2016-09-11

Aceh Agama Asean Games Balitbang Bapas Bea Cukai Bebas Narkoba Bela Negara Bencana Alam Bengkulu Berita Berita Video BNN BNPT Bom Lhokseumawe BPP Cabang Rutan Namlea Cabrut Lhoknga CPNS Daer Daerah Dindin sudirman Dir Yantah Dirbina Latkerpro Dirjen Imigrasi Dirjen PAS Dirjenpas Dirkamtib Ditjen PAS Ditjenpas DPD DPO DPR Editorial PAS Ekonomi FORMATPAS Guantanamo Hak WBP HAKKI HAM HANI Hardiknas Hari PAS Harki Harkitnas HDKD Hukum HUT PAS HUT RI HUT RiI Imigrasi Imlek Informasi International Investigasi Irwil Itjenpas Jaksa JARI Ka. KPLP Kadiv PAS Kadivmin Kadivpas Kakanwilkumham RI Kamar Biologis Kanwilkumham Kanwilkumham RI Kasubag humas Kejagung Kejari Kejati Keluhan Napi Kementerian PUPR Kesehatan Kisah Sejarah Komisi III Komnas HAM Koruptor Kotabaru KPK KPR KPU Kriminal Kunker Lampung Lapaa Bengkalis Lapas Lapas Bangkinang Lapas Karang Intan Lapas Abepura Lapas Ambarawa Lapas Ampana Lapas Amungtai Lapas Atambua Lapas Balikpapan Lapas Banceuy Lapas Bandar Lampung Lapas Bandung Lapas Bangkinang Lapas Bangko Lapas Bangli Lapas Banjarbaru Lapas Banjarmasin Lapas Banjarsari Lapas Banyu Asin Lapas Banyuwangi Lapas Barelang Lapas Batam Lapas Batu Lapas Baubau Lapas Bayur Lapas Bayuwangi Lapas Bekasi Lapas Bengkalis Lapas Bentiring Lapas Besi Lapas Bima Lapas Binjai Lapas Bitung Lapas Blangpidie Lapas Blitar Lapas Boalemo Lapas Bojonegoro Lapas Bolangi Lapas Bondowoso Lapas Bontang Lapas Brebes Lapas Bukit Semut Lapas Bukit Tinggi Lapas Bukitsemut Lapas Bulukumba Lapas Ciangir Lapas Cianjur Lapas Cibinong Lapas Cikarang lapas Cilacap Lapas Cilegon Lapas Cilodong Lapas Cipayung Lapas Cipinang Lapas Cirebon Lapas Curup Lapas DIY Lapas Doyo lapas Garut Lapas Gintung Lapas Gobah Lapas Gunung Sindur Lapas Gunung Sitoli Lapas Gunung Sugih Lapas High Risk Lapas Indramayu Lapas Industri Lapas Jambi Lapas Jambula Lapas Jelekong Lapas Jember Lapas Kalianda Lapas Karanganyar Lapas Karangasem Lapas Karawang Lapas Kediri Lapas Kedungpane Lapas Kelas I Medan Lapas Kendal Lapas Kendari Lapas Kerobokan Lapas Kerobokanm Napi Lapas Kesambi Lapas Ketapang Lapas Klas I Medan Lapas Klaten Lapas Kota Agung Lapas Kotabaru Lapas Kotabumi Lapas Kuala Simpang Lapas Kuala Tungkal Lapas Kupang Lapas Kutacane Lapas Labuhan Ruku Lapas Labuhanbatu Lapas Laing Lapas Lamongan Lapas Lampung Lapas Langsa Lapas Lembata Lapas Lhokseumawe Lapas Lowokwaru Lapas Lubuk Pakam Lapas Lubuklinggau Lapas Lubukpakam Lapas Lumajang Lapas Luwuk Lapas Madiun Lapas Magelang Lapas Majalengka Lapas Makassar Lapas Malang Lapas Manado Lapas Manna Lapas Manokwari Lapas Maros Lapas Martapura Lapas Mataram Lapas Merah Mata Lapas Merauke Lapas Metro Lapas Meulaboh Lapas Mojokerto Lapas Muara Bungo Lapas Muara Sabak Lapas Muara Tebo Lapas Muara Teweh Lapas Muaraenim Lapas Muaro Sijunjung Lapas narkoba Baleendah Lapas Narkotika Lapas Ngawi Lapas Padang Lapas Palangkaraya Lapas Palembang Lapas Palendang Lapas Palopo Lapas Palu Lapas Pamekasan Lapas Pancur Batu Lapas Pangkal Pinang Lapas Pangkalan Balai Lapas Pangkalan Bun Lapas Parepare Lapas Pariaman Lapas Pasir Pangaraian Lapas Pasir Putih Lapas Pati Lapas Payakumbuh Lapas Pekalongan Lapas Pekanbaru Lapas Pematang Siantar Lapas Pemuda Tanggerang Lapas Permisan Lapas Permpuan Sigli Lapas Pohuwato Lapas Polewali Lapas Pontianak Lapas Porong Lapas Probolinggo Lapas Purwakarta Lapas Purwokerto Lapas Rajabasa Lapas Rantau Prapat Lapas Raya Simalungun Lapas Salemba Lapas Samarinda Lapas Sampit Lapas Sarolangun Lapas Sawahlunto Lapas Sekayu Lapas Semarang Lapas Serong Lapas Siantar Lapas Sidoarjo Lapas Silambue Lapas Singaraja Lapas Singkawang Lapas Slawi Lapas Sleman Lapas Sragen Lapas Sukabumi Lapas Sukamara Lapas Sukamiskin Lapas Sumbawa Lapas Super Maximum Lapas Surabaya Lapas Surakarta Lapas Tabanan Lapas Takalar Lapas Tanggerang Lapas Tanjung Pandan Lapas Tanjung pura Lapas Tanjung Raja Lapas Tanjungpandan Lapas Tanjungpinang Lapas Tarakan Lapas Tebing Tinggi Lapas Tebo Lapas Tegal Lapas Teluk Dalam Lapas Tembilahan Lapas Tenggarong Lapas Ternate Lapas Timika Lapas Tuantu Lapas Tuban Lapas Tulungagung Lapas Wamena Lapas Wanita Lapas Warungkira Lapas Watambone Lapas Way Huwi Lapas Way Kanan Lapas Waykanan Lapas Yogya Lapas Yogyakarta LapasTanjung Lapastik Bandung Lapastik Bayur Lapastik Kasongan Lapastik Langkat Lapastik Nusakambangan Lapastik Sungguminasa Lebaran LP Banceuy LP Banda Aceh Lpas Kembang Kuning LPKA LPKA Jambi LPKA Manokwari LPKA Martapura LPN Karang Intan LPN Pematang Raya LPP LPP Baloi LPP Martapura LPP Palangkaraya LPP Pangkalpinang LPP Tanggerang LPP Tanjungusta Mataram Medan Menhan Menko Polhukam Menkopolhukam Menkumham Menkumham RI Menpan-RB Mensos MPR n Nabire Nap Napi Napi Anak Napi Teroris Narkotika Nasional Natal Nusakambangan Nusantara Nyepi Olahraga Ombudsman Opini OTT Over Kapasitas Padang Papua Pas PAS News Patroli Pemilu Pendidikan Pengadilan Pengamat Peristiwa Pers Pilkada Pilpres Polri Poltekip Presiden Produk Karya PUN Pungli Rakor Ramadhan Rekor MURI Remisi Revisi PP 99 Revisi UU Narkotika Revitalisasi Riau Rilis RKUHP Rupbasan Rutan Rutan Bengkulu Rutan Amurang Rutan Anak Air Rutan Bagansiapi-Ali Rutan Banda Aceh Rutan Bandung Rutan Bangli Rutan Barru Rutan Batam Rutan Batang Rutan Baturaja Rutan Bener Meriah Rutan Bireuen Rutan Bireun Rutan Blangkejeren Rutan Blora Rutan Bulukumba Rutan Calang Rutan Cilodong Rutan Cipinang Rutan Cirebon Rutan Depok Rutan Dolok Sanggul Rutan Donggala Rutan Enreakang Rutan Gianyar Rutan Gunung Sindur Rutan Idi Rutan Jantho Rutan Jeneponto Rutan Jepara Rutan Kajhu Rutan Kebonwaru Rutan Klas I Medan Rutan Kolaka Rutan Kota Bakti Rutan Kota Bumi Rutan Kotabumi Rutan Kotapinang Rutan KPK Rutan Kraksaan Rutan Kupang Rutan Labuhan Batu Rutan Labuhan Deli Rutan Lhoksukon Rutan Lubuk Sikaping Rutan Majene Rutan Makassar Rutan Malabero Rutan Malendeng Rutan Manado Rutan Marabahan Rutan Masamba Rutan Medaeng Rutan Mempawah Rutan Muara Dua Rutan Natal Rutan Nganjuk Rutan Padang Rutan Painan Rutan Pakjo Palembang Rutan Pancurbatu Rutan Pangkep Rutan Pasangkayu Rutan Pekanbaru Rutan Pemalang Rutan Pontianak Rutan Purworejo Rutan Putusibau Rutan Rembang Rutan Salemba Rutan Sanggau Rutan Sawahlunto Rutan Sengkang Rutan Siak Rutan Sialang Rutan Sidrap Rutan Sigli Rutan Sinabang Rutan Singkil Rutan Sinjai Rutan Soasio Rutan SoE Rutan Solo Rutan Soppeng Rutan Sumenep Rutan Sungaipenuh Rutan Surabaya Rutan Surakarta Rutan Takengon Rutan Tanggerang Rutan Tanjung Rutan Tanjung Balai Karimun Rutan tanjung Gusta Rutan Tanjung pura Rutan Tanjungpinang Rutan Tapaktuan Rutan Trenggalek Rutan Unaaha Rutan Way Huwi Rutan Wonosobo RUU PAS Sekjen PAS Sekjenpas Sesditjen Sesditjen HAM Sesditjen PAS Sex Sidak Sipir Sosok Staf Ahli Menteri Staf Khusus Menkumham Super Maximum Security T. Saladin Tahanan Tahanan Kabur Teknologi Terpidana Mati TNI TPPU Uang Elektronik Waisak Wapres WBK/WBBM WNA

