Latest Post

Aceh Agama Asean Games Balitbang Bapas Bea Cukai Bebas Narkoba Bela Negara Bencana Alam Bengkulu Berita Berita Video BNN BNPT Bom Lhokseumawe BPP Cabang Rutan Namlea Cabrut Lhoknga CPNS Daer Daerah Dindin sudirman Dir Yantah Dirbina Latkerpro Dirjen Imigrasi Dirjen PAS Dirjenpas Dirkamtib Ditjen PAS Ditjenpas DPD DPO DPR Editorial PAS Ekonomi FORMATPAS Guantanamo Hak WBP HAKKI HAM HANI Hardiknas Hari PAS Harki Harkitnas HDKD Hukum HUT PAS HUT RI HUT RiI Imigrasi Imlek Informasi International Investigasi Irwil Itjenpas Jaksa JARI Ka. KPLP Kadiv PAS Kadivmin Kadivpas Kakanwilkumham RI Kamar Biologis Kanwilkumham Kanwilkumham RI Kasubag humas Kejagung Kejari Kejati Keluhan Napi Kementerian PUPR Kesehatan Kisah Sejarah Komisi III Komnas HAM Koruptor Kotabaru KPK KPR KPU Kriminal Kunker Lampung Lapaa Bengkalis Lapas Lapas Bangkinang Lapas Karang Intan Lapas Abepura Lapas Ambarawa Lapas Ampana Lapas Amungtai Lapas Atambua Lapas Balikpapan Lapas Banceuy Lapas Bandar Lampung Lapas Bandung Lapas Bangkinang Lapas Bangko Lapas Bangli Lapas Banjarbaru Lapas Banjarmasin Lapas Banjarsari Lapas Banyu Asin Lapas Banyuwangi Lapas Barelang Lapas Batam Lapas Batu Lapas Baubau Lapas Bayur Lapas Bayuwangi Lapas Bekasi Lapas Bengkalis Lapas Bentiring Lapas Besi Lapas Bima Lapas Binjai Lapas Bitung Lapas Blangpidie Lapas Blitar Lapas Boalemo Lapas Bogor Lapas Bojonegoro Lapas Bolangi Lapas Bondowoso Lapas Bontang Lapas Brebes Lapas Bukit Semut Lapas Bukit Tinggi Lapas Bukitsemut Lapas Bulukumba Lapas Ciamis Lapas Ciangir Lapas Cianjur Lapas Cibinong Lapas Cikarang lapas Cilacap Lapas Cilegon Lapas Cilodong Lapas Cipayung Lapas Cipinang Lapas Cirebon Lapas Curup Lapas DIY Lapas Doyo Lapas Fakfak lapas Garut Lapas Gintung Lapas Gobah Lapas Gunung Sindur Lapas Gunung Sitoli Lapas Gunung Sugih Lapas High Risk Lapas Indramayu Lapas Industri Lapas Jambi Lapas Jambula Lapas Jelekong Lapas Jember Lapas Kalianda Lapas Karanganyar Lapas Karangasem Lapas Karawang Lapas Kediri Lapas Kedungpane Lapas Kelas I Medan Lapas Kendal Lapas Kendari Lapas Kerobokan Lapas Kerobokanm Napi Lapas Kesambi Lapas Ketapang Lapas Klas I Medan Lapas Klaten Lapas Kota Agung Lapas Kotabaru Lapas Kotabumi Lapas Kuala Simpang Lapas Kuala Tungkal Lapas Kupang Lapas Kutacane Lapas Labuhan Ruku Lapas Labuhanbatu Lapas Laing Lapas Lamongan Lapas Lampung Lapas Langsa Lapas Lembata Lapas Lhokseumawe