Latest Post

Aceh Agama Asean Games Balitbang Bapas Bea Cukai Bebas Narkoba Bela Negara Bencana Alam Bengkulu Berita Berita Video BNN BNPT Bom Lhokseumawe BPP Cabang Rutan Namlea Cabrut Lhoknga CPNS Daer Daerah Dindin sudirman Dir Yantah Dirbina Latkerpro Dirjen Imigrasi Dirjen PAS Dirjenpas Dirkamtib Ditjen PAS Ditjenpas DPD DPO DPR Editorial PAS Ekonomi FORMATPAS Guantanamo Hak WBP HAKKI HAM HANI Hardiknas Hari PAS Harki Harkitnas HDKD Hukum HUT PAS HUT RI HUT RiI Imigrasi Imlek Informasi International Investigasi Irwil Itjenpas Jaksa JARI Ka. KPLP Kadiv PAS Kadivmin Kadivpas Kakanwilkumham RI Kamar Biologis Kanwilkumham Kanwilkumham RI Kasubag humas Kejagung Kejari Kejati Keluhan Napi Kementerian PUPR Kesehatan Kisah Sejarah Komisi III Komnas HAM Koruptor Kotabaru KPK KPR KPU Kriminal Kunker Lampung Lapaa Bengkalis Lapas Lapas Bangkinang Lapas Karang Intan Lapas Abepura Lapas Ambarawa Lapas Ampana Lapas Amungtai Lapas Atambua Lapas Balikpapan Lapas Banceuy Lapas Bandar Lampung Lapas Bandung Lapas Bangkinang Lapas Bangko Lapas Bangli Lapas Banjarbaru Lapas Banjarmasin Lapas Banjarsari Lapas Banyu Asin Lapas Banyuwangi Lapas Barelang Lapas Batam Lapas Batu Lapas Baubau Lapas Bayur Lapas Bayuwangi Lapas Bekasi Lapas Bengkalis Lapas Bentiring Lapas Besi Lapas Bima Lapas Binjai Lapas Bitung Lapas Blangpidie Lapas Blitar Lapas Boalemo Lapas Bojonegoro Lapas Bolangi Lapas Bondowoso Lapas Bontang Lapas Brebes Lapas Bukit Semut Lapas Bukit Tinggi Lapas Bukitsemut Lapas Bulukumba Lapas Ciangir Lapas Cianjur Lapas Cibinong Lapas Cikarang lapas Cilacap Lapas Cilegon Lapas Cilodong Lapas Cipayung Lapas Cipinang Lapas Cirebon Lapas Curup Lapas DIY Lapas Doyo lapas Garut Lapas Gintung Lapas Gobah Lapas Gunung Sindur Lapas Gunung Sitoli Lapas Gunung Sugih Lapas High Risk Lapas Indramayu Lapas Industri Lapas Jambi Lapas Jambula Lapas Jelekong Lapas Jember Lapas Kalianda Lapas Karanganyar Lapas Karangasem Lapas Karawang Lapas Kediri Lapas Kedungpane Lapas Kelas I Medan Lapas Kendal Lapas Kendari Lapas Kerobokan Lapas Kerobokanm Napi Lapas Kesambi Lapas Ketapang Lapas Klas I Medan Lapas Klaten Lapas Kota Agung Lapas Kotabaru Lapas Kotabumi Lapas Kuala Simpang Lapas Kuala Tungkal Lapas Kupang Lapas Kutacane Lapas Labuhan Ruku Lapas Labuhanbatu Lapas Laing Lapas Lamongan Lapas Lampung Lapas Langsa Lapas Lembata Lapas Lhokseumawe Lapas Lowokwaru Lapas Lubuk Pakam Lapas Lubuklinggau Lapas Lubukpakam Lapas Lumajang Lapas Luwuk Lapas Madiun Lapas Magelang Lapas Majalengka Lapas Makassar Lapas Malang Lapas Manado Lapas Manna Lapas Manokwari Lapas Maros Lapas Martapura Lapas Mataram Lapas Merah Mata Lapas Merauke Lapas Metro Lapas Meulaboh Lapas Mojokerto Lapas Muara Bungo Lapas Muara Sabak Lapas Muara Tebo Lapas Muara Teweh Lapas Muaraenim Lapas Muaro Sijunjung Lapas narkoba Baleendah Lapas Narkotika Lapas Ngawi Lapas Padang Lapas Palangkaraya Lapas Palembang Lapas Palendang Lapas Palopo Lapas Palu Lapas Pamekasan Lapas Pancur Batu Lapas Pangkal Pinang Lapas Pangkalan Balai Lapas Pangkalan Bun Lapas Parepare Lapas Pariaman Lapas Pasir Pangaraian Lapas Pasir Putih Lapas Pati Lapas Payakumbuh Lapas Pekalongan Lapas Pekanbaru Lapas Pematang Siantar Lapas Pemuda Tanggerang Lapas Permisan Lapas Permpuan Sigli Lapas Pohuwato Lapas Polewali Lapas Pontianak Lapas Porong Lapas Probolinggo Lapas Purwakarta Lapas Purwokerto Lapas Rajabasa Lapas Rantau Prapat Lapas Raya Simalungun Lapas Salemba Lapas