BAPANAS/KUALA SIMPANG- Kegiatan pengeluaran narapidana Narkoba dan Koruptor di Lapas Aceh bagai layak penyakit menular,setelah lapas banda aceh,lapas dan lhokseumwe,kini penyakit tersebut menular ke lapas lainnya di Aceh.

Sejumlah narapidana Lapas Kelas IIBKuala Simpang,Aceh Tamiang tidak berada di dalam lapas,satu diantaranya yakni narapidana bos narkoba bernama Jamal terpidana 7 tahun dalam kasus narkoba.

Napi bos narkoba ini menurut informasi penghuni lapas telah berada diluar lapas sejak sehari sebelum hari hari raya idul adha.

Terungkapnya adanya pengeluaran napi secara ilegal di lapas kuala simpang setelah beberapa napi penghuni lapas tersebut menghubungi BPN,Sabtu (17/9), menyebutkan adanya diskriminasi dalam pemberian izin dalam menjenguk keluarga oleh pihak laaps kuala simpang kepada para penghuni lapas.

“ Kami yang tidak punya uang untuk kasih petugas atau kalapas tidak dikasih ikut berhari raya diluar,kalau yang berduit idak peduli hukuman tinggi dikasih keluar pulang-pulang,hari raya diluar,seperti si jamal yang bandar narkoba itu keluar sehari sebelum hari raya sampai sekarang belum balik ke lapas”,ungkap salahsatu napi kasus kriminal yang tidak bersedia namanya di tulis disini.

Sementara itu Kepala Lapas Kelas IIB Kuala Simpang Masudi yang di konfirmasi melalui handphone selulernya membenarkan adanya napi bernama jamal berada diluar lapas atas izinnya pada Jumat (16/9).
Lapas Kelas IIB Kuala Simpang  

Dari sumber lain diluar lapas menyebutkan kedua orang tua jamal masih hidup dan belum ada niat berencana membagikan harta warisan seperti alasan izin pengeluaran napi jamal.

" Saya sudah croscek kerumah orang tuanya dikecamatan sawang tidak benar ada pembagian harta warisan,orang tuanya masih hidup keduanya,gimana mau bagi harta warisan ",tutur tim BPN yang sempat melakukan croscek kerumah orangtua napi tersebut dikecamatan sawang Kab. Aceh Utara.

Menurut masudi napi jamal diberikan izin keluar untuk hal pembagian harta warisan dan waktunya cuma satu hari.

“Benar memang ada,saya sendiri yang beri izin dengan kepentingan adanya pembagian warisan keluarga,kemarin yang bersangkutan kita beri izin,hanya satu hari saja “,Jelas Masudi kepada BPN.

