Latest Post

Aceh Agama Asean Games Balitbang Bapas Bea Cukai Bebas Narkoba Bela Negara Bencana Alam Bengkulu Berita Berita Video BNN BNPT Bom Lhokseumawe Cabang Rutan Namlea Cabrut Lhoknga CPNS Daer Daerah Dindin sudirman Dirbina Latkerpro Dirjen Imigrasi Dirjen PAS Dirjenpas Dirkamtib Ditjen PAS Ditjenpas DPO DPR Editorial PAS Ekonomi FORMATPAS Guantanamo Hak WBP HAKKI HAM HANI Hardiknas Hari PAS Harki Harkitnas HDKD Hukum HUT PAS HUT RI HUT RiI Imigrasi Imlek Informasi International Investigasi Irwil Itjenpas Ka. KPLP Kadiv PAS Kadivmin Kadivpas Kakanwilkumham RI Kamar Biologis Kanwilkumham Kanwilkumham RI Kasubag humas Kejagung Kejari Kejati Keluhan Napi Kementerian PUPR Kesehatan Kisah Sejarah Komisi III Komnas HAM Koruptor Kotabaru KPK KPR KPU Kriminal Kunker Lampung Lapaa Bengkalis Lapas Lapas Bangkinang Lapas Karang Intan Lapas Abepura Lapas Ambarawa Lapas Ampana Lapas Amungtai Lapas Atambua Lapas Balikpapan Lapas Banceuy Lapas Bandung Lapas Bangkinang Lapas Bangko Lapas Banjarbaru Lapas Banjarmasin Lapas Banjarsari Lapas Banyuwangi Lapas Barelang Lapas Batam Lapas Batu Lapas Baubau Lapas Bayur Lapas Bayuwangi Lapas Bekasi Lapas Bengkalis Lapas Bentiring Lapas Bima Lapas Binjai Lapas Bitung Lapas Blangpidie Lapas Blitar Lapas Bojonegoro Lapas Bondowoso Lapas Bontang Lapas Brebes Lapas Bukit Semut Lapas Bukitsemut Lapas Bulukumba Lapas Ciangir Lapas Cianjur Lapas Cibinong Lapas Cilegon Lapas Cilodong Lapas Cipayung Lapas Cipinang Lapas Cirebon Lapas DIY Lapas Doyo lapas Garut Lapas Gobah Lapas Gunung Sindur Lapas Gunung Sitoli Lapas Gunung Sugih Lapas High Risk Lapas Industri Lapas Jambi Lapas Jambula Lapas Jelekong Lapas Jember Lapas Kalianda Lapas Karanganyar Lapas Karangasem Lapas Karawang Lapas Kediri Lapas Kedungpane Lapas Kelas I Medan Lapas Kendal Lapas Kendari Lapas Kerobokan Lapas Kerobokanm Napi Lapas Kesambi Lapas Ketapang Lapas Klas I Medan Lapas Kotabaru Lapas Kotabumi Lapas Kuala Simpang Lapas Kupang Lapas Kutacane Lapas Labuhan Ruku Lapas Labuhanbatu Lapas Lamongan Lapas Lampung Lapas Langsa Lapas Lembata Lapas Lhokseumawe Lapas Lowokwaru Lapas Lubuk Pakam Lapas Lubuklinggau Lapas Lubukpakam Lapas Luwuk Lapas Madiun Lapas Magelang Lapas Makassar Lapas Malang Lapas Manado Lapas Manna Lapas Manokwari Lapas Maros Lapas Martapura Lapas Mataram Lapas Merah Mata Lapas Meulaboh Lapas Mojokerto Lapas Muara Bungo Lapas Muara Tebo Lapas Muara Teweh Lapas Muaro Sijunjung Lapas narkoba Baleendah Lapas Narkotika Lapas Ngawi Lapas Padang Lapas Palangkaraya Lapas Palembang Lapas Palendang Lapas Palopo Lapas Pamekasan Lapas Pancur Batu Lapas Pangkal Pinang Lapas Pangkalan Bun Lapas Parepare Lapas Pariaman Lapas Pasir Putih Lapas Pati Lapas Payakumbuh Lapas Pekalongan Lapas