Samarinda Lapas Sampit Lapas Sarolangun Lapas Sawahlunto Lapas Sekayu Lapas Semarang Lapas Serong Lapas Siantar Lapas Sidoarjo Lapas Silambue Lapas Singaraja Lapas Singkawang Lapas Slawi Lapas Sleman Lapas Sragen Lapas Sukabumi Lapas Sukamara Lapas Sukamiskin Lapas Sumbawa Lapas Super Maximum Lapas Surabaya Lapas Surakarta Lapas Tabanan Lapas Takalar Lapas Tanggerang Lapas Tanjung Pandan Lapas Tanjung pura Lapas Tanjung Raja Lapas Tanjungpandan Lapas Tanjungpinang Lapas Tarakan Lapas Tebing Tinggi Lapas Tebo Lapas Tegal Lapas Teluk Dalam Lapas Tembilahan Lapas Tenggarong Lapas Ternate Lapas Timika Lapas Tuantu Lapas Tuban Lapas Tulungagung Lapas Wamena Lapas Wanita Lapas Warungkira Lapas Watambone Lapas Way Huwi Lapas Way Kanan Lapas Waykanan Lapas Yogya Lapas Yogyakarta LapasTanjung Lapastik Bandung Lapastik Bayur Lapastik Kasongan Lapastik Langkat Lapastik Nusakambangan Lapastik Sungguminasa Lebaran LP Banceuy LP Banda Aceh Lpas Kembang Kuning LPKA LPKA Jambi LPKA Manokwari LPKA Martapura LPN Karang Intan LPN Pematang Raya LPP LPP Baloi LPP Martapura LPP Palangkaraya LPP Pangkalpinang LPP Tanggerang LPP Tanjungusta Mataram Medan Menhan Menko Polhukam Menkopolhukam Menkumham Menkumham RI Menpan-RB Mensos MPR n Nabire Nap Napi Napi Anak Napi Teroris Narkotika Nasional Natal Nusakambangan Nusantara Nyepi Olahraga Ombudsman Opini OTT Over Kapasitas Padang Papua Pas PAS News Patroli Pemilu Pendidikan Pengadilan Pengamat Peristiwa Pers Pilkada Pilpres Polri Poltekip Presiden Produk Karya PUN Pungli Rakor Ramadhan Rekor MURI Remisi Revisi PP 99 Revisi UU Narkotika Revitalisasi Riau Rilis RKUHP Rupbasan Rutan Rutan Bengkulu Rutan Amurang Rutan Anak Air Rutan Bagansiapi-Ali Rutan Banda Aceh Rutan Bandung Rutan Bangli Rutan Barru Rutan Batam Rutan Batang Rutan Baturaja Rutan Bener Meriah Rutan Bireuen Rutan Bireun Rutan Blangkejeren Rutan Blora Rutan Bulukumba Rutan Calang Rutan Cilodong Rutan Cipinang Rutan Cirebon Rutan Depok Rutan Dolok Sanggul Rutan Donggala Rutan Enreakang Rutan Gianyar Rutan Gunung Sindur Rutan Idi Rutan Jantho Rutan Jeneponto Rutan Jepara Rutan Kajhu Rutan Kebonwaru Rutan Klas I Medan Rutan Kolaka Rutan Kota Bakti Rutan Kota Bumi Rutan Kotabumi Rutan Kotapinang Rutan KPK Rutan Kraksaan Rutan Kupang Rutan Labuhan Batu Rutan Labuhan Deli Rutan Lhoksukon Rutan Lubuk Sikaping Rutan Majene Rutan Makassar Rutan Malabero Rutan Malendeng Rutan Manado Rutan Marabahan Rutan Masamba Rutan Medaeng Rutan Mempawah Rutan Muara Dua Rutan Natal Rutan Nganjuk Rutan Padang Rutan Painan Rutan Pakjo Palembang Rutan Pancurbatu Rutan Pangkep Rutan Pasangkayu Rutan Pekanbaru Rutan Pemalang Rutan Pontianak Rutan Purworejo Rutan Putusibau Rutan Rembang Rutan Salemba Rutan Sanggau Rutan Sawahlunto Rutan Sengkang Rutan Siak Rutan Sialang Rutan Sidrap Rutan Sigli Rutan Sinabang Rutan Singkil Rutan Sinjai Rutan Soasio Rutan SoE Rutan Solo Rutan Soppeng Rutan Sumenep Rutan Sungaipenuh Rutan Surabaya Rutan Surakarta Rutan Takengon Rutan Tanggerang Rutan Tanjung Rutan Tanjung Balai Karimun Rutan tanjung Gusta Rutan Tanjung pura Rutan Tanjungpinang Rutan Tapaktuan Rutan Trenggalek Rutan Unaaha Rutan Way Huwi Rutan Wonosobo RUU PAS Sekjen PAS Sekjenpas Sesditjen Sesditjen HAM Sesditjen PAS Sex Sidak Sipir Sosok Staf Ahli Menteri Staf Khusus Menkumham Super Maximum Security T. Saladin Tahanan Tahanan Kabur Teknologi Terpidana Mati TNI TPPU Uang Elektronik Waisak Wapres WBK/WBBM WNA