Lapas Lowokwaru Lapas Lubuk Pakam Lapas Lubuklinggau Lapas Lubukpakam Lapas Lumajang Lapas Luwuk Lapas Madiun Lapas Magelang Lapas Majalengka Lapas Makassar Lapas Malang Lapas Mamasa Lapas Manado Lapas Manna Lapas Manokwari Lapas Maros Lapas Martapura Lapas Mataram Lapas Merah Mata Lapas Merauke Lapas Metro Lapas Meulaboh Lapas Mojokerto Lapas Muara Bungo Lapas Muara Sabak Lapas Muara Tebo Lapas Muara Teweh Lapas Muaraenim Lapas Muaro Sijunjung Lapas Muntok Lapas narkoba Baleendah Lapas Narkotika Lapas Ngawi Lapas Padang Lapas Padang Sidempuan Lapas Pakjo Lapas Palangkaraya Lapas Palembang Lapas Palendang Lapas Palopo Lapas Palu Lapas Pamekasan Lapas Pancur Batu Lapas Pangkal Pinang Lapas Pangkalan Balai Lapas Pangkalan Bun Lapas Parepare Lapas Pariaman Lapas Pasir Pangaraian Lapas Pasir Putih Lapas Pati Lapas Payakumbuh Lapas Pekalongan Lapas Pekanbaru Lapas Pematang Siantar Lapas Pemuda Tanggerang Lapas Permisan Lapas Permpuan Sigli Lapas Piru Lapas Pohuwato Lapas Polewali Lapas Pontianak Lapas Porong Lapas Probolinggo Lapas Purwakarta Lapas Purwokerto Lapas Rajabasa Lapas Rantau Prapat Lapas Raya Simalungun Lapas Salemba Lapas Samarinda Lapas Sampit Lapas Sarolangun Lapas Sawahlunto Lapas Sekayu Lapas Semarang Lapas Serang Lapas Serong Lapas Siantar Lapas Sidoarjo Lapas Silambue Lapas Singaraja Lapas Singkawang Lapas Slawi Lapas Sleman Lapas Sorong Lapas Sragen Lapas Sukabumi Lapas Sukamara Lapas Sukamiskin Lapas Sumbawa Lapas Super Maximum Lapas Surabaya Lapas Surakarta Lapas Tabanan Lapas Takalar Lapas Tanggerang Lapas Tanjung Balai Lapas Tanjung Pandan Lapas Tanjung pura Lapas Tanjung Raja Lapas Tanjungpandan Lapas Tanjungpinang Lapas Tarakan Lapas Tebing Tinggi Lapas Tebo Lapas Tegal Lapas Teluk Dalam Lapas Tembilahan Lapas Tenggarong Lapas Ternate Lapas Timika Lapas Todano Lapas Tolitoli Lapas Tuantu Lapas Tuban Lapas Tulang Bawang Lapas Tulungagung Lapas Wamena Lapas Wanita Lapas Warungkira Lapas Watambone Lapas Way Huwi Lapas Way Kanan Lapas Waykanan Lapas Yogya Lapas Yogyakarta LapasTanjung Lapastik Bandung Lapastik Bayur Lapastik Kasongan Lapastik Langkat Lapastik Nusakambangan Lapastik Sungguminasa Laps Banceuy Lebaran LP Banceuy LP Banda Aceh Lpas Kembang Kuning LPKA LPKA Jambi LPKA Manokwari LPKA Martapura LPN Karang Intan LPN Pematang Raya LPP LPP Baloi LPP Martapura LPP Palangkaraya LPP Pangkalpinang LPP Sigi LPP Tanggerang LPP