kanwil dan juga turut hadir Kepala Lapas Manokwari, Kepala Bapas kelas I Manokwari serta para pegawai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Kota Manokwari. Kegiatan tersebut berlangsung di mesjid At-Tarbiyah Lapas Manokwari.

Pada kesempatan tersebut,kakanwil juga turut hadir untuk berbuka puasa bersama dengan para WBP, dalam sambutanya kakanwil menyampaikan “semua yang dilakukan hari ini adalah bagian dari menghargai arti dan makna hidup yang sesungguhnya, bahwa kita harus saling peduli diantara satu dengan yang lain”, ucap KaKanwil.

Kakanwil juga berpesan kepada semua WBP, dibulan suci ini, manfaatkanlah waktu puasa dengan baik sehingga pada akhirnya bapak ibu semuanya dapat diberkahi oleh Tuhan yang maha kuasa. 

“Hanya orang yang dipidana mati, yang sudah tidak ada proses hukum, yang tidak lagi bisa mendapatkan perubahan, tetapi diluar pidana mati, segala hal bisa terjadi. Didalam UU Pemasyarakatan petugas disebut sebagai pembina dan harus memberikan 3 kepastian kehidupan bagi bapak ibu, yang pertama petugas harus memastikan semua WBP hidup dengan tenang dan damai, yang kedua harus memberi kepastian kehidupan, jadi hidup, kehidupan dan penghidupan dan juga harus dibekali dengan akhlak yang baik dan itu merupakan modal dasar untuk memperoleh kehidupan yang baik”, ucap kakanwil.

Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan mendengarkan ceramah oleh  ustad Ali Mustofa, dan di akhir ceramah dilanjutkan dengan Sholat magrib berjamaah dan buka puasa bersama.(red/Rilis Kemenkumham Pabar)


BAPANAS- Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Pangkep dan 250 orang pengunjung menikmati momen yang tak biasa dilakukan oleh narapidana/tahanan di lembaga pemasyarakatan atau rumah tahanan pada umumnya, terutama saat bulan suci Ramadhan.

Jika biasanya setiap WBP hanya dapat dikunjungi/dibesuk hingga siang hari saja, Kamis (16/05/2019), Rutan Pangkep memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengunjungi anggota keluarganya yang saat ini tengah menjalani masa pidana. 

Mereka diberi waktu sampai dengan adzan Maghrib berkumandang, sehingga dapat berbuka bersama. 

“Program yang bertajuk buka puasa bersama warga binaan dan keluarganya yang sudah terlaksana sejak tahun lalu ini merupakan salah satu program pemenuhan hak bagi WBP sekaligus peningkatan layanan bagi WBP dan masyarakat.

Tujuannya adalah untuk memulihkan kehidupan WBP dengan sedapat mungkin menyatukan mereka dengan keluarga dan kerabatnya, terlebih di bulan suci yang penuh berkah ini, kami berupaya memfasilitasi agar silaturahmi mereka dapat terjalin dengan baik,” ujar Karutan Pangkep Ashari, A.Md, IP, SH, M.Si. .

Pendaftaran kunjungan dimulai pukul 16.00 WIB dan kegiatan ini berakhir pada pukul 18.30 WIB. Setiap WBP diperbolehkan menghadirkan anggota keluarga/kerabatnya masing-masing dan diijinkan untuk membawa santapan berbuka puasa, tentunya dengan tetap melalui prosedur penggeledehan orang dan barang oleh petugas. 

“Harapan kami, Rutan Kelas IIB Pangkajene dapat melayani masyarakat dengan maksimal, sehingga masyarakat melalui keluarga WBP dapat berkolaborasi bersama petugas untuk mendorong Warga Binaan melakukan hal-hal yang positif, sehingga pembinaan terhadap mereka dapat dikatakan berhasil,” pungkas Ashari.(Red/Rilis Rutan Pangkep)


LANGKAT,(BPN)- Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Sri Puguh Budi Utami) mengunjungi Lapas Narkotika Langkat Pasca Kerusuhan, Jumat (17/05). 