Saat ditanyakan keberadaan napi jamal apa sudah berada didalam lapas saat ini,masudi secara terbuka jika napi tersebut belum berada dilapas namun masih dalam perjalanan kembali ke lapas kuala simpang dengan pengawalan petugas lapas

“Kalau sekarang memang napi jamal belum berada dilapas,menurut petugas pengawalan tadi saya hubungi katanya masih dalam perjalanan kembali ke lapas ", pungkasnya.(Redaksi)

BAPANAS/TUBAN - Anggota Polres Tuban menangkap BS (36) warga Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang dalam kasus sabu-sabu.

BS ditangkap di rumah kontrakannya di Desa Tlogowaru, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Kamis (15/9/2016) sekitar pukul 13.00 WIB.

Di dalam rumah kontrakan tersebut, polisi menyita lima poket kristal yang diduga sabu-sabu sebersat 2,25 gram.

Dari keterangannya, sopir truk di sebuah pabrik semen di wilayah Kabupaten Tuban jurusan Tuban-Jakarta itu mendapatkan barang larangan itu dari seorang narapidana (napi) di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Pasuruan.

“Saya order dari napi (narapidana) yang ada di Lapas melalui telepon. Lalu ada orangnya (kurir di luar Lapas) mengantarkan kepada saya,” ujar BS saat dikeler anggota Polres di Mapolres Tuban kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Jumat (16/9/2016).

Namun, BS mengaku tidak mengetahui nama napi yang menjua sabu-sabu itu karena tidak pernah bertemu.
Sabu Pasuruan- BS (kiri) tertangkap anggota Polres Tuban setelah tertangkap tangan memiliki 2,25 gram sabu-sabu pesan dari napi di Lapas Pasuruan, Jumat (16/9/2016). 

Pada saat mengambil sabu-sabu, ia juga tidak pernah bertemu dengan kurir napi, sebab, setiap kali transaksi selalu dilakukan melalui telepon dan pengambilan di suatu tempat yang disepakati.

Sebelum mengambil sabu-sabu, BS harus mentransfer sejumlah uang senilai sabu-sabu sesuai kesepakatan melalui rekening.

Adapun Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad menyatakan, akan koordinasi dengan Polres Pasuruan untuk mengungkap napi yang masih menjual sabu-sabu di dalam lapas.

“Kami akan koordiasi dengan Polres dan Lapas Pasuruan, apa benar ada napi yang masih menjual sabu-sabu,” katanya.

Selain BS, polisi juga menangkap AH (37) warga Jalan Gajah Mada RT 1 RW 3 Kelurahan Doromukti, Kecamatan Tuban.

AH ditangkap di rumah kos di belakang Hotel Mahkota Dusun Jembel, Kecamatan Tuban. Sabu-sabu yang disita seberat 0,36 gram.

Dalam kasus yang sama, polisi juga menangkap AB (28) warga Dusun Kembangan RT 3 RW 2 Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik di area wisata kambang Putih, Kecamatn Jenu, Kabupaten Tuban. Dari tangan AB, polisi menyita 0,42 gram sabu-sabu.

Dalam kasus yang sama, polisi juga menangkap AB (28) warga Dusun Kembangan RT 3 RW 2 Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik di area wisata kambang Putih, Kecamatn Jenu, Kabupaten Tuban. Dari tangan AB, polisi menyita 0,42 gram sabu-sabu.(tribunnews)

BAPANAS/JAKARTA -Terkadang pusat rehabilitasi atau penjara jauh lebih buas dari para penjahat. Sebab, dalam keseharian siksaan paling kejam kerap tersaji dari lingkungan penjara, termasuk bagi penjahat paling berbahaya sekalipun.

Dilansir dari Story Evolved Online, Selasa (2/2), berikut lima penjara paling berbahaya di dunia, yang mungkin akan membuat bulu kuduk Anda merinding.
penjara ciudad
1. Penjara Ciudad Barrios, El Salvador

Penjara ini memiliki sebagian besar narapidana penjara dari geng Mara Salvatrucha di El Salvador. Dengan begitu, penjara itu berisikan anggota geng yang dikenal paling kejam, selalu berkeinginan memicu kekerasan dan haus darah dari geng yang berlawanan.

Saking berbahayanya karena banyak penjaga terbunuh, kini para penjaga yang bertugas pun takut untuk masuk ke dalam sel.
penjara black dolphin 
2. Penjara Black Dolphin, Rusia

Penjara Rusia ini menahan para pembunuh, pemerkosa dan penjahat paling berbahaya lain, sehingga sipir yang bertugas turut disesuaikan dengan tingkat penjahat.

Sejak bangun sampai mereka tidur, para tahanan tidak diperbolehkan duduk atau beristirahat. Untuk memindahkan para tahanan, dilakukan dengan posisi tertekan dengan mata mereka yang ditutup, jadi bisa dibayangkan intensitas seluruh lingkungan.
penjara bang kwang  

3. Penjara Bang Kwang, Bangkok

Penjahat paling kejam dan terkenal di Bangkok banyak ditemui di Penjara Bang Kwang. Para narapidana terus diberikan siksaan, dengan hanya diberikan makan satu mangkuk sup beras per hari.
Kaki para tahanan dengan hukuman seumur hidup diikat dengan besi yang dilas, untuk membatasi gerakan mereka.
penjara tadmor 

4. Penjara Tadmor, Suriah

Penjara Tadmor bisa jadi merupakan penjara yang menjadi mimpi buruk para narapidana, yang terkenal dengan reputasi dalam menyiksa para tahanan.

Penjara memberlakukan semua tahanan seperti binatang, dengan siksaan seperti diseret sampai mati, atau dipotong menggunakan kapak.

Pada tahun 1980, terjadi pembantaian sekitar 1.000 narapidana dan sejak itu Tadmor menjadi simbol ancaman, bahkan bagi penjahat berbahaya sekalipun.
lokasi penjara israel  

5. Penjara Unit 1391, Israel

Salah satu tempat paling rahasia di bumi dan terkenal melanggar hak asasi manusia, adalah Penjara Unit 1391 di Israel. Penjara ini menahan sejumlah penjahat paling kejam di Israel, dan diperlakukan dengan sangat kejam,tempat yang tersembunyi membuat tempat ini jauh dari pantauan, serta rentan terjadi pelanggaran hak asasi manusia.(Replubika)

BAPANAS/PALANGKARAYA- Kantor Wilayah Hukum dn HAM Kalimantan Tengah kedatangan tamu penting yakni Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Kabul Priyono dan Staf Ahli Bidang Keamanan F. Haru Tamtomo.