Tanjungusta Mataram Medan Menhan Menko Polhukam Menkopolhukam Menkumham Menkumham RI Menpan-RB Mensos MPR n Nabire Nap Napi Napi Anak Napi Teroris Narkotika Nasional Natal Nusakambangan Nusantara Nyepi Olahraga Ombudsman Opini OTT Over Kapasitas Padang Papua Pas PAS News Patroli Pemilu Pendidikan Pengadilan Pengamat Peristiwa Pers Pilkada Pilpres Polri Poltekip Presiden Produk Karya PUN Pungli Rakor Ramadhan Rekor MURI Remisi Revisi PP 99 Revisi UU Narkotika Revitalisasi Riau Rilis RKUHP Rupbasan Rutan Rutan Bengkulu Rutan Amurang Rutan Anak Air Rutan Bagansiapi-Ali Rutan Banda Aceh Rutan Bandung Rutan Bangli Rutan Barru Rutan Batam Rutan Batang Rutan Baturaja Rutan Bener Meriah Rutan Bireuen Rutan Bireun Rutan Blangkejeren Rutan Blora Rutan Bulukumba Rutan Calang Rutan Cilodong Rutan Cipinang Rutan Cirebon Rutan Depok Rutan Dolok Sanggul Rutan Donggala Rutan Enreakang Rutan Gianyar Rutan Gunung Sindur Rutan Idi Rutan Jantho Rutan Jeneponto Rutan Jepara Rutan Kajhu Rutan Kebonwaru Rutan Klas I Medan Rutan Kolaka Rutan Kota Agung Rutan Kota Bakti Rutan Kota Bumi Rutan Kotabumi Rutan Kotapinang Rutan KPK Rutan Kraksaan Rutan Kupang Rutan Labuhan Batu Rutan Labuhan Deli Rutan Lhoksukon Rutan Lubuk Sikaping Rutan Majene Rutan Makassar Rutan Malabero Rutan Malendeng Rutan Manado Rutan Marabahan Rutan Masamba Rutan Medaeng Rutan Mempawah Rutan Muara Dua Rutan Natal Rutan Nganjuk Rutan Padang Rutan Painan Rutan Pakjo Palembang Rutan Palangkaraya Rutan Pancurbatu Rutan Pangkep Rutan Pasangkayu Rutan Pekanbaru Rutan Pemalang Rutan Pontianak Rutan Purworejo Rutan Putusibau Rutan Rembang Rutan Sabang Rutan Salemba Rutan Sanggau Rutan Sawahlunto Rutan Semenep Rutan Sengkang Rutan Siak Rutan Sialang Rutan Sidrap Rutan Sigli Rutan Sinabang Rutan Singkil Rutan Sinjai Rutan Soasio Rutan SoE Rutan Solo Rutan Soppeng Rutan Sumenep Rutan Sungaipenuh Rutan Surabaya Rutan Surakarta Rutan Takengon Rutan Tanggerang Rutan Tanjung Rutan Tanjung Balai Karimun Rutan tanjung Gusta Rutan Tanjung pura Rutan Tanjungpinang Rutan Tapaktuan Rutan Teminabuan Rutan Trenggalek Rutan Unaaha Rutan Wates Rutan Way Huwi Rutan Wonosobo RUU PAS Sekjen PAS Sekjenpas Sesditjen Sesditjen HAM Sesditjen PAS Sex Sidak Sipir Sosok Staf Ahli Menteri Staf Khusus Menkumham Super Maximum Security T. Saladin Tahanan Tahanan Kabur Teknologi Terpidana Mati TNI TPPU Uang Elektronik Waisak Wapres WBK/WBBM WNA