Pekanbaru Lapas Pematang Siantar Lapas Permisan Lapas Permpuan Sigli Lapas Pohuwato Lapas Polewali Lapas Pontianak Lapas Porong Lapas Probolinggo Lapas Purwakarta Lapas Purwokerto Lapas Rajabasa Lapas Raya Simalungun Lapas Salemba Lapas Samarinda Lapas Sampit Lapas Sarolangun Lapas Sawahlunto Lapas Sekayu Lapas Semarang Lapas Siantar Lapas Sidoarjo Lapas Silambue Lapas Singaraja Lapas Singkawang Lapas Slawi Lapas Sleman Lapas Sragen Lapas Sukabumi Lapas Sukamiskin Lapas Sumbawa Lapas Super Maximum Lapas Surabaya Lapas Surakarta Lapas Takalar Lapas Tanggerang Lapas Tanjung pura Lapas Tanjung Raja Lapas Tanjungpinang Lapas Tarakan Lapas Tebo Lapas Tegal Lapas Teluk Dalam Lapas Tembilahan Lapas Ternate Lapas Timika Lapas Tuantu Lapas Tuban Lapas Wamena Lapas Wanita Lapas Warungkira Lapas Watambone Lapas Way Huwi Lapas Waykanan Lapas Yogya Lapas Yogyakarta Lebaran LP Banceuy LP Banda Aceh Lpas Kembang Kuning LPKA LPN Karang Intan LPN Pematang Raya LPP LPP Martapura LPP Pangkalpinang LPP Tanggerang Mataram Medan Menhan Menko Polhukam Menkopolhukam Menkumham Menkumham RI Menpan-RB Mensos Nabire Nap Napi Napi Anak Napi Teroris Narkotika Nasional Natal Nusakambangan Nusantara Nyepi Olahraga Ombudsman Opini OTT Over Kapasitas Padang Papua Pas PAS News Patroli Pendidikan Pengadilan Pengamat Peristiwa Pers Pilkada Polri Poltekip Presiden Produk Karya PUN Pungli Rakor Ramadhan Remisi Revisi PP 99 Revisi UU Narkotika Riau Rilis RKUHP Rupbasan Rutan Rutan Anak Air Rutan Bandung Rutan Bangli Rutan Batam Rutan Baturaja Rutan Bener Meriah Rutan Bireuen Rutan Bireun Rutan Blangkejeren Rutan Blora Rutan Bulukumba Rutan Calang Rutan Cilodong Rutan Cipinang Rutan Cirebon Rutan Depok Rutan Dolok Sanggul Rutan Enreakang Rutan Gianyar Rutan Idi Rutan Jantho Rutan Jepara Rutan Kajhu Rutan Kebonwaru Rutan Klas I Medan Rutan Kolaka Rutan Kota Bakti Rutan Kota Bumi Rutan Kotabumi Rutan Kotapinang Rutan KPK Rutan Kraksaan Rutan Kupang Rutan Labuhan Batu Rutan Lhoksukon Rutan Lubuk Sikaping Rutan Malabero Rutan Marabahan Rutan Masamba Rutan Medaeng Rutan Muara Dua Rutan Natal Rutan Padang Rutan Painan Rutan Pangkep Rutan Pemalang Rutan Pontianak Rutan Purworejo Rutan Putusibau Rutan Salemba Rutan Sengkang Rutan Sialang Rutan Sidrap Rutan Sigli Rutan Sinabang Rutan Singkil Rutan Sinjai Rutan SoE Rutan Solo Rutan Soppeng Rutan Surakarta Rutan Takengon Rutan Tanjung Rutan Tanjung Balai Karimun Rutan tanjung Gusta Rutan Tanjung pura Rutan Tanjungpinang Rutan Tapaktuan Rutan Unaaha Rutan Way Huwi Rutan Wonosobo Sekjen PAS Sekjenpas Sesditjen Sesditjen PAS Sex Sipir Sosok Staf Ahli Menteri Staf Khusus Menkumham Super Maximum Security T. Saladin Tahanan Tahanan Kabur Teknologi Terpidana Mati TPPU Waisak Wapres WNA