Kunjungan Kerja (Kunker) Kedua staf ahli Menkumham ini selama 3 hari di Propinsi Kalimantan Tengah ini untuk menghadiri Rapat Penyusunan Rekomendasi Kebijakan Pola Karir di Kanwilkumham Kalteng selama 3 hari yakni 14-16 september 2016.

Menurut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kalimantan Tengah Pondang Tambunan mengatakan bahwa kedatangan Staf Ahli Menteri Ke Kalimantan Tengah dalam rangka Penyusunan Rekomendasi Kebijakan Pola Karir.
Acara rekomendasi kebijakan pola karir,yang dihadiri 2 staf ahli menteri  

Dalam Kegiatan yang diikuti oleh seluruh Pejabat yang ada di Kantor Wilayah dan Para Kepala UPT yang ada di Kota Palangka Raya tersebut, sebelumnya Pondang memaparkan secara singkat tentang keadaan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Tengah beserta Jajarannya.

Di susul kemudian pencerahan dan pengarahan yang di berikan kedua Staf Ahli Menteri terkait kebijakan pola karier.
Dalam kegiatan tersebut kakanwilkumham kalteng merangkap moderator mempersilahkan para peserta yang hadir mengajukan pertanyaan berkenaan pola karier yang masih belum di fahami kepada kedua staf ahli menteri.

Berbagi pertanyaan dilemparkan oleh para peserta dalam acara tersebut seputar masalah promosi maupun mutasi,dimana para peserta berharap kedepan agar tidak ada lagi yang menduduki jabatan hingga sampai 8 tahun tanpa pergeseran.

“Semua pertanyaan dan keinginan saudara dapat menjadi masukan untuk kami dan akan kami sampaikan ke pusat agar kedepan tidak ada lagi pejabat yang menduduki jabatan sampai 8 tahun “ Ungkap staf ahli menteri mengakhiri sesi tanya jawab.

Usai Acara kedua staf ahli menteri didampingi kakanwilkumham kalteng  lansung meninjau pelayanan Kantor Imigrasi Kelas I Palangka Raya,diteruskan ke Rutan Kelas IIA Palangka Raya.

Kemudian rombongan staf ahli meninjau kondisi pembangunan pembangunan blok di Lapas Kelas II Palangka Raya yang bersumber dari APBN-P,terakhir rombongan meninjau Bangunan gedung Kantor Wilayah yang baru.(humas kalteng)


BAPANAS/BANJARMASIN - Komitmen kuat terhadap pemberantasa narkoba ternyata dilakukan juga oleh Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Anak Martapura.

Dimana Lapas ini berkeinginan agar di sana bebas narkoba. Untuk itulah Lapas ini siap bekerja sama dengan aparat terkait.

Kalapas LP Anak Martapura, Tri Saptono Sambudji yang mengungkapkan Lapas harus bebas dari peredaran narkoba,Dimana jika ada yang terlibat maka pihaknya tak segan-segan 'menyikatnya'.
Kalapas anak martapura tri saptono sambudji   

"Tempat kami terbuka 24 jam, BNNP, Kasat narkoba , Polda dalam pemberantasan narkoba, apabila ada anggota terlibat narkoba, ambil saja," paparnya dengan tegas.

Ia pun 'mempersilahkan' petugas apabila ada anggota terlihat narkoba silahkan 'diambil' dan proses saja.

"Kita ingatkan bahwa kita tak membantu sama sekali jika ada anggota terlihat narkoba," paparnya seraya pengawasan ketat pun mereka lakukan terhadap para narapidana. (BPost)

BAPANAS - Satuan Narkoba Polres Kota Palopo mengamankan SR (18), di Lapas Kelas II A Kota Palopo, Jl Poros Mancani, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo.

SR diamankan karena membawa sabu ketika hendak menjenguk tahanan di Lapas Kelas II A Kota Palopo.

Kasat Narkoba Polres Kota Palopo AKP Maulud mengatakan, SR digeledah oleh petugas lapas saat ingin menjenguk tahanan.

"Ketika ingin menjengkuk tahanan, SR digeledah oleh petugas Lapas dan ditemukan satu saset sabu di dalam saku baju," jelas AKP Maulud kepada TribunPalopo.com, Kamis (15/9/2016).

AKP Maulud menjelaskan, polisi kemudian memeriksa lagi SR diperiksa dan ditemukan satu lagi satu saset sabu yang diselip di dalam jilbab.

"Jadi ada dua saset barang bukti yang berhasil kami amankan," kata Maulud.

Saat ini tersangka berada di Mapolres Kota Palopo guna penyidikan lebih lanjut.

Sementara Kepala Lapas Kelas II Kota Palopo Kusnali mengatakan, SR diduga ingin memberikan sabu tersebut kepada tahanan yang hendak ia jenguk.

"Jadi masi kami selidiki, dugaan bahwa SR akan memberikan sabu kepada tahanan yang ada di dalam lapas," ucap Kusnali.(Trb)
SR (18) saat berada di ruang pemeriksaan Satnarkoba Polres Palopo, Kamis (15/9/2016).

BAPANAS - Seorang narapidana kembali menghadapi dakwaan setelah melakukan serangan terhadap rekan sesama napi, di sebuah penjara di Ankaful, Ghana.

Napi tersebut memotong kemaluan rekannya menggunakan pisau cukur, karena korban menolak diajak berhubungan s3ks.

Aparat Kepolisian Ankaful dipanggil ke penjara yang dikenal dijaga dengan pengamanan maksimal tersebut.

Polisi setempat menyebutkan, pelaku awalnya menggoda korban, dan lalu mengajak b3rhubungan intim. Peristiwa itu terjadi beberapa pekan lalu.

Keduanya lantas dipanggil menghadap petugas penjara untuk menyelesaikan masalah seksual di antara mereka.

Kemudian, pada Senin lalu, sekitar pukul 9.30, seperti diberitakan WWWN, pelaku meninggalkan sel nomor 12 menuju sel nomor satu.

Dia kembali meminta korban untuk berhubungan s3ks dengan dia, dan kembali ditolak.

Perdebatan pun terjadi. Keduanya lalu terlibat pertikaian, hingga akhirnya pelaku mengeluarkan pisau cukur dan memotong kemaluan korban.

Korban langsung dilarikan ke RS Interbeton di Cape Coast, di mana dia menjalani operasi penyambungan p3nis.  (kompas)

BAPANAS - Penangkapan tiga pengedar dan kurir narkotika dengan sabu 800 gram oleh Polda Jateng merupakan terbesar dalam lima tahun terakhir.

Hal itu diungkapkan Kapolda Jateng, Irjen Condro Kirono, saat gelar perkara di Polda Jateng, Semarang, Kamis (15/9/2016).