GORONTALO,(BPN)- Warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pohuwato, inisial HB alias Sadam, yang melarikan diri pada 12 November berhasil ditangkap, Jumat (15/11), di salah satu indekos di Kelurahan Pulubala, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo.

Tim gabungan yang terdiri dari Buser Polres Gorontalo Kota dan Polsek Kota Tengah, serta sipir dari Lapas Pohuwato, mengepung indekos tempat Sadam berpesta minuman keras (Miras) sekaligus persembunyiannya.

Usai ditangkap pelaku kemudian diamankan di Polsek Kota Tengah, sebelum dibawa kembali di Lapas Pohuwato. 

Kepala Sub Bagian Pembinaan Lapas Pohuwato, Abdul Rajak Suleman menjelaskan, usai ditangkap pelaku akan langsung dibawa ke Lapas Pohuwato untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Pelaku akan kami bawa dan dimintai keterangan tentang motif ia melarikan diri," ujar Abdul Rajak Suleman.

Sebelumnya seorang warga binaan bernama Sadam melarikan dari Lapas Pohuwato. 

Kejadian itu terjadi pada Selasa (12/11) sekitar pukul 05.30 WITA. Narapidana yang terlibat kasus narkoba itu diduga lolos dari penjagaan petugas. 

Kejadian itu baru diketahui pukul 07.30 WITA, saat petugas menggelar apel pengecekan. Dari 197 penghuni lapas, satu tak ada dalam daftar. 

Petugas kemudian bergerak cepat melakukan pengecekan di sekitar lokasi. Namun HB tak kunjung ditemukan. 

HB merupakan residivis kasus penipuan. Ia memanfaatkan kelengahan petugas yang sedang melakukan persiapan apel pengecekan. Kemudian ia mencoba meloloskan diri melewati pagar ornamesh. 

Hal itu diketahui karena petugas menemukan balok kayu yang digunakannya untuk memanjat gedung penjagaan. Tak hanya itu, petugas juga menemukan jaket berwarna merah yang tersangkut di kawat berduri.(kumparan)


PEKANBARU,(BPN) – Mengawali masa tugasnya di Kanwil Kemenkumham Riau pada awal November ini, Kepala Divisi Pemasyarakatan, Maulidi Hilal langsung bergerak cepat melakukan pembinaan dan pengawasan ke Satuan Kerja Pemasyarakatan. Rumah Tahanan Negara Kelas II Pekanbaru adalah Satuan Kerja pertama yang disambangi oleh mantan Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Bangka Belitung ini pada Kamis (14/11/2019).

Dalam kunjungan ini, Kadiv pas Hilal langsung melakukan pengecekkan ke seluruh fasilitas yang ada di Rutan Pekanbaru, yakni Blok-blok hunian, Ruang Kunjungan, Pos Penjagaan, Ruang kantor dan Dapur. 

Beliau bahkan memeriksa langsung makanan yang akan diberikan kepada Warga Binaan. Selain pengecekan fasilitas Rutan, kerapian dan kelengkapan atribut seragam Pegawai Rutan tidak luput dari pantauan Kadiv Pas.

Dari hasil kunjungan perdananya ke Rutan Pekanbaru ini, Kadiv Pas Hilal mengaku cukup puas dengan kondisi Rutan Pekanbaru dimana tidak ditemukan adanya kendala yang berarti, Semua yang diperiksa telah sesuai dengan standar operasional (SOP) yang berlaku. 

Namun kadivpas tetap mengingatkan jajaran Rutan Pekanbaru agar lebih intensif dan teliti dalam melakukan pengawasan serta penjagaan keamanan dan ketertiban di Rutan Pekanbaru agar kejadian kerusuhan mei 2017 lalu tidak terulang kembali.(Red/Rls)


PEKANBARU,(BPN)–  Pelaksanaan Upacara dalam rangka memperingati HUT ke-74 Korps Brimob Polri di Lapangan Sat Brimob Polda Riau Jalan Ahmad Dahlan, Pekanbaru pada Kamis (14/11/19), menjadi kegiatan dalam minggu pertamanya pasca dilantik sebagai Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Riau yang baru yakni Maulidi Hilal.

Upacara yang dipimpin oleh Wakapolda Riau, Brigadir Jenderal (Brigjen) Drs Sutrisno Yudi Hermawan tersebut turut dihadiri oleh hampir seluruh pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Provinsi Riau.

Mengusung tema “Brimob Untuk Indonesia”, diharapkan Korps Brimob Polri semakin profesional dalam menjalankan tugasnya untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kehadiran Kadiv Pemasyarakatan Riau dalam upacara ini merupakan wujud sinergitas lintas instansi sebagai bagian dari silaturahmi dan sinergitas antara aparat penegak hukum. 