tribrata

CIREBON,(BPN) - Satuan Reserse Narkoba Polres Cirebon mengungkap lima kasus peredaran narkotika jeni sabu-sabu yang dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Gintung, Kabupaten Cirebon.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan lima tersangka dengan total barang bukti sebanyak 25 gram sabu. Kelima tersangka masing-masing berinisial BN, RA, WA, MA, dan STL. Mereka digelandang ke Mapolres Cirebon Kota, Kamis (18/7/2019) pagi.

"Kelima tersangka ini diamankan petugas Sat Narkoba Polres Cirebon Kota lantaran terlibat kasus peredaran narkotika yang dikenalikan dari dalam Lapas Gintung," kata Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy.

Selain menangkap lima tersangka, ujar Roland, polisi juga mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 25 gram, beberapa telepon genggam, dan timbangan digital.

"Modus yang mereka gunakan relatif sama melalui kurir. Kami akan terus mendalami kasus narkoba ini yang kemungkinan melibatkan orang lain dari jaringan tersebut," ujar Kapolres.

Dalam kasus ini, tutur Roland, Satres Narkoba Polres Cirebon Kota akan berkordinasi dengan pihak terkait seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cirebon dan Lapas Gintung untuk menangani masih ada peredaran narkoba yang dikendalikan napi dari dalam lapas.(red/sindo)


BAPANAS- Salahsatu Narapidana (napi) yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Surabaya atau lebih dikenal dengan sebutan lapas Porong terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo.

Ternyata napi tersebut bernama Kukuh Patal Unang (30), warga Kelurahan Adu Keras, Kecamatan Juana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Napi Kukuh mengalami luka tusuk di matanya ,Pelakunya adalah napi lain sesama napi kasus narkotika.

"Memang benar ada peristiwa itu. Kasusnya sudah diserahkan ke pihak kepolisian, dan polisi masih menangani perkara tersebut," kata Suharman, Kepala Lapas Kelas 1 Surabaya, Rabu (17/7/2019).

Napi yang mengalami luka tusuk di matanya bernama Kukuh Patal Unang (30), warga Kelurahan Adu Keras, Kecamatan Juana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Ia sudah dilarikan ke RSUD Sidoarjo Dia juga harus menjalani operasi bola mata akibat peristiwa itu.