Ia sangat mengapresiasi kinerja jajaran Direktorat Narkoba Polda Jateng mengungkap jaringan narkoba yang dikendalikan dari dalam Lapas Nusakambangan dan Lapas Pekalongan itu.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono (tengah) usai ekspose perkara tertangkapnya tiga pengedar sabu sindikat Lapas Nusakambangan dan Lapas Pekalongan, Kamis (15/9/2016). TRIBUN JATENG/MUH RADLIS

"Saya sangat apresiasi Dir Narkoba (Kombes Reinhart Silitonga) beserta jajarannya. Ini tangkapan besar dalam kurun waktu lima tahun terakhir di Polda Jateng," kata Condro.

Keberhasilan pengungkapan jaringan narkoba ini merupakan buah dari hasil kerja keras Direktorat Narkoba Polda Jateng.

"Jadi tidak hanya berhenti pada satu kasus. Ada tangkapan langsung dikembangkan dan tidak berhenti hingga jaringannya terungkap," sambung dia.

Total sabu yang diamankan seharga Rp 1,2 miliar. Sabu seberat 800 gram itu, menurut Condro, apabila sampai beredar di masyarakat bisa mengakibatkan dua ribu orang kecanduan.

Condro mengimbau masyarakat tetap mengawasi dan memperhatikan pergaulan anggota keluarga dan orang terdekat agar tak terjerumus menggunakan narkotika.

Polda Jateng sudah berkoordinasi dengan semua elemen masyarakat dari pemerintah, ulama, tokoh pemuda, agar mengawasi dan memperhatikan pergaulan di lingkungannya.

Direktur Narkoba Polda Jateng, Kombes Reinhart Silitonga, mengatakan pihaknya masih mengembangkan keterangan ketiga tersangka untuk membongkar lebih luar jaringan narkoba di dalam Lapas.

"Untuk Lapas Pekalongan dan Nusakambangan, akan kami koordinasi dengan Kanwil Kemenkumham untuk membongkar siapa narapidana yang mengendalikan jaringan ini," kata Reinhart.(Trb)
Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono (tengah) didampingi Direktur Narkoba Polda Jateng Kombes Reinhart Silitonga (kemeja putih) menunjukkan sabu milik tiga pengedar sindikat Lapas Nusakambangan dan Lapas Pekalongan, Kamis (15/9/2016). TRIBUN JATENG/MUH RADLIS

BAPANAS/BANDA ACEH-Malang benar nasib yang dialami oleh Munir Mukhtar, Narapidana yang menjalani pidana 7 tahun penjara dalam kasus pembunuhan.

Dari informasi dihimpun oleh BPN, napi mukhtar di curigai oleh oknum kalapas banda aceh sebagai informan wartawan yakni yang selama ini membocorkan segala kegiatan pengeluaran napi secara ilegal kepada wartawan.

"Munir di pindahkan tengah malam pukul 02:00 WIB dari lapas banda aceh ke rutan jantho karena pak kalapas curiga informan si sayed wartawan ",ungkap salahsatu petugas lapas banda aceh yang namanya tidak ingin disebutkan disini.

Hal ini juga dibenarkan oleh beberapa napi lainnya,muktar dipindahkan karena para napi gembong narkoba dan oknum kalapas mencurigai munir yang membocorkan informasi didalam lapas.

" Simunir dipindah karena dia dipikir sama orang faisal,fauzi,gunawan dan kalapas yang bocorkan kerjaan kalapas,padahal simunir kenal pun tidak sama sayed,kasihan dia bang ",ungkap sejumlah napi yang dihubungi BPN Via telpon seluler,Rabu (14/9).

Sementara itu Kakanwilkumham Aceh Drs Gunarso Bc.IP melalui Kepala Divisi Pemasyaraktan (Kadiv PAS) Aceh Mujiraharjo Bc. IP membenarkan adanya pemindahan napi bernama munir mukhtar ke rutan jantho,aceh besar oleh kalapas banda aceh.

Menurut Mujiraharjo dirinya telah memberi izin pada kalapas banda aceh M. Drais Siddiq malam tersebut pada pukul 22;00 WIB,sesuai laporan kalapas pemindahan napi tersebut bersifat keamanan dan emergency.

“Benar,sekitar pukul 22:00 WIB kalapas banda aceh menghubungi saya dan meminta izin untuk memindahkn.napi ke rutan jantho,sifatnya emergency dan alasan keamanan ya saya perbolehkan daripada napi tersebut kena register F “,jelas mujiraharjo yang mengaku sedang cuti.(Redaksi)

BAPANAS/NABIRE-Walau diyakini lapas nabire jauh dari peredaran narkoba dan barang terlarang lainnya namun untuk tetap antisipasi pihak lapas lapas nabire tetap melaksanakan kegiatan rutin penggeledahan di setiap kamar hunian warga binaan.

Masih dalam suasana dan bertepatan hari raya idul adha kedua hari ini,Rabu (14\9),para petugas lapas yang dipimpin lansung oleh Kalapas Nabire Yosep Yambise melakukan penggeledahan kamar hunian warga binaan.

Penggeledahan dilakukan usai apel pagi yakni sebelum jam bezuk dimulai,semua kamar hunian di di masuki dan dilakukan pemeriksaan baik kamar maupun setiap penghuninya.
Suasana saat penggeledahan di lapas nabire  

Penggeledahan kamar huniaan ini mendapat dukungan dari para warga binaan,dimana para warga hunian lapas nabire ingin menunjukkan jika blok serta kamar mereka bebas dari barang terlarang.

Setelah hampir satu jam melakukan penggeledahan petugas lapas yang di pimpin oleh kalapas tidak menemukan satupun barang terlarang dari kamar hunian.

Kalapas Nabire Yosep Yambise mengatakan jika kegiatan ini rutin di laksanakan setiap bulannya meski pihaknya yakin dilapas yang dipimpinnya saat ini bebas dari barang terlarang.
Penggeledahan di kamar hunian WBP

“ Saya puas sekali dengan setiap hasil penggeledahan yang kami lakukan di setiap kamar hunian selalu hasilnya zero HP,zero Narkoba dan senjata tajam ataupun barang terlarang lainnya,ini adalah sebuah peningkatan kesadaran warga binaan dan petugas yang secara bersama-sama saling menjaga masuknya barang yang bisa menjadi gangguan kamtib”,ujar Yosep,Ayah dari para warga binaan lapas nabire.(Redaksi)

BAPANAS/TANJUNGPINANG– Hari raya Idul Adha 1437 H yang jatuh pada hari Senin esok, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika kelas II A Tanjungpinang menerima hewan qurban 2 (dua) ekor Sapi.