 " Persoalan keamanan di Lapas dan Rutan sangat penting dan harus kondusif, kita harus ciptakan situasi yang aman. Kita sering abaikan kalimat tertib, padahal tertib Lapas/Rutan sangat menentukan menuju Lapas aman. Kalau tidak tertib Lapas tidak akan aman ". 

BANDA ACEH,(BPN)- Demikian sambutan Kakanwil Kemenkumham Aceh H. Agus Toyib pada acara pembukaan Konsultasi Teknis Pemasyarakatan Bidang Keamanan bertempat di Hotel Arabia, rabu (18/7/2018).

Acara Konstek Keamanan bagi petugas pengamanan Lapas dan Rutan berlangsung selama 3 (tiga) hari sejak rabu tanggal 18/7/2018 sampai dengan hari Jumat tanggal 20/7/2018.

Sedangkan yang menjadi peserta konstek terdiri dari para Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) dan Kepala Pengamanan Rutan (KPR) serta Kasubsi Pelayanan dari Cabang Rutan se Aceh yang berjumlah 30 orang.

Mengawali sambutannya H. Agus Toyib menjelaskan bahwa penempatan tahanan atau narapidana harus dimulai dari Mapenaling, hal ini perlu dilakukan agar tahanan atau narapidana dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. 

Untuk menjaga keamanan di dalam Lapas, Agus Toyib mengharapkan pada jajarannya agar narapidana yang tidur diluar kamar karena over kapasitas juga harus tertib, jam kunjungan, jam olah raga bagi wbp harus dilakukan secara tertib. 

Petugas keamanan harus tau tugasnya, kerja harus profesional, demikian tegas Agus didepan peserta Konstek yang dihadiri oleh Kadiv Pemasyarakatan, Kadiv Administrasi, Kalapas dan Karutan Banda Aceh dan sekitarnya.

Agus mengharapkan kegiatan konstek ini harus mempunyai efek yang positif terhadap pelaksanaan tugas. Penguatan petugas pengamanan seperti ini perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi petugas pengamanan terutama para pejabat Ka. KPLP, KPR dan Kasubsi Pelayanan Tahanan yang menjadi peserta konstek saat ini.

" Bapak dan ibu yang bertugas di keamanan harus care pada tugas ", kata Agus. 

Pesan lainnya yang dengan tegas dan berulang-ulang disampaikan Agus Toyib yaitu  Lapas dan Rutan itu harus diupayakan selalu bersih, indah, rapi dan tertib. Berdayakan wbp yang ada untuk selalu menjaga kebersihan. Arahkan wbp agar melakukan aktifitas yang positif dan peduli lingkungan bersih. Bagi satuan pengamanan Agus memberikan arahan agar menjalankan fungsi keamanan yang lebih baik.

Dalam sambutannya Kakanwil Kemenkumham Aceh H. Agus Toyib sempat mengutip ayat Alquran surah Ar-Rahman : fabiaiyiala irabbikuma tukazziban, artinya nikmat Tuhan mana lagi yang engkau dustakan.

" Menyimak arti ayat tersebut kata H. Agus Toyib, hindari dan jangan sekali-kali melakukan praktek pungli di Lapas dan Rutan. Kita syukuri nikmat Allah SWT yang selama ini kita terima. Jangan lakukan pekerjaan kita itu yang bertentangan dengan ketentuan yang berlaku seperti pengeluaran narapidana diluar prosedur. Kalau nantinya dalam pelaksanaan tugas masih ditemukan adanya budaya pengeluaran narapidana keluar Lapas yang bertentangan dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku, maka pegawai tersebut akan diambil tindakan tegas seperti dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk diproses pidana ",tegasnya.

Agus Toyib menegaskan bahwa pekerjaan itu ibadah, oleh karena itu pekerjaan yang  harus lakukan harus ikhlas, menciptakan inovasi dalam pekerjaan.

" Lakukan pekerjaan yang bersifat legacy sehingga kita bisa mewariskan dan meninggalkan kenangan yang baik dari pekerjaan yang kita lakukan untuk organisasi kita karena organisasi itu harus baik ", ujar toyib. 

Ia menambahkan bahwa dalam rangka pengawasan dan pengendalian tugas, Sekretaris Jenderal Kemenkumham meminta setiap wilayah untuk mengusulkan UPT Pas dan Imigrasi untuk ditetapkan sebagai UPT Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Bersih Bebas Melayani (WBBM). Untuk usulan tersebut kantor wilayah sedangkan menilai kriteria UPT yang memenuhi syarat untuk diusulkan sebagai UPT WBK dan WBBM.

Kakanwil berharap betul pada jajarannya untuk mendukung program WBK dan WBBM ini.