Turut dalam rombongan Inspektur Wilayah V (Luluk Ratnaningtyas), Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara (Dewa Putu Gede), Kepala Divisi Pemasyarakatan (Mhd. Jahari Sitepu), Kepala Divisi Administrasi (Indah Rahayuningsih), dan Kepala Divisi Imigrasi (Icon Siregar).

Dirjen PAS langsung menemui seluruh WBP yang berada di dalam Lapas. Utami berterimakasih dan mengapresiasi keadaan Lapas yang kembali kondusif dan aman, begitu juga dengan Warga Binaan yang tidak melarikan diri. 

Utami menyampaikan akan merampungkan secepatnya Undang-undang Pemasyarakatan yang akan mempermudah WBP dalam berbagai hal selama menjalani masa hukumannya.

Utami juga mendengar sejumlah keluhan dari para WBP dan berjanji akan berkoordinasi dengan pihak terkait dan berusaha menuntaskannya. 

Kemudian Utami memberikan keterangan kepada para awak media, Utami menyampaikan akan melakukan evaluasi mengenai masalah-masalah yang menyebabkan kejadian ini dan menindak tegas jika terbukti bersalah. (Red/rilis  kemenkumham sumut)


BAPANAS- Ada 24 tuntutan dan protes narapidana Lapas Klas III Narkotika Langkat di Kecamatan Hinai, Langkat, Sumatera Utara (Sumut).

Dalam negoisasi oleh TNI dan Polri, tuntutan mereka dipenuhi, kerusuhan pun mereda mulai Kamis (16/5/2019) sekitar pukul 17.00 WIB.

Berikut ini 24 tuntutan dan protes yang dialami para narapidana.

1. Perlakuan petugas terhadap napi yang tidak manusiawi

2. Fasilitas kesehatan minim dan berbayar

3. Justice Colaboration Regulasi

4. Pengurusan remisi sesuai aturan

5. Fasilitas dipungut biaya dan minim

6. Kunjungan keluarga dibatasi

7. Jangan ada lagi jual beli makanan

8. Ada perpindahan ruangan tanpa alasan

9. Pungli administrasi

10. Ibadah dibatasi

11. Pengurusan pembebasan bersyarat sudah bayar tapi tidak dibebaskan

12. Keluhan terkait lapas yang over kapasitas

13. Minta Kalapas (B. Sitepu) dicopot

14. Pergantian Kepala Trantib karena suka aniaya napi wanita

15. Waktu tutup kereng ditambah

16. Remisi jangan diundur

17. Pengurusan PB administrasi minta jangan dipersulit

18. Register F tidak ada

19. Harga kantin diturunkan

20. Minta Karupam jangan non-muslim semua.

21. Kalapas bisnis pulsa

22. Ddiduga istri Kalapas ikut campur urusan di dalam Lapas

23. Istri Kalapas diduga berbisnis jualan makanan dan minuman di dalam lapas

24. Tanpa wewenang ikut-ikutan melakukan razia hingga menelanjang narapidana


BAPANAS- Rutan Kelas IIB Unaaha menggelar acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah atau Janji Pejabat eselon V  dan upacara Kenaikan Pangkat petugas Rutan Unaaha Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Upacara Rutan Kelas IIB Unaaha

Dalam kesempatan pelantikan ini, terdapat 2  pejabat yang diambil sumpahnya dan 8 orang petugas mendapatkan kenaikan pangkat  oleh Kepala Rutan Kelas IIB Unaaha Herianto. Dua pejabat tersebut masing-masing Paulus Darma Kato sebagai Kepala pengamanan Rutan yang sebelumnya menjabat sebagai kepala subseksi pengelolaan di rutan Unaaha dan Muhammad Arafad yang sebelumnya menjabat Kepala Pengamanan Rutan Kelas IIB Raha menjadi Kepala subseksi Pengelolaan Rutan Kelas IIB Unaaha. Pada kesempatan tersebut juga Karutan menyematkan 8 orang pegawai yang naik pangkat

Dalam sambutannya, Kepala Rutan Unaaha Herianto Menekankan pada pejabat yang dilantik untuk menunaikan tugas sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Beliau juga memberikan tugas khusus kepada pejabat yang dilantik untuk memberikan perhatian terkait Rutan Unaaha Menuju Zona Integritas WBK/WBBM

Dijelaskan pula oleh Herianto, pelantikan, mutasi dan promosi jabatan adalah hal yang biasa dalam suatu organisasi. Tujuannya untuk menyempurnakan serta meningkatkan kinerja dari organisasi tersebut.