Kepala Lapas Narkotika kelas II A Tanjungpinang Sudirwan mengatakan, pada hari raya Idul Adha 1437 H pihak Lapas Narkotika mengelar sholat Idul Adha yang akan diikuti seluruh pegawai dan warga binaan yang beragam islam.

Sholat Idul Adha nantinya akan dipimpin oleh pihak Kemenag Kepri. Seperti tahun sebelumnya usai sholat dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban.
Lapas Kelas IIA Tanjungpinang 

Pada hari raya tahun ini, Lapas Narkotika mendapatkan sumbangan 2 ekor sapi yang akan di qurbankan. Nantinya daging hewan qurban dibagikan pada warga sekitar Lapas dan juga warga binaan.

“Kami akan berkurban 2 Sapi, pemotongan akan kami lakukan pada siang hari usai sholat ID berjamaah di Lapas Narkotika. Sapi kami dapat dari Bintan 1 ekor, 1 lagi dari kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Menhumham. Kemudian akan kami lakukan pemotongan nanti di Lapas dan kita bagikan juga ke warga sekitar, “pungkasnya.

Kalapas Sidurwan juga menyampaikan semoga amal ibadah kurban tahun ini dapat diterima oleh Allah SWT.
”Semoga saja ibadah kurban tahun ini dapat diterima Allah SWT, Amin,amin,amin, “harapnya.(SIJORITODAY)

BAPANAS/KEBUMEN-Kegembiraan Hari Raya Idul Adha juga dirasakan oleh mereka yang kini mendekam di jeruji besi rumah tahanan (Rutan) Kebumen. Pasalnya pada Hari Raya Qurban ini, lapas Kebumen menyembelih lima ekor kambing.

Masing-masing hewan qurban tersebut merupakan sumbangan dari H Azam Fatoni SH MSi yang tidak lain adalah Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagsar) Kabupaten Kebumen, Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kebumen R Bambang Banuarili AW AMPd IP SH, dr Usodo, Nasokhah dan Giyatmo.

Sebelum dilakukan penyembelihan hewan qurban, semua penghuni lapas yang berjumlah 140 orang itu terlebih dahulu melaksanakan Sholat Ied bersama di lapangan Rutan dengan imam dari Penyuluh Islam dari Kemenag Kebumen Solihin SPdI, Senin (12/9/2016).

Kepala Rutan Kebumen Soetopo B Amd IP SSos MSi mengatakan, saat ini jumlah penghuni Rutan Kebumen sebanyak 140 orang. Dari jumlah tersebut enam orang diantaranya wanita. Dengan banyaknya penghuni Rutan tersebut, diharapkan tahun depan bantuan hewan qurban akan semakin banyak.

 “Kita berharap Pemkab Kebumen juga turut memberi bantuan hewan qurban untuk Rutan,” terangnya didampingi Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kebumen R Bambang Banuarili AW AMPd IP SH.

Menurutnya, pada Idul Adha ini Pemkab Kebumen belum memberikan bantuan hewan qurban untuk Rutan. Padahal penghuni Rutan itu sendiri mayoritas adalah orang Kebumen. 

Dengan adanya bantuan hewan kurban untuk Rutan akan semakin menunjukan kepedulian dan perhatian Pemda akan nasib para tahanan maupun nara pidana.

“Hari ini disembelih dua ekor kambing dulu, sedangkan sisanya akan disembelih esok harinya Selasa (13/9) ini, red),” ungkapnya yang memimpin Rutan Kebumen sejak 1 Mei silam.

Soetopo menambahkan, ke depan akan ada program siraman rohani dan binaan mental khusus untuk para residivis. Diharapkan dengan adanya binaan mental tersebut para residivis tidak akan mengulangi perbuatannya. 

“Kalau siraman rohani sudah rutin dilaksanakan dua kali seminggu. Kini akan ditambah binaan mental untuk para residivis,” ucapnya. (KE)

BAPANAS/BOGOR- Ratusan Nara Pidana (Napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Bogor akhirnya dapat merasakan lezatnya menu daging qurban pada suasana perayaan Hari Raya Idul Adha 1437 Hijriah.

Masing-masing napi didalam sel tahanan mendapat jatah sekepal potong daging sapi dan kambing ukuran tangan orang dewasa yang sudah dimasak matang.

Daging sapi dan kambing yang sudah diolah oleh para petugas juru masak, disajikan kepada seluruh warga binaan didalam Lapas, daging sebagai menu makan sore tersebut diolah dan dijadikan gulai sapi dan kambing.

Senang bukan kepalang, terlihat dari raut wajah mereka, ketika menu tersebut dihidangkan oleh para petugas tamping dikirim ke setiap blok masing-masing napi.

Kegembiraan pun nampak ketika sebagian napi dilibatkan dalam pelaksanaan perayaan Idul Adha, yang mana kegiatan diawali dengan solat Ied berjamaah di aula Lapas. Dilanjutkan dengan penyemblihan hewan qurban disaksikan para napi di lapang terbuka Lapas.

Kalapas Klas IIA Bogor Suharman mengatakan, daging qurban yang disembelih lalu di potong-potong sudah lebih dari cukup untuk disantap para warga binaan di dalam Lapas sebagai jatah makan sore mereka.

“Jadi mereka tidak langsung menerima daging kurban mentah, melainkan langsung menikmati sajian daging kurban yang telah diolah dan sudah matang dalam bentuk gulai,”kata Kalapas.
Sementara Suharman menerangkan, bahwa untuk kegiatan perayaan Hari Raya Idul Adha tahun ini, hewan kurban yang disembelih ada 1 ekor sapi dan 12 ekor kambing didapat dari sumbangan para hamba Allah.

“Pemotongan hewan qurban dilakukan oleh Ustadz Ali yang kami datangkan dari luar dan dibantu oleh beberapa petugas lapas beserta warga binaan. Karena yang motong ini harus ahli yang sudah berpengalaman,” terangnya, Senin (12/09/2016).

Suharman menyampaikan rasa terimakasihnya kepada para donatur (hamba Allah) yang telah bersedia menyisihkan sebagian rizkinya untuk berbagi dengan menyumbangkan hewan qurban ke Lapas Kelas IIA Paledang, Bogor. (Hallo bogor).

BAPANAS/JAKARTA-Terpidana kasus suap kepada Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, yakni Ratu Atut Chosiyah yang merupakan mantan gubernur Banten terlihat masih berpenampilan modis di dalam Lapas Wanita Tangerang, Senin (12/09).