Pelaku penusukan itu adalah Nur Gisan (41) warga Desa Sumber Putih, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Dia terpidana kasus narkoba dengan hukuman 7,5 tahun penjara.

Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa berdarah itu terjadi di Blok A Wing 4 nomor 9 Lapas Porong, Senin (15/7/2019) lalu, sekira pukul 05.00 WIB.

Dalam kamar itu ada sekitar 20 orang napi.

Pagi-pagi tiba-tiba korban terbangun dan berteriak kesakitan.

Bagian matanya sudah terluka dan mengeluarkan banyak darah

Saat itu korban melihat terduga pelaku memegang sebilah pisau yang ada bercak darahnya.

Demikian halnya beberapa napi sesama penghuni kamar, mereka terbangun dan mendapati korban berlumuran darah, sementara pelaku masih membawa pisau.

Sebagian napi berusaha menolong korban, dan sebagian berusaha memegang pelaku.

Tapi pelaku malah berusaha menyerang napi lain yang berusaha mencegahnya.

Pelaku akhirnya berhasil diamankan oleh petugas lapas bersama para napi lain.

Sementara korban, dilarikan ke RSUD Sidoarjo.

Terpidana 10 tahun kasus narkoba itu harus menjalani operasi mata di rumah sakit.

Hari Selasa (16/7/2019) siang, kasus itu dilaporkan ke polisi.

Dan petugas dari Polsek Porong pun kemudian melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini.

Selain memintai keterangan beberapa saksi, petugas juga mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau belati yang pegangannya terbuat dari kayu dengan ukuran sekira 20 cm.

"Korban sudah menjalani operasi, dan sekarang masih dirawat di rumah sakit. Petugas masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini," kata Kapolsek Porong Kompol Wagiyo.

Namun, polisi belum bisa memintai keterangan terhadap pelaku penganiayaan tersebut.

Ada dugaan, pelaku mengalami gangguan kejiwaan. Tapi masih didalami oleh polisi.

"Berdasarkan keterangan saksi-saksi, ada yang bilang pelaku stres, dan macem-macem. Tapi kami masih mendalaminya, dan kami tetap akan meminta keterangan dari terduga pelaku," jelasnya.

Di dalam lapas sendiri, pelaku sudah ditempatkan di tahanan khusus.

Terpidana kasus narkoba dengan hukuman penjara selama 7,5 tahun itu sudah dipindahkan ke ruang sel khusus.(Red/tribun)


SOLO,(BPN)- Kembali insiden bunuh diri Narapidana  (Napi) menghiasi Lembaga Pemasyarakatan (lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di Indonesia.

Kali ini aksi nekat bunuh diri tersebut terjadi di Rutan Klas I Solo Senin (15/7/2019), dimana dikabarkan Haryanto Bin Yosef Soediarto alias Yusak (53), warga Kampung Sewu Jebres) terpidana 1,5 dalam kasus investasi bodong tewas sesat setelah dilarikan ke rumahsakit setelah meminum cairan pembersih lantai.

Dari Informasi diterima redaksi, yusak ditemukan dikamar mandi dalam keadaan muntah-muntah pada pukul pukul 10:00 WIB,kemudian dilarikan oleh teman sekamarnya ke klinik Rutan.

Oleh karena kondisi tidak kunjung membaik,petugas melarikan yusak ke Rumahsakit Umum (RSUD) Dr. Moewardi namun sekitar pukul  13:10 WIB dinyatakan telah meninggal dunia.

Diketahui, masa tahanan yusak tidak lama lagi akan berakhir dan yusak menghuni kamar blok B nomor 4 bersama 19 orang napi lainnya namun saat yusak menenggak cairan pembersih lantai tidak seorang pun melihatnya.


Sementara itu Karutan Klas I Surakarta M.  Nuha Ulin yang dihubungi melalui telepon selularnya menyampaikan kepada redaksi untuk menghubungi Plh Karutan Solo disebabkan dirinya sedang mengikuti Diklat di Jakarta.