“Kepada yang baru dilantik saya ucapkan selamat. Hal ini akan dapat menambah semangat baru dan meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat. Pelajari dan pahami peraturan yang berlaku sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab ,Sementara untuk petugas yang mendapatkan kenaikan pangkat Herianto memberikan ucapan selamat serta meminta agar lebih profesional dalam melaksanakan tugasnya" tambahnya. (Red/Rls)


" Dalam Bungkam dari Nyawa yang berada diujung gagang Sikat gigi "


Mengapa kami diam-diam saja?
Mengapa kami tidak melawan?
Mengapa kami tidak klarifikasi?
Mengapa kami tidak membeberkan setiap keadaan yang kami hadapi di balik jeruji besi?
Tahukah kalian mengapa kami hanya menjawab dengan alasan over capacity/over load/over crowded?
.
Karena 1 kata yakni KELUARGA
Kami takut keluarga kami tau keadaan kami yang begitu miris.
Kami takut mereka terlalu khawatir setiap kami melangkahkan kaki untuk pergi mengabdi bagi negara ini.
Kami takut keluarga kami gundah setiap saat memikirkan kami yang setiap hari, jam, detik bisa saja meregang nyawa.
.
Tahukah kalian bahwa kalimat pertama ketika kami mulai bertugas? (Nyawa kalian sudah dikontrak oleh Negara).
Tahukah kalian bahwa kami sudah berbuat semaksimal mungkin untuk menuntun mereka ke arah yang benar? Tentu tidak! Yang kalian ingin tahu cuma kelemahan dan keburukan kami toh
.
Tahukah kalian!!? Secara perlahan HAM kami diambil dari kami dan diberikan kepada mereka, teman kami yang membakar rumah kami, menghilangkan harapan kami untuk melihat senyum keluarga kami esok pagi.
.
Tahukah anda bahwa hanya dengan sebatang gagang sikat gigi bisa digunakan untuk menghilangkan nyawa kami? Apakah kami pernah mengutarakan itu ke publik? Lagi-lagi tidak!!!. Karena Ketakutan terbesar kami adalah tangisan seorang ibu yang kehilangan anaknya, dan rintihan seorang ayah yang kehilangan anak yang membuat dadanya membusung.
Tak sanggup hati ini melihat kecemasan di wajah ayahanda dan ibunda.
.
Ingatkah kalian ketika pertama kali para teman kami itu masuk ke rumah kami? Kalian teriak dengan lantang!!! Tembak mati saja!!!.
Tapi mengapa kalimat kalian berubah menyerang kami ketika kami bertindak menegakkan peraturan agar mereka kembali ke jalan yang benar, Tidak Manusiawi!!!
.
Tahukah kalian setiap malam kami menahan kantuk demi menjaga para teman kami agar mereka terlelap tidur dan anda di rumah juga terlelap tidur diatas kasur nan empuk.
.
Sekian dulu. 
Salam dari balik jeruji besi


PEKANBARU,(BPN)- Pasca Kebakaran yang terjadi di Rutan Kelas II B Siak, Komisi III DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik (16/5) yang diketuai oleh Erma Suryani Ranik, S.H., Wakil Ketua Komisi III dari F-Partai Demokrat dengan 10 anggota Komisi III serta 8 orang Sekretariat Komisi III DPR RI dan 5 orang anggota penghubung kementerian/lembaga.

Kunjungan kerja spesifik Komisi III DPR RI ke Siak Sri Indra Pura untuk meninjau langsung kondisi Rutan Siak Kelas II B pasca kebakaran. Sekitar pukul 10.20 Komisi III tiba di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II–Pekanbaru dengan disambut oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Riau beserta jajarannya dan Jajaran Polda Riau. Selanjutnya bergegas menuju Rutan Kelas II B Siak Sri Indra Pura menggunakan Bus Polda Riau.