Lebih lanjut Kakanwil Agus Toyib mengungkapkan pengalaman perjalanan kunjungan kerjanya di beberapa UPT Pas wilayah Timur dan Barat Aceh, dalam pantauannya banyak pegawai yang belum rapi dan belum lengkap dalam berpakaian dinas. 

" Berpakaian dinas dengan rapi dan lengkap akan membangun aura dan wibawa aparatur dalam melaksanakan tugas ", imbuhnya menyemangati peserta konstek keamanan.

Agus Toyib memberikan motivasi bagi peserta Konsultasi Teknis Keamanan agar siap menghadapi situasi apapun dan mengatasi masalah yang dihadapinya dengan baik,

Diharapkan petugas pemasyarakatan yang mengikuti kegiatan konstek ini betul2 menjadikan kegiatan ini sebagai tempat menimba ilmu, meningkatkan integritas, menciptakan pola kerja yang baik. Kata Agus mengakhiri sambutannya.(Red/Rls)


BANDA ACEH,(BPN)- Dalam rangka meningkatkan pembinaan dan layanan hukum bagi narapidana dan tahanan Lapas Perempuan Sigli, Rutan Sigli dan Cabang Rutan Kota Bakti, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh H. Agus Toyib melakukan penandatanganan MoU dengan Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH) dan Univeristas Islam Negeri (UIN) Banda Aceh dalam hal penelitian, penyuluhan dan pendidikan bagi warga binaan pemasyarakatan, rabu (18/7/2018).

Dalam kesempatan yang sama Kalapas Perempuan Sigli Putranti,  Karutan Sigli Matrios Hutasoit dan Kacab Rutan Kota Bakti Muhammad Nasir juga melakukan penandatangan MoU dengan Kapolres Pidie Andy Nugraha Setiawan Siregar, Kepala BNNK Pidie Werdha Susetyo terkait upaya pencegahan dan penanganan gangguan Kamtib serta Pencegahan Peredaran Gelap Narkoba di 3 UPT Pas yang ada dalam wilayah hukum Kabupaten Pidie.

Selain penandatanganan MoU dengan 2 lembaga pendidikan ternama di propinsi Aceh, Kakanwil Kumham Aceh juga meresmikan Klinik Layanan Hukum pada 3 UPT Pas yang ada di Kabupaten penghasil kerupuk mulieng atau kerupuk melinjo ini.

Dalam sambutannya H. Agus Toyib menjelaskan bahwa Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama yang baru saja ditandatangani bertujuan untuk meningkatkan pembinaan dan pendidikan bagi warga binaan Pemasyarakatan, kerjasama dalam memfasilitasi kegiatan penelitian mahasiswa dan dosen dalam rangka kebutuhan pendidikan di perguruan tinggi dan kajian ilmiah lainnya tentang pemasyarakatan.

Kakanwil mengakui dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan tidak mudah dan tidak bisa berjalan sendiri oleh Kementerian Hukum dan HAM, akan tetapi pembinaan bagi wbp harus melibatkan semua elemen masyarakat dan unsur pemerintah daerah serta perguruan tinggi. 

Oleh karena itu H. Agus Toyib sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak baik Perguruan Tinggi,  instansi penegak hukum, pemerintah daerah Kabupaten Pidie dan masyarakat setempat perlu mendukung dan terlibat bersama-sama dalam pembinaan narapidana.

" Kita sangat bersyukur dengan adanya Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama dengan dua Perguruan Tinggi Elit Aceh ini pelaksanaan pembinaan dan pendidikan bagi warga binaan pemasyarakatan yang ada di Lapas/Rutan akan semakin baik dalam mewujudkan narapidana yang mandiri setelah bebas nanti ", kata Agus Toyib pada tim media ini. 

Hadir dalam acara penandatanganan MoU tersebut Wakil Rektor IV Unsyiah dan Wakil Rektor II UIN Banda Aceh, Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pidie, Pejabat Tinggi Pratama pada Kanwil Kumham Aceh, Pejabat Administrator dan instansi terkait lainnya yang ada di Kabupaten Pidie.

Baik Rektor Unsyiah maupun Rektor UIN Banda Aceh yang masing-masing lembaga pendidikan tersebut diwakili oleh Wakil Rektor dalam sambutannya mengatakan sangat siap bekerjasama dan melaksanakan semua butir-butir MoU yang telah ditandatangani antara Kakanwil Kumham dan Kedua Perguruan Tinggu tersebut. 