" Maaf Saya sedang diklat,konfirmasi saja ke Plh saya saja bang ",tulis ulin singkat melalui pesan WhatApsnya, Selasa (16/7/2019).



SAMPIT,(BPN)- Seorang narapidana perempuan berinisial Norhasanah alias Nor (31) diciduk sipir Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Dia diduga menggunakan narkoba jenis sabu-sabu di dalam penjara tempat dia ditahan.

"Dia ini statusnya masih tahanan yang sedang diproses hukum karena kasus narkoba juga. Kasusnya belum vonis, malah sekarang terseret kasus narkoba lagi," kata Kapolres AKBP Mohammad Rommel melalui Pelaksana Tugas Kepala Satuan Reserse Narkoba Iptu Arasi di Sampit seperti dikutip Antara, Jumat (12/7).

Peristiwa itu terjadi Selasa (9/7) sekitar pukul 17.00 WIB saat sipir Lembaga Pemasyarakatan setempat sedang berpatroli. Patroli rutin dilakukan untuk mengawasi aktivitas para narapidana maupun tahanan, selain melalui kamera tersembunyi.

Saat melewati kamar 1 blok tahanan perempuan, petugas melihat pintu kamar mandi tertutup. Setelah ditanyakan, tahanan lainnya memberitahukan bahwa Nor yang sedang berada dalam kamar mandi tersebut.

Merasa curiga, petugas masuk ke dalam kamar tahanan itu dan memeriksa kamar mandi. Saat itulah petugas mendapati Nor sedang memegang pipet kaca dan korek api gas.

Warga Jalan H Anang Santawi Sampit itu kaget dan langsung membuang pipet kaca itu ke dalam bak air dan korek api gas dilemparnya ke depan pintu kamar mandi.

Setelah itu, petugas lainnya datang dan membantu memeriksa. Hasilnya, petugas menemukan paket kecil diduga sabu-sabu seberat 0,08 gram yang disembunyikan dalam sobekan bra milik Nor yang sedang digantung di dinding kamar mandi. Selain itu juga ditemukan bong terbuat dari botol vitamin yang disembunyikan di bawah tumpukan pakaian kotor.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polres Kotawaringin Timur. Polisi kemudian membawa Nor bersama barang bukti berupa sabu-sabu pipet kaca, bong dan bra yang juga difungsikan untuk menyembunyikan sabu-sabu.

Kejadian ini cukup mengejutkan karena barang haram itu bisa masuk ke dalam lembaga pemasyarakatan yang dijaga dengan ketat. Ini menjadi perhatian pihak lembaga pemasyarakatan dan polisi untuk menelusuri siapa pemasok dan bagaimana sabu-sabu itu diselundupkan hingga sampai ke tangan Nor.

Kasus narkoba ini juga menjadi perhatian karena Nor tidak jera. Padahal kasus pertama saja proses hukumnya masih berjalan, kini dia malah kembali berulah. Dengan pengungkapan kasus ini, ancaman hukuman yang akan dijalani Nor akan semakin berat.

"Dia dijerat Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Proses hukumnya secara maraton saja. Selesai yang terdahulu, dilanjutkan perkara yang baru ini," tandas Arasi. [RED/MDK]


PALANGKARAYA,(BPN)- Bandar Narkoba di Kalimantan Tengah yang telah menjalani hukuman kurungan di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) ternyata masih bisa berbinis sabu, bahkan mampu mengendalikan peredaran sabu meski di dalam jeruji besi dan dijaga petugas.

Ini diakui beberapa orang tersangka yang masih diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalteng, terkait jaringan pengedar narkoba dari Aceh, Pontianak dan Banjarmasin, yang mengaku berani memasukkan barang haram hingga 1,6 kilogram atas kendali napi dalam lapas narkoba setempat.

Setidaknya, pengakuan tersebut diungkapkan pasangan suami istri yang memasukkan 1 kilogram sabu dari jaringan aceh, yakni HA dan SI, warga Palangkaraya yang ditangkap saat di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, belum lama tadi.

Keduanya, mengaku sabu yang saat ini diamankan BNN tersebut merupakan perintah dari Napi yang ada di Lapas Narkoba Kasongan untuk diberikan kepada seseorang di Kalteng.