Sesampainya di Siak Sri Indra Pura, mereka langsung meninjau keadaan Rutan Kelas II B siak yang telah terbakar dan memelakukan tanya jawab kepada Kepala Rutan Siak Kelas II B tersebut. 

Setelah melakukan kunjungan ke Siak Sri Indra Pura, Komisi III bergerak menuju Hotel Prime park untuk dilaksanakannya pertemuan terkait kebakaran yang terjadi di Rutan Kelas II B Siak. 

Pertemuan ini dihadiri oleh Kakanwil kemenkumham Riau, Kepala Divisi Pemasyarakatan, Kepala Divisi Administrasi, Kepala Divisi Imigrasi, Kepala UPT se wilayah Riau beserta jajaran dan juga Jajaran Polda Riau. Ketua tim membuka jalannya persidangan, selanjutnya dibuka oleh paparan dari Kakanwil kemenkumham riau. 

Dalam paparannya kakanwil menjelaskan kronologi terjadinya kebakaran pada Rutan Kelas II B Siak Sri Indra Pura. “bermula dari temuan Narkoba milik narapidana Y oleh petugas yang dilanjutkan dengan penggeledahan kamar blok wanita dan ditemukan 3 orang tamping ikut memakai barang haram tersebut. 

Petugas pun merasa kecewa atas perbuatan tamping tersebut lalu memeriksa dan meminta keterangan dan memasukkan tamping tersebut ke dalam blok atau straf sel. Pada tindakan ini ada upaya paksa yang dilakukan petugas sehingga menimbulkan reaksi dari penghuni lain.” Papar kakanwil.

Selanjutnya paparan yang kemukakan oleh polda riau, yang langsung cepat tanggap setelah mendapat informasi terkait penemuan narkoba di rutan kelas II B Siak pada pukul 21.00 tanggal 10 Mei 2019. Setelah terjadinya kerusuhan yang menyebabkan kaburnya napi, jajaran polda dan polres melakukan penyisiran serta penangkapan terhadap napi yang melarikan diri dan melakukan evakuasi terhadap napi.

Dari Paparan-paparan tersebut dilakukan tanya jawab dan pendalaman materi singkat yang akan dibawa oleh komisi III DPR RI ke pusat untuk di evaluasi agar tidak terjadi lagi hal-hal serupa di Rutan/Lapas lainnya di Wilayah Indonesia khususnya Riau.(Red/Rls)


BAPANAS- Setelah sempat terjadi kerusuhan, saat ini Lapas Langkat sudah  kembali kondusif dan seluruh warga binaan telah kembali ke kamar hunian masing-masing secara sukarela.

”Warga binaan yang sempat berada diluar lapas, saat ini telah kembali  ke kamar hunian masing-masing,” ungkap Sri Puguh Budi Utami, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Kamis(16/5).

Utami telah  telah melakukan komunikasi melalui videocall dengan warga binaan Lapas Langkat yang antusias bergantian meneriakkan aspirasinya

“Kalian tenang,  saya akan datang ke sana besok. Saya akan mendengarkan keluhan kalian. Saya minta kalian tenang,  tertib dan kembali ke blok masing-masing, ” kata Utami kepada warga binaan yang riuh rendah berteriak melalui ponselnya.

Melalui  arahan jajaran Kanwil Sumatera Utara yaitu oleh Kepala Divisi  Administrasi, Kepala Divisi Imigrasi, TNI, Kepolisian dan Petugas PAS,  warga binaan secara sukarela tertib kembali ke kamar masing-masing.

“Jumlah  warga binaan yang telah kembali ke kamar hunian, akan  dipastikan setelah dilakukaan penghitungan secara cermat. Besok saya dan jajaran akan melakukan dialog secara langsung dengan warga binaan Lapas Langkat, menampung  aspirasi mereka. “jelas sri puguh.

“Kami akan konsisten memenuhi hak – hak mereka, namun kami juga tidak bergeming untuk tegas menghentikan peredaran narkoba di dalam lapas dan  rutan,” Utami menekankan.