Dia masih bermake up menor dan ke mana-mana harus dipayungi oleh warga binaan yang berlaku seperti ajudannya.

Pada Idul Adha tahun ini, Ratu Atut yang juga disangkakan dengan sejumlah kasus korupsi dan terkenal dengan politik dinasti di Banten itu menyumbangkan dua ekor sapi untuk dibagikan kepada seluruh penghuni lapas di Tangerang.
Ratu atut dilapas wanita tanggerang

Kebaikan Atut dipuji teman Lapasnya, termasuk Kalapas Wanita Tangerang Cipriana Murbihastuti.
"Ya ini kita gabungkan, hasil kolektif warga binaan," ujarnya.

"Tapi itu bukan semua dari dia (Atut), ada sumbangan dari adiknya Wali Kota Tangsel Airin satu ekor, jadi dua ekor keluarga dia, satu hasil kolektifan warga binaan," katanya.

Sebelumnya, dalam event peringatan 17 Agustus 2016 yang digelar di Lapas Wanita Tangerang lalu, Atut juga tampil dengan penampilan yang berbeda dengan terpidana lainnya. Padahal umumnya penghuni lapas berpakain seadanya.(Merdeka.com)

BAPANAS/JAKARTA- Aturan terpidana percobaan boleh ikut pemilihan kepala daerah dalam PKPU menuai kontroversi. Aturan ini dinilai melukai hati rakyat dan tidak pro terhadap pemberantasan korupsi. Bahkan, Wakil Ketua KPK Laode M Syarief bereaksi keras atas aturan tersebut.

"Mantan napi korupsi jadi bupati dan mantan napi korupsi dibolehkan ikut pemilihan gubernur lagi. Negeri ini memang sakit," tulis Laode dalam akun Twitter-nya, @LaodeMSyarif dikutip merdeka.com, Rabu (14/9).

Laode tak menjelaskan lebih lanjut siapa bupati tersebut. Dia juga tak menjelaskan detil siapa mantan napi korupsi yang ikut pemilihan gubernur.

Namun, tidak cuma pimpinan KPK, sejumlah partai politik di DPR juga mengaku kecolongan atas aturan tersebut. Salah satunya Fraksi PDIP di Komisi II DPR yang menyatakan tidak diikutsertakan dalam pembahasan pasal tersebut.

"Sudah disepakati diserahkan ke KPU, tinggal bolanya di KPU. Jadi percuma pembahasan selama ini kalau diserahkan ke KPU," kata Anggota Komisi II PDIP Arteria Dahlan melalui pesan singkat yang diterima merdeka.com, Minggu (11/9).
Wakil Ketua KPK Laode M. Syarief

Arteria menyayangkan kesepakatan itu. Dia menilai, aturan yang memperbolehkan terpidana ikut serta dalam Pilkada tidak sinergi dan bertabrakan dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

Padahal, dalam UU No 10 tahun 2016 tentang Pilkada, Pasal 7 ayat (2) huruf g, mengatur berapa pun hukuman yang dijatuhkan maka terpidana tidak boleh maju sebagai calon kepala daerah.

"Ternyata pembahasan tidak pada menyinergikan, mensinkronkan dan mengharmoniskan apakah rumusan norma dalam PKPU tidak sesuai dengan norma dalam UU, ternyata tidak demikian," ujarnya.

Partai Demokrat juga menolak aturan tersebut. Mereka juga memprediksi bakal ada kegaduhan dalam Pilkada Serentak bila ini disahkan.

"PKPU sebagai peraturan teknis hanya boleh menjabarkan secara teknis apa yang sudah diatur oleh undang-undang, tidak boleh merumuskan norma baru yang bertentangan dengan undang-undang" kata Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto melalui pesan tertulisnya, Selasa (13/9).

Aturan tersebut termuat dalam Pasal 7 ayat (2) huruf g, mengatur berapa pun hukuman yang dijatuhkan maka terpidana tidak boleh maju sebagai calon kepala daerah.

"Pasal 7 ayat (2 g) UU 10/2016 cukup jelas bahwa yang boleh mencalonkan diri dalam pilkada adalah orang yang belum pernah terpidana atau mantan terpidana tapi harus mengumumkan ke publik mengenai statusnya tersebut. Atas dasar itu tidak ada ruang menurut undang-undang bagi terpidana yang sedang menjalankan hukumannya termasuk hukuman percobaan" lanjutnya.

Selain melanggar aturan, Didik berpendapat jika PKPU tetap mengakomodir terpidana untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah, akan menimbulkan ketidakpastian dan kegaduhan di pilkada serentak 2017.(Merdeka.com )

BAPANAS/AMURANG (BK): Sedikitnya 24 warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Amurang di Desa Teep Kecamatan Amurang Barat Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) melaksanakan Sholat Idul Adha 1437 Hijriah, Senin (12/9/2016) pagi tadi.

Sholat idul adha lansung dipimpin oleh salah seorang warga binaan yakni Arifin Kyaidemak.

Kepala Rutan Amurang, Marulye Simbolon kepada media mengatakan, momen Idul Adha tahun 2016 ini, bukan hanya dirayakan oleh warga Muslim pada umumnnya. Warga binaan Rutan Amurang juga turut merasakan.

24 WBP Rutan Amurang laksanakan shalat idul adha 
''Momen Idul Adha ini juga menjadi momen spesial bagi warga binaan Rutan Amurang. Dimana pagi hari tadi, 24 warga binaan beragama Muslim melakukan Sholat Idul Adha di Mesjid Rutan Amurang,'' kata Simbolon.

Dia juga berharap, dengan merayakan Idul Adha para warga binaan dapat lebih meningkatkan iman dan ketakwaan dalam kehidupan.

''Yang terpenting, Idul Adha ini dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan dalam hidup,'' pungkasnya.(BK)

BAPANAS/BANDA ACEH- Meskipun tembok yang tinggi dan tebal,tidak menghalangi para warga binaan di sejumlah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) yang terdapat di Nanggroe Aceh Darussalam untuk merayakan hari raya Idul Adha.
Suasana shalat idul adha di lapas Lhokseumawe  
Semua kegiatan perayaan para warga binaan bersama petugas pemasyarakatan terlihat dan dapat di saksikan dalam sejumlah foto dibawah ini yang berhasil di abadikan oleh masing-masing Unit Pelaksana Tugas (UPT) di Aceh.