Sinergi harus semakin ditingkatkan demi terciptanya penegakan hukum yang efisien dan efektif serta mengedepankan rasa keadilan pada masyarakat.(Red/Rls)


KOTABARU,(BPN))- Lagi-lagi Aparat Kepolisian Resort Kotabaru berhasil mengungkap peredaran narkoba jenis sabu yang dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Propinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Peredaran maupun Bisnis narkoba dikendalikan oleh salahsatu  narapidana dari dalam Lembaga Pemasyarakatan Kotabaru dengan mengunakan telepon seluler.

Napi berinisial HHS ini merupakan satu dari 16 orang tersangka yang terjaring Operasi Antik Intan 2019 yang dilaksanakan Kepolisian Resort Kotabaru.

 "Ada orang lain yang kita tangkap, kemudian mengarah ke dia," ujar Kasatres Narkoba Polres Kotabaru Margono, Selasa.

Menurutnya, yang bersangkutan sudah hampir setahun mendekam di Lapas Kotabaru karena kasus narkoba.

Namun, berada di balik jeruji besi rupanya tidak menghalanginya untuk tetap menjalankan bisnis haram tersebut.

HHS yang disebutnya sebagai bandar kecil itu selama ini melakukan transaksi melalui telepon.

Da menyuruh orang lain untuk mengantarkan narkoba yang dipesan tersebut kepada pembeli.

"Jadi dia sebagai pengendali, ada istilah 'kuda' yang mengantar, lalu pembeli mengambil di lokasi tertentu," katanya.

Menurut  Kasat narapidana tersebut akan dilakukan pemeriksaan dan segera diproses hukum atas perbuatannya.(red/antara)


JAKARTA,(BPN)-  - KPK memeriksa Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan RS Rosela Karawang, dr Fuisal Muliono Tjandra, sebagai saksi terkait kasus dugaan suap mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husien. dr Fuisal dicecar KPK soal mekanisme berobat narapidana di luar lapas.

"KPK mengkonfirmasi pengetahuan terkait mekanisme narapidana yang bagaimana mereka bisa berobat keluar dari lembaga pemasyarakatan," kata Plh Kabiro Humas KPK Chrystelina G Sitompul di KPK Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2019).

Dalam kasus ini, KPK menetapkan lima tersangka baru kasus dugaan suap terkait pemberian fasilitas di Lapas Sukamiskin. Penetapan para tersangka dilakukan dari hasil pengembangan dari OTT terhadap eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husein pada 2018.

Para tersangka itu yakni mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein (WH) dan mantan Kalapas Sukamiskin Deddy Handoko (DHA) sebagai penerima, sedangkan napi kasus korupsi, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan (TCW), mantan Bupati Bangkalan yang juga napi korupsi Fuad Amin (FA) (status tersangka gugur karena Fuad wafat dalam proses penyidikan), Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi, Rahadian Azhar (RAZ) ditetapkan sebagai pemberi.

Rahadian Azhar yang merupakan Dirut PT Glori Karsa Abadi diduga memberi suap ke Wahid. Dugaan suap ini berawal dari permintaan Wahid kepada Rahadian, yang merupakan pengusaha mitra Lapas Sukamiskin, untuk mencarikan mobil pengganti serta meminta Rahadian membeli mobil milikinya senilai Rp 200 juta.

"Atas permintaan tersebut, RAZ menyanggupi untuk membeli mobil Mitsubishi Pajero Sport Hitam senilai sekitar Rp 500 juta untuk WH. Ia juga menyanggupi membeli Toyota Innova milik WH," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam konferensi pers di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (16/10).