Peristiwa dipicu awalnya oleh penemuan Narkoba jenis Sabu oleh petugas Lapas Langkat dan  langsung berkoordinasi dengan Polres Langkat yang  langsung menindaklanjuti dengan pemeriksaan.

Hal inilah yang diduga memprovokasi sejumlah narapidana melakukan perlawanan  yang berujung pada pemberontakan hingga menjebol pintu Lapas Langkat. 

Ditambah lagi jumlah petugas yang sangat tidak seimbang dengan jumlah hunian.

Rusuh mulai terjadi saat polisi sedang melakukan pemeriksaan terhadap narapidana yang terlibat peredaran narkoba.

“Penyebab pasti dari kejadian ini masih dalam penyelidikan dan pendalaman,  sedangkan jumlah pasti warga binaan masih kami inventarisir, adanya napi yang  melarikan diri juga sudah kami koordinasikan dengan TNI juga kepolisian untuk dilakukan pengejaran, selain dilakukan oleh jajaran petugas pemasyarakatan wilayah Sumatera Utara,” pungkas Utami

Saat kejadian jumlah penghuni Lapas Langkat berdasarkan SDP adalah 1635 orang dari kapasitas seharusnya untuk 915 orang.(Red/Rls)


SAMARINDA,(BPN), "BULAN Ramadan baiknya dimanfaatkan untuk banyak-banyak beribadah. Lebih mendekatkan diri pada Allah SWT. Karena pahala akan dilipat gandakan."

Demikian penggalan ceramah yang disampaikan KH Fahrul Gazzi pada kegiatan Pesantren Ramadan yang digelar di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Klas II A Samarinda, Selasa (14/5) kemarin. 


Puluhan warga binaan laki-laki tampak serius mengikuti kegiatan ini. Sesekali ada yang bertanya dan mencatat. Kegiatan yang digelar di Musala Lapas tersebut berlangsung sejak pukul 09.00  hingga pukul 11.15 Wita.

Pesantren Ramadan ini mengambil tema: Membentuk Warga Binaan Pemasyarakatan yang Berakidah Islamiyah dan Berakhlak Mulia. Kegiatan ini dibuka Kepala Lapas, Mohammad Iksan. Diawali dengan pembacaan ayat suci Alqur’an dan saritilawah yang membacakan QS: Al-Baqarah, Ayat 183-185. 

Dalam sambutannya, Iksan berpesan kepada warga binaan agar menggunakan kesempatan Ramadan sebaik-baiknya untuk lebih mendekatkan diri  pada Allah SWT dan memahami kaidah-kaidah dalam agama Islam.

"Jangan takut keluar dari penjara tidak jadi apa-apa. Karena banyak saja yang keluar penjara jadi orang berguna. Misalnya ada yang menjadi anggota dewan. Yang lain juga ada yang malah  punya pesantren. Selama di Lapas bisa lebih banyak waktu belajar agama," Jelas Iksan.

Dikatakannya, Pesantren Ramadan adalah kegiatan rutin setiap tahunnya di Lapas, terlepas dari kegiatan rutin keagaamaan setiap harinya. Untuk warga binaan wanita juga diberikan kegiatan ceramah yang dikawal oleh Yayasan Aisiyah dengan belajar fardhu kifayah. 

"Tujuan menggelar kegiatan ini, untuk silaturahmi antara pegawai dan warga binaan, meningkatkan ukhuwah Islamiah, keimanan ketakwaan dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada  Allah SWT," jelas Iksan.

Hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut, Kabid Pembinaan Pembimbingan Tekonologi Informasi dan Kerjasama Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Kaltim, Nurwulanhadi Prakoso, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiah Kota Samarinda, Azizah Tul Fuad. Ada pula Ketua Badan Amil Zakat Nasional Kaltim KH Fahrul Gazzi dan perwakilan Lembaga Amil Zakat Dana Peduli Umat Kota Samarinda Untuk diketahui, kegiatan Pesantren Ramadan ini diikuti oleh 105 orang. Terdiri dari 40 warga binaan wanita dan 65 warga binaan laki-laki. Kegiatan akan berlangsung hingga Sabtu (18/5) mendatang. (Red/prokal)
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Informasi BAPAS. Theme images by mariusFM77. Powered by Blogger.