Suasana idul adha di rutan jantho aceh besar

Rasa Kekeluargaan,persaudaraan dan kebersamaan begitu jelas terlihat di setiap kegiatan regilius yang dilaksanakan di setiap UPT di Aceh,berjabat tangan saling memaafkan usai shalat ied menjadi kegiatan rutin yang dilakukan oleh warga binaan sesama dan petugas.

Suasana idul adha pertama sekali sejak didirikannya

Menyembelih hewan qurban dan memasak hingga membagikannya kepada setiap warga binaan adalah puncak dari perayaan hari raya idul adha di setiap lapas/rutan di Aceh,walau tidak semewah hidangan diluar namun para warga binaan tetap merasakan idul adha adalah milik siapapun termasuk mereka warga binaan pemasyarakatan (WBP).(Redaksi)

BAPANAS/BANJARBARU - Suasana khidmat dan penuh rasa syukur dirasakan warga binaan di Lapas Banjarbaru.

Seperti di tempat lain, peringatan Idul adha di tempat ini dmulai dari salat Ied dan dilanjutkan pemotongan hewan kurban.

Sejak Senin (12/9/2016) pagi, masyarakat dari luar berdatangan untuk salat di Masjid Al-ikhlas Lapas Banjarbaru dengan imam dari Kemenag Kota Banjarbaru, Nur Mustofa.
Suasana penyembelihan qurban dilapas banjarbaru

Cukup banyak, sampai 100-an jemaah saat itu.
"Usai salat dilanjutkan dengan pemotongan tiga ekor kambing," ucap Kalapas Banjarbaru Akhmad Heriansyah kepada BPost Online.

Dikatakannya, untuk hari raya Idul adha tak ada pemberian remisi, karena aturannya remisi hanya untuk satu hari raya besar keagamaan masing-masing misal untuk Kristen pada saat Natal, untuk Islam Idul fitri,Pelaksanaan Iduladha di Lapas Banjarbaru berjalan tertib. (BPost)

BAPANAS/BANDA ACEH- Meski telah beberapa kali dilakukan inspeksi mendadak (Sidak) dan ditemukan banyak napi diluar lapas sevara ilegal oleh Kantor Wilayah Hukum dan HAM (Kanwilkumham) Aceh beberapa pekan yang lalu namun kegiatan pengeluaran narapidana (napi) secara ilegal dari Lapas Kelas IIA Banda Aceh seakan tidak pernah berhenti.

Informasi dihimpun dari penghuni lapas banda aceh menyebutkan 2-3 hari menjelang hari raya idul adha belasan napi berada diluar lapas banda aceh, diantaranya belasan napi yang berada diluar lapas terdapat 2 napi gembong narkoba bernama fauzi nurdin dan gunawan,juga terdapat napi tipikor dan kasus narkoba lainnya.

“ Kalau jumlah semua yang keluar dibawah 20 orang bang,kalau gunawan dan fauzi nurdin sudah macam rumahnya sendiri lapas ini,siang di sidak malam keluar lagi “, ungkap salahsatu napi yang tidak ingin disebutkan disini.

Menurut penuturan warga sekitar lapas banda aceh,meski terlihat seperti penjara gedung lapas banda aceh namun sebenarnya bukan karena menurut warga hilir mudik napi hukuman tinggi diluar lapas kerap terlihat,bahkan beberapa napi sengaja memarkirkan mobil pribadinya didepan lapas.
Lapas Kelas IIA Banda Aceh                   Kalapas M. Drais Siddiq Bc.IP

“ Wah kalau saya bilang itu bukan penjara ataupun lapas, masak penjara napi bisa keluar masuk dan bawa mobil pribadi parkirnya dihalaman samping lapas”,ujar amri warga sekitar lapas yang kerap melihat kegiatan pengeluaran napi.
Lain lagi penuturan seorang petugas yang mengaku jika semua pengeluaran napi menjelang hari raya idul adha semua sepengetahuan kalapas hanya pengeluaran dilakukan terpaksa diberikan oleh petugas dikarenakan saat dilarang keluar kalapas memerintahkan agar diberi izin keluar.

“Kalapas tahu semua,malah waktu itu kami tidak kasih keluar dan minta napi itu masuk ke kamarnya,eh tahu-tahu pak kalapas telepon agar memperbolehkan si napi tersebut keluar,kalau sudah begini kami dilema bang,waktu bermasalah kami yang kena karena pak kalapas cuma jawab saya tidak tahu dan tidak pernah beri izin “,tutur salahsatu petugas yang meminta agar dirahasiakan namanya.

Sementara itu Kalapas Banda Aceh M. Drais Siddiq Bc.IP saat ingin dikonfirmasi melalui handphone selulernya tidak bersedia menjawab panggilan,demikian juga beberapa pesan singkat yang dikirimkan tidak juga mendapat balasan.(Redaksi)

BAPANAS/BANDA ACEH- Perayaan hari raya idul adha seakan tidak sempurna bila tidak ada penyembelihan hewan qurban,demikian juga halnya suasana perayaan idul adha oleh Kantor Wilayah Hukum dan HAM (Kanwil Kumham ) Aceh,Selasa (13/9). 

Kakanwilkumham Aceh Drs. Gunarso Bc.IP.SH.MH melalui Plh.Kakanwilkumham Aceh Zulkifli SH.MH menyampaikan penyembelihan hewan qurban adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan di kanwilkumham aceh setiap tahunnya pada hari raya idul adha.

Plh. KakanwilkumhamAceh Zulkifli menjelaskan pada hari raya idul adha tahun 2016 ini pihaknya melakukan penyembelihan hewan qurban yang sebanyak 4 ekor sapi.
Suasana penyembelihan hewan qurban disaksikan oleh Plh. Kakanwilkumham Zulkifli SH,MH didampingi oleh Plh Kadiv PAS Aceh Drs. Meurah Budiman SH.MH
dan pejabat teras kanwil lainnya

“ Kegiatan penyembelihan hewan qurban hari ini adalah kegiatan rutin yang biasanya kita laksanakan setiap tahunnya,untuk tahun ini ada 4 ekor sapi qurban yang akan di sembelih “,ujar Zulkifli yang juga Kepala Divisi Administrasi di Kanwilkumham Aceh.

Ketika ditanya asal muasal 4 hewan qurban tersebut,Zulkifli menjelaskan jika ke empat ekor sapi tersebut dibeli menggunakan iuran bulanan pejabat dan staf dikanwil dengan cara pemotongan gaji setiap bulannya. Penarikan iuran ini dilakuka  atas inisiatif seluruh pejabat dan staf kanwil yang berkeinginan melaksanakan qurban sejak 2015 lalu.
Plh. Kakanwilkumham Aceh Zulkifli