Bahkan Wakil Rektor UIN mengakui selama ini telah melaksanakan kerjasama dengan Rutan Banda Aceh, Lapas Banda Aceh dan Cabang Rutan Lhoknga dalam pembinaan narapidana dan menjadikan Lapas/Rutan tersebut sebaga laboratorium penelitian mahasiswa.

Selesai acara penandatangan MoU Kakanwil melanjutkan kegiatan penyuluhan hukum yang diselenggarakan oleh Divisi Pelayanan Hukum Kantor Wilayah Kumham Aceh dan Kakanwil bertindak sebagai narasumber pada acara tersebut yang bertemakan "Pencegahan Pungli" dan diikuti oleh 40 peserta terdiri dari pendamping korban gempa Pidie Jaya dan petugas pemasyarakatan di Kab Pidie.(Red/Rls)


BANDA ACEH,(BPN)- Kakanwil Kemenkumham Aceh H Agus Toyib melantik 10 pejabat dilingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Aceh senin (16/7/2018). 

Pejabat yang baru dilantik tersebut terdiri dari 8 pejabat administrasi eselon V untuk Lapas dan Rutan di Aceh, serta 2 pejabat fungsional penyuluh hukum pada Kantor Wilayah Kumham Aceh.

Kepada pejabat yang baru dilantik Agus Toyib meminta agar para pejabat tersebut bisa memberikan peran dan perubahan ditempat tugasnya.

Pelantikan tersebut dihadiri oleh Pejabat Tinggi Pratama dilingkungan Kanwil Kumham Aceh, para Kalapas dan Karutan Banda Aceh sekitarnya, serta pejabat Administrator dan pelaksana pada Kanwil Kumham Aceh. 

Selanjutnya dalam sambutannya Kakanwil Kumham Aceh menegaskan bahwa setiap ASN (Aparatur Sipil Negara) wajib hukumnya menjauhkan diri dari narkoba.

Saya tdk bisa mentoleransi pada pejabat dan pegawai yang terlibat sebagai pengedar dan pemakai narkoba, ucapnya. 
Harapan yang sama juga disampaikan pada Ka UPT Pas yang hadir pada acara tersebut agar tidak toleransi terhadap pegawai pemakai narkoba.

Saya mengajak saudara2 utk membangun citra yang baik terhadap kondisi pemasyarakatan Aceh, para pejabat harus menjadi contoh dan teladan bagi bawahannya di tempat tugas.

Kakanwil menghibau agar para pejabat pemasyarakatan dapat memberikan inovasi yg lebih baik, memberikan legacy pada dilingkungan kerjanya sehingga kita dapat mewariskan dan meninggalkan kenangan yang baik ditempat tugas kita.

Kakanwil mengajak semua jajarannya untuk membangun komunikasi dan kerjasama yang baik antar divisi dan bidang di Kantor Wilayah, hal ini diperlukan untuk mensinergikan kerjasama antar divisi untuk mencapai target kinerja tahun 2018. 

Adapun pejabat yang dilantik untuk mengisi jabatan yang kosong baik promosi maupun penyegaran antara lain untuk UPT Cabang Rutan Blangkejeren, LPKA Banda Aceh, Lapas Perempuan Sigli, Lapas Blangpidie, Lapas Kutacane, Lapas Meulaboh dan Kantor Wilayah.

Ketika tim media menanyakan informasi adanya peningkatan status kelas Cabang Rutan menjadi Lapas, Agus yang didampingi Kadivpas, Kadivmin dan dan Kadiv Yankum membenarkan bahwa adanya perubahan status kenaikan kelas UPT Pas di Aceh sebanyak 12 UPT antara lain Cabang Rutan Sinabang, Calang, Kota Bakti, Singkil, Blangkejeren, Idi, Lhoknga, Lapas Narkotika Langsa, ini yang saya ingat, ungkapnya.

Dalam rangka persiapan fungsi perubahan status kelas tersebut Agus telah meminta pada Kepala Divisi Administrasi Rudy Hartono untuk menginventarisir dan menyusun jabatan yang akan diisi pada struktur organisasi yang baru tersebut. 

Pejabat yang diangkat harus mempunyai kemampuan dan harus sesuai dengan komperensinya. Kata Agus Toyib.