"Kami hanya diperintah saja oleh AE di Lapas Kasongan, dan dijanjikan imbalan uang, untuk membawanya ke Palangkaraya," ujar HA.

Pengakuan pengedar Narkoba yang tertangkap oleh BNN ini, bukan hanya sekali ini, tetapi sudah berulang kali.

"Ya, kedua tersangka saat diintrogasi mengaku barang haram tersebut merupakan perintah dari saudara AE, salah seorang penghuni Lapas Narkoba Kasongan," ujar Kepala BNN Kalteng, Brigjen Pol Lilik Heri S.

Bukan hanya itu, Kepala BNN Kalteng ini juga menegaskan, salah satu tersangka jaringan pengedar narkoba Banjarmasin yang ditangkap dengan inisial JK mengaku membawa barang haram tersebut atas perintah FA Napi Lapas Palangkaraya.

"Ini sudah kejadian yang kesekian kalinya, peredaran narkoba di Kalteng yang dikendalikan napi melalui telepon selular dari dalam lapas," ujarnya.(Red/tribun)


BANDUNG,(BPN)-- Apaerat Kepolisian dari  Direktorat Reserse Narkotika Polda Jabar berhasil mengungkap kasus peredaran ganja yang diduga dikendalikan sindikat dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas). 

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita sebanyak 83 kilogram daun ganja kering siap edar dan mengamankan tiga tersangka.

Ketiga tersangka yang diamankan polisi adalah VE (34 tahun) warga Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung dan FA (32) warga Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan, kedua tersangka ditangkap pada Kamis (11/7) sekitar pukul 23.00 WIB di pinggir Jalan Raya Barat Cicalengka, Kelurahan Tenjolaya,  Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. 

Saat ditangkap, keduanya tengah berada di dalam mobil Kia Picanto warna putih nopol D 1257 ACE.

"Dari hasil introgasi kepada tersangka  VE bahwa dia   disuruh oleh temannya yang bernama TE (DPO)  yang saat ini sedang menjalani penahanan di Lapas Banceuy Bandung," kata Trunoyudo, Jumat.

Saat digeledah, polisi menemukan empat dua berisikan 16 bal narkotika jenis ganja. Tiap bal memiliki berat lima kilogram  dengan total keseluruhan seberat 83 kilogram.

Ganja itu diangkut menggunakan taksi online dan akan diantarkan kepada pemesan berinisial AL di daerah Cicalengka. Tersangka VE mengaku dijanjikan upah sebesar Rp 16,6 juta.

"Tersangka dijanjikan mendapat upah sebesar Rp 200 ribu per kilo gramnya," ujar Truno Yudo.

Kedua tersangka, kata Truno, dijerat dengan Pasal  111 Ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Polisi, kata dia, masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap jaringan narkotika ini yang diduga melibatkan napi.(Red/Republika)


BAPANAS- Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, berhasil menggagalkan peredaran narkoba yang diatur dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Berawal dari pengembangan beberapa kasus, Reserse Narkoba Polda Sulut, akhirnya melakukan penangkapan terhadap SKT alias Stevi (39), kurir sekaligus diduga pengedar narkoba.

Penangkapan terhadap Stevi yang warga Kelurahan Banjer Lingkungan IV Kecamatan Tikala ini, dilakukan di Jalan Yos Sudarso, Kairagi Weru, Sabtu (6/7).

Dalam penangkapannya, Stevi diamankan bersama barang bukti Narkoba jenis shabu sekitar 50 Gram, 1 (satu) buah HP nokia warna putih dan 1 (satu) buah HP merk oppo.

Setelah menangkap Stevi dan melakukan pengembangan, akhirnya Tim Reserse Narkoba, langsung melakukan Penangkapan di Rutan Malendeng terhadap PAP alias Pris alias Ci Mei, yang diduga sebagai bandar utama.

Saat melakukan penangkapan, Ci Mei diamankan bersama dengan 1 buah HP samsung J2 prime, 1 buah HP samsung flip yang digunakannya dari dalam Lapas untuk mengontrol peredaran narkoba.