Rahadian kemudian disebut menyampaikan agar Wahid membayar cicilan mobil Pajero Sport itu senilai Rp 14 juta per bulan. Namun Wahid keberatan sehingga Rahadian menyanggupi untuk membayar cicilan. Rahadian juga ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara itu, Wawan diduga memberi suap dalam bentuk uang. Suap diduga berjumlah Rp 75 juta.(Red/Detik)


CIAMIS,(BPN),- Seorang oknum petugas Lapas kelas ll B Ciamis, Jawa Barat, berisial AA (53), ditangkap Satnarkoba Polres Ciamis, setelah kedapatan akan menyelundupkan narkoba jenis sabu-sabu seberat 50,1 gram ke dalam Lapas Ciamis.

Kapolres Ciamis, AKBP. Bismo, mengungkapkan, Satnarkoba Polres Ciamis berhasil menangkap AA (53), atas dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

“AA berhasil diringkus di depan Lapas kelas ll B Ciamis, tepatnya di sebuah warung kopi dan kedapatan membawa sabu-sabu seberat 50,1 gram yang akan diselundupkan ke dalam Lapas Ciamis,” terang Bismo, saat menggelar konferensi pers di Mapolres Ciamis, Kamis (07/11/2019).

Lebih lanjut Bismo menjelaskan, dari hasil penangkapan di TKP, selain AA, Satnarkoba Polres Ciamis juga menangkap tersangka AF (32), warga Bandung, yang tak lain sebagai penyalur narkoba ke Lapas kelas ll B Ciamis.

“Peran dari AA sendiri sebagai penyalur narkoba ke dalam Lapas Ciamis, dan AF sebagai pembawa narkoba yang akan dijualbelikan di Lapas kelas ll B Ciamis, yang memerintahkan ke oknum petugas sipir tersebut,” paparnya.

Kedua tersangka AA dan AF mendapakan orderan dari narapidana berinisial AS dan RC yang tak lain penghuni Lapas kelas ll B Ciamis. Dari pengakuan kedua tersangka, jika dirupiahkan, barang haram tersebut nilainya seharga Rp 90 juta. 

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka AA dan AF dijerat dengan pasal 114 ayat (2) Jo pasal 112 ayat (2) Jop pasal 132 ayat (1) Jo pasal 127 Ayat (1) Huruf A, UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan hukumannya 5 sampai 20 tahun penjara,” pungkas Bismo.(red/HROnline)


MEDAN,(BPN) -Aksi penipuan mencatut nama KPK dan perwira Kepolisian oleh Narapidana (napi) kembali terjadi.

Kali ini korbannya merupakan salahsatu anggota Dewan Perwakilan Rakyat  Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara , Provinsi Kalimantan Timur.

Napi Lapas Klas IIA Pematang Siantar, Sumut, diduga terlibat penipuan lewat telepon. Napi ini mengaku sebagai penyidik KPK dan perwira polisi

Dari informasi yang dihimpun, komplotan penipu dari Lapas Aceh, Jambi dan Pematang Siantar itu meraup uang sebanyak Rp 120 juta. 

Informasi yang dihimpun, komplotan penipu dari Lapas Aceh; Jambi dan Pematang Siantar itu berhasil meraup uang Rp 120 juta. 

"Jadi petugas Polres Kutai datang ke sini memeriksa Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) diduga melakukan penipuan. Pemeriksaan ya bukan penangkapan," ujar Humas Lapas Klas II-A Pematang Siantar Hiras Silalahi saat dihubungi, Kamis (7/11/2019).

WBP yang diperiksa atas nama Supriatin alias Priatin (26). Dia diperiksa pada Selasa (5/11/2019).

"Katanya kawannya sudah ditangkap. Sindikatnya beraksi Agustus lalu," sambung Silalahi.

Pihak lapas akan melakukan pemeriksaan ketat terkait kasus penipuan via telepon dari Lapas ini.

Priatin merupakan WBP kasus narkoba yang dihukum 9 tahun penjara. Dia sudah menjalani hukuman selama 3 tahun di Lapas Klas II-A Pematang Siantar.(rED/dETIK)



IDI,(BPN)- Petugas Cabang Rutan Idi, Aceh Timur berhasil menggagalkan upaya pelarian  salahsatu narapidana (napi), Rabu (6/11/2019) sekitar pukul 14:50 WIB.

Kepala Cabang Rutan Idi Efendi SH mengungkapkan kronologis upaya pelarian yang dilakukan Fauzi bin Nur Afwadi warga Desa Blang Siguci Kec. Idi Tunong Kab. Aceh Timur.

“ Pada pukul 13:00 WIB awalnya yang bersangkutan mengeluh sakit pada petugas jaga,kemudian oleh komandan jaga membawanya ke klinik untuk dirawat “,ujar efendi.

Setelah mendapatkan perawatan yang ditangani oleh petugas medis yakni dilakukan opserfasi dalam klinik,kemudian napi fauzi membobol plafon ruang klinik merayap kearah bangunan kantor dan membobol plafon sebelum melompat kebawah serta melarikan diri kearah pagar depan kantor kearah belakang.

Namun naas bagi fauzi aksi pelariannya diketahui oleh petugas dan tamping yang melakukan pengejaran keareal persawahan.

“ Petugas dan tamping berhasil meringkusnya kembali setelah kejar-kejaran disawang dan semak belukardi belakang cabang rutan idi “,tutur efendi.

Napi fauzi lansung dibawa kembali ke cabang rutan idi dan dijebloskan dalam sel karantina untuk sementara waktu.(Red)


BAPANAS- Aparat polisi gabungan dari Satgas 2 Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim  Mabes Polri, Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepulauan Riau, dan Polres Tanjungpinang berhasil meringkus 4 bandar narkotika jaringan Indonesia-Malaysia. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo melalui keterangan tertulis, Kamis (7/11/2019) mengatakan awalnya, tim gabungan menangkap tersangka H di Kuantan, Tanjungpinang, Kepri, Minggu (3/11/2019).

 "Hal ini terungkap melalui proses penyelidikan selama tiga bulan terhadap informasi yang diberikan oleh masyarakat dan diawali dengan tertangkapnya seorang tersangka inisial H,”,ungkap brigjen dedi.

Setelah dilakukan pengembangan, polisi menangkap tersangka lainnya, berinisial E alias Apeng dan AK. 

E alias Apeng merupakan WNI, sementara AK adalah warga negara Malaysia. Keduanya merupakan narapidana kasus narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjungpinang. 

Dedi mengatakan, E alias Apeng berperan sebagai pengendali rekannya di luar dan AK mengatur jalur distribusi. 

"Inisial AK, warga negara Malaysia dan merupakan napi di Lapas Tanjungpinang. (Dia) yang berperan mengendalikan jalur masuk dan pendistribusian barang haram tersebut," tuturnya. 

Aparat kemudian kembali melakukan pengembangan. Hasilnya, tersangka E berhasil ditangkap di Tanjung Sengkuang, Batam, Kepri, pada hari yang sama. Polisi membawa tersangka E agar memberitahu keberadaan tersangka lainnya yang kini masih buron (Mr X). 

Namun, karena tersangka E berusaha melarikan diri, ia ditembak dan berakibat meninggal dunia. 

"Saat tiba di lokasi, tersangka mendorong petugas dan berupaya melarikan diri, lalu dilakukan tembakkan peringatan agar yang bersangkutan berhenti, akan tetapi tidak digubris oleh tersangka, akhirnya dilakukan tindakan tegas terukur yang mengakibatkan meninggal dunia," ucap dia. 

Barang bukti yang berhasil diamankan adalah shabu-shabu sebanyak 12.200 kilogram, 220 butir pil ekstasi, 550 butir (55 Strip) Happy Five.(Red/kompas)

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Informasi BAPAS. Theme images by mariusFM77. Powered by Blogger.