Selanjutnya Agus Toyib menjelaskan ada  beberapa jabatan struktural yang kosong pada UPT ini akan segera kami angkat untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut. Demikian kata agus mengakhiri penjelasannya.(Red/Rls)


PEKANBARU,(BPN)– Hermanto (24) adalah salah satu wargabinaan yang salah pergaulan. Keterbatasannya memahami bahaya narkoba dan terpengaruh lingkungan setempat, warga Kecamatan Tampan, Pekanbaru ini pun berurusan dengan hukum akibat dampak negative narkoba. 

Awalnya cuma ingin bergaul, namun lama-kelamaan ikut coba-coba dan akhirnya mendekam di penjara selama lima tahun. 

Ironis memang disaat teknologi dan modernitas sedang melaju dengan cepatnya, narkoba pun berkembang tak terkendali namun tidak dibarengi informasi dan pemahaman yang cukup kepada masyarakat tentang bahaya narkoba tersebut. 

Untuk mencegah dampak dan korban narkoba, Lapas Pekanbaru menggandeng Yayasan Mercu Suar melaksanakan Program Rehabilitasi dan Pemberian Pemahaman Terhadap Bahaya Narkoba di Aula Sahardjo Lapas Pekanbaru, Rabu (18/7).

Kepala Lapas Pekanbaru yang diwakili Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Yusup Gunawan, menyampaikan bahwa dari 1.562 orang jumlah WBP Lapas Pekanbaru sebanyak 1.047 WBP merupakan kasus narkoba, angka itu cukup menunjukkan bahwa narkoba sudah mulai merongrong pondasi bangsa, untuk itu diperlukan tindakan khusus untuk mencegah keterpurukan bangsa ini terhadap narkoba. 

“Kami berusaha semaksimal mungkin akan bekerjasama dengan pihak luar untuk membantu pencegahan narkoba ini sejak dini, salah satu programnya adalah mewajibkan WBP mengikuti program rehab di lapas,” kata Kasi Binadik.

“Narkoba sudah menjadi musuh bangsa, terbukti dengan tingginya permintaan rehab pada setiap kabupaten/kota di Provinsi Riau, mari kita perangi bersama” kata Dodi Syahputra, Ketua Yayasan Mercu Suar. 

Tak ketinggalan perwakilan BNN Provinsi Riau juga menyampaikan dukungannya terhadap program rehabilitasi di lapas dan siap memfasilitasi narapidana yang bebas nanti dengan memberikan pelatihan dan keterampilan agar dapat menjadi manusia yang lebih bermanfaat.  

Program rehab narkoba di lapas ini akan berlangsung dua gelombang dimana setiap gelombang akan diikuti sebanyak 30 WBP selama tiga bulan. 

“Terima kasih atas dukungan BNNP dan BNNK serta seluruh pihak yang ikut terlibat dalam kegiatan pencegahan dan pemberantasan narkoba di lapas, tidak ada usaha yang sia-sia. Lakukan dengan niat, mudah-mudahan diberi berkat,” pesan Kepala Divisi Pemasyarakatan Riau Surung Pasaribu sekaligus membuka acara kegiatan ini.(Red/Rls)


BANYUASIN,(BPN) – Sebanyak 70 orang warga Binaan Lapas Narkotika Palembang di Banyuasin, resmi mendapatkan rapor dari Dinas Pendidikan Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disdikporapar) Kabupaten, Setelah mengikuti  Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) paket A,B dan C.

Kepala Lapas Narkotika Hudi Ismono, A.Md.IP, SH, MH, mengatakan, Untuk mengenyam pendidikan tidak hanya pada bangku sekolah, beberapa program yang diberikan pemerintah pusat untuk menuntaskan buta aksara.

“ Ya, Dengan adanya program salah satu upaya pemerintah untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat. Dengan menuntut ilmu tidak terbatas dengan usia,” Kata Kalapas ketika didampingi Ade irianto, A.Md.IP., SH., MH selaku Kasubsi Pembinaan.

Adapun dari 70 orang warga binaan yang mendapatkan rapor tersebut yaitu Paket A sebanyak 20 orang, Paket B sebanyak 25 orang dan sebanyak Paket C 25 orang.

“ Mereka rata – rata putus sekolah, dengan adanya Kesetaraan ujian ini, warga binaan sangat antusias, meskipun secara usia mereka tua, namun hak untuk menimbah ilmu tidak terbataskan oleh usia,” Terang dia.