"Kemudian pada pukul 12.00 wita, dilakukan penggeledahan di rumah Keluarga Stevi dan ditemukan barang bukti, Narkotika 1 paket kecil sekitar 0,29 gr, 1 buah timbangan digital, 2 bungkus plastik bening, 4 buah lakban dan 1 buah sendok plastik.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sulut, Kombes Pol Eko Wagiyanto menyebutkan jika narkoba ini dikirimkan dari Makassar lewat pesawat dan dijemput oleh ojek online sebagai paket.

"Paket besar yang diterima kemudian dipecah-pecah dan dijual dalam wadah plastik kecil yang sudah di lakban," kata Wagiyanto.(Red/Kumparan)


TANGGERANG,(BPN)- Petugas rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas I Tanggerang berhasil menggagalkan upaya penyeludupan Narkoba jenis sabu, Selasa ((/7/2019).

Dalam press realesenya Humas Rutan Tangerang menyampaikan kronologis kejadian berawal pada Senin (8/7/2019) Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas I Tangerang memperoleh informasi bahwa akan ada barang-barang terlarang yang akan dibawa masuk oleh pengunjung Warga Binaan Pemasyarakatan. 

Pemeriksaan para barang pengunjung dilakukan secara teliti dan ketat mulai diarea Pos pengawas pemeriksaan (wasrik) hingga Penjagaan Pibtu Utama (P2 U).

Ternyata informasi yang diterima benar adanya, petugas rutan berhasil mengamankan dua pengunjung pria berinitial  ECS  dan  NDS dengan barang bukti sabu seberat 1,7 Gram yang disembunyikan dalam jam tangan G-shock berwarna Hitam.

Plh. Kepala Rutan Kelas I Tangerang, M. Putu Judhono lansung berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor Tigaraksa dan Badan Narkotika Nasional Provinsi Banten untuk diproses hukum.

“ECS dan NDS Diduga telah merencanakan penyelundupan barang terlarang matang-matang, dapat terlihat dari cara mereka menyembunyikan barang tersebut di dalam jam tangan, Alhamdulillah dengan kesigapan dan kecermatan petugas Rutan Tangerang penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu itu berhasil digagalkan, semoga kedepannya para petugas Rutan Tangerang ini semakin meningkatkan kinerjanya dalam bertugas,” ujar Putu.


BAPANAS -Kembali aparat Kepolisian berhasil meringkus seorang kurir narkoba jenis Sabu, dimana dalam pengakuan tersangka barang haram tersebut merupakan pesanan seorang napi di Lapas Pekanbaru

Kurir tersebut yakni Muhammad Hidayat (21) ditangkap polisi di Jalan Merak, Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru bersama barang bukti 8 paket sedang sabu seberat 713,5 gram, 8 paket kecil sabu seberat 54,4 gram dan 2 buah timbangan digital.

"Ada juga uang hasil penjualan narkoba sebanyak Rp837 ribu, sebuah buku rekap, 3 unit handphone serta satu sepeda motor Yamaha N Max milik pelaku," ujar Kapolresta Pekanbaru, Kombes Susanto , Rabu (10/7).

Tersangka Hidayat berperan sebagai kurir untuk mengantarkan sabu pesanan seorang napi di Lapas Pekanbaru. Pengungkapan bermula ketika polisi mendapat informasi adanya transaksi narkoba di Jalan Merak, Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru.

Lalu polisi menuju lokasi dan berhasil menangkap tersangka Hidayat. Dari tangannya, sejumlah paket sabu tersebut diamankan polisi.

"Sabu itu disembunyikan tersangka di dalam kotak minuman kemasan yang sempat dibuang di pinggir jalan," ucap Susanto.

Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan dengan membawa Hidayat ke kosannya di Jalan Rindang, Gang Semanggi, Kecamatan Bukit Raya. Setelah tiba, polisi menggeledah isi rumah kos tersebut.

"Kita menemukan barang bukti tambahan berupa 8 paket sedang dan 8 paket kecil sabu beserta 2 buah timbangan digital," kata Susanto.

Kepada polisi, Hidayat mengaku seluruh barang bukti sabu atas suruhan seorang napi di lapas, inisial HS. Saat ini polisi menyelidiki kebenaran informasi keterlibatan napi Lapas Pekanbaru tersebut. [Red/Mdk]
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Informasi BAPAS. Theme images by mariusFM77. Powered by Blogger.