Terpisah Kepala Disdikporapar Drs M Yusuf MM, ketika dihubungi, mengatakan. mata pelajaran yang diujikan untuk paket C ada beberapa mata pelajaran, seperti  mata pelajaran Bahasa Indonesia, Sosiologi, PKN, Matematika, Sejarah, PAI, Bahasa Inggris, Ekonomi, Geografi, Penjaskes, Seni Budaya.

Sedangkan untuk paket B, benerapa mata pelajaran, diantaranya Bahasa Inggris, IPS, PAI, Matematika, IPA, PKN, Bahasa Indonesia, Seni Budaya dan Penjaskes.

“ Dengan adanya program ini, bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam hal ini dibantu Lapas Narkotika ikut berperan mencerdaskan anak bangsa, sesuai dengan aturan Perundang – Undangan,” Singkat dia saat dihubungi senin (16/6/2018) sekitar pukul 16. 30 Wib. (her)


BEKASI,(BPN)– Kementerian Hukum dan HAM melalui Biro Keuangan Sekretariat Jenderal mengadakan Kegiatan Rekonsiliasi Data Laporan Keuangan Semester I Tahun Anggran 2018 pada Selasa (17/07) di Ball Room Hotel Harris and Convention Bekasi, Jawa Barat.

Kegiatan Rekonsiliasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan wawasan bagi pejabat di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM di Bidang Akuntansi dan Pelaporan keuangan di lingkungan pemerintah.

Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM Bambang Rantam Sariwanto dalam pidatonya menyampaikan “masih ada temuan dan koreksi yang harus ditindaklanjuti dan diperbaiki, serta ada beberapa temuan yang setiap tahunnya seakan menjadi temuan rutin BPK, oleh karena itu saya berpesan hendaknya setiap temuan jangan hanya ditindaklanjuti saja, tetapi juga dipelajari dan dicermati letak kesalahannya sehingga kedepan tidak ditemukan lagi temuan yang berulang, yang pada akhirnya laporan keuangan Kementerian Hukum dan HAM benar-benar merupakan laporan keuangan yang akurat, transparan dan akuntabel”.

Salah satu temuan BPK atas Sistem Pengendalian Intern (SPI) penyusunan dan penyajian laporan keuangan Kementerian Hukum dan HAM TA 2015 lalu adalah bahwa Kementerian Hukum dan HAM belum memberikan perhatian secara optimal terhadap peningkatan wawasan dan pengetahuan pegawainya terutama terkait Akuntansi dan Pelaporan Keuangan.

Dari temuan tersebut, BPK merekomendasikan agar Kementerian Hukum dan HAM segera menyusun dan mengimplementasikan langkah-langkah nyata dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM penyusun laporan keuangan.

Menindaklanjuti rekomendasi BPK tersebut, Kementerian Hukum dan HAM telah menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (MOU) dengan Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI). Salah satu isi dari Nota Kesepahaman Bersama yaitu Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) akan memberikan pelatihan akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintahan kepada seluruh pejabat dan pegawai yang ditunjuk sebagai pengelola/penyusun laporan keuangan baik ditingkat pusat maupun kantor wilayah.(Red/Rls)

Ilustrasi
TEGAL,(BPN)- Tiga narapidana Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kota Tegal diduga mengonsumsi narkoba jenis sabu.

Tiga orang itu yakni Sugiarto alias Batok (40) dan Moh Munaji (35) yang merupakan narapidana narkoba. Satu napi lainnya yakni Agus Salim (34) yang terlibat kasus pencurian.

Mereka telah dibawa petugas Satres Narkoba Polres Tegal Kota guna dilakukan pemeriksaan dan penyidikan.

Kapolres Tegal Kota, AKBP Jon Wesly Arianto melalui Kasat Narkoba AKP Suharta mengatakan diketahuinya ada napi yang mengonsumsi narkoba berasal dari satu sumber.

"Dari informasi itu, petugas lapas melakukan pemeriksaan atau razia. Bekerjasama dengan Satuan Resnarkoba Polres Tegal Kota, napi yang membawa narkoba kami temukan," kata Suharta, Senin (16/7/2018).

Petugas lapas, kata dia, melakukan sidak dan pemeriksaan di kamar 4 Blok B Lapas Kota Tegal. Di sel tersebut tiga pelaku mendekam.

Dari sel itu, petugas menemukan seperangkat alat hisap yang terbuat dari botol mineral bertuliskan Nine Stars di pojok kamar mandi.

Selain itu, juga ditemukan satu paket sabu yang dibungkus plastik klip di sela-sela kasus tempat tidur.

"Kami melakukan penyitaan terhadap barang bukti narkotika tersebut. Pelaku dan barang bukti sudah kami amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut," terangnya.

Sabu yang ditemukan, kata dia, seberat 0,28 gram.

Dari pengembangan kasus itu, penyidik juga menangkap istri Sugiarto alias Batok dengan inisial NR (34). Diduga wanita tersebut lah yang memasok obat haram tersebut ke dalam sel. Namun, polisi masih mendalaminya.

Ia ditangkap setelah polisi menggeledah rumahnya di Kalinyamat Wetan, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal dan mendapatkan barang bukti 26 paket sabu dengan berat 29 gram. (Red/Tribun)



JAKARTA,(BPN)Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) baru saja mencanangkan Gerakan Sadar LAPOR. Gerakan ini diharapkan terjadi peningkatan partisipasi dalam menyampaikan pengaduan pelayanan publik
“Hal ini berarti para pengelola dari Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah telah siap untuk mengelola pengaduan ini dengan baik,” ujar Menteri PANRB Asman Abnur pada acara Gerakan Sadar LAPOR di Jakarta, Minggu (15/07).
Gerakan Sadar LAPOR ini sekaligus untuk melakukan promosi, edukasi, dan penyebaran informasi mengenai Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) dengan menggunakan platform nasional, aplikasi LAPOR! yang berasal dari singkatan Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat. 
Menariknya, acara ini dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan Car Free Day (CFD) 
dimana masyarakat luas dapat menyaksikan kegiatan ini dengan berbagai atraksi dan pertunjukan yang menarik.
Selain di Jakarta, pencananganan juga diselenggarakan serentak di Palembang, Banjarmasin, Bandung, Makassar, dan Cirebon. “Dengan pelaksanaan secara serempak di beberapa kota besar di Indonesia, diharapkan gaung kegiatan ini cukup besar, sehingga mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Pengaduan pelayanan publik merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pelayanan publik sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan publik. Sesuai dengan amanat UU No. 25/ 2009 tentang Pelayanan Publik, bahwa instansi pemerintah wajib menyediakan unit pengaduan pelayanan publik.
Kehadiran SP4N yang menggunakan Platform Nasional Aplikasi LAPOR! diharapkan memudahkan masyarakat untuk menyampaikan pengaduan, termasuk berbagai kanal telah disediakan untuk memudahkan pengaduan seperti SMS 1708.
Dalam kesempatan tersebut, Kementerian PANRB juga meluncurkan Aplikasi Sistem Informasi Pelayanan Publik (SIPP). Aplikasi untuk percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik dan transparansi informasi pelayanan publik.
Lanjutnya dikatakan, aplikasi SIPP merupakan aplikasi bersama yang dapat digunakan oleh Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah dan BUMN dalam menyediakan informasi pelayanan publik sebagai dasar peta pelayanan publik nasional. Masyarakat dapat mengakses situs website SIPP ini melalui sipp.menpan.go.id.  (Red/rls)


BLANGKEJEREN- Salahsatu narapidana Cabang Rutan Blangkejeren berhasil kabur namun dalam waktu 5 jam petugas bersama masyarakat berhasil meringkusnya kembali.

NF warga Desa Tabung Kec. Putri Betung yang juga napi hukuman 13 tahun 6 bulan pejara dalam kasus pembunuhan berhasil setelah dengan merusak plafon kamar sel isolasi cabang rutan blangkejeren, Senin (16/7/2018) sekiranya Pukul 04:00 WIB dini hari.

Kepada redaksi Kepala Cabang Rutan Blangkejeren Zulkifli membenarkan dan menyampaikan demi keamanan dan serta ketertiban maka napi NF lansung dipindahkan ke Lapas Klas IIB Kutacane.

“ Benar , telah kita tangkap kembali untuk kamtib maka tadi langsung kita pindahkan ke lapas kutacane. (Redaksi)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Informasi BAPAS. Theme images by mariusFM77. Powered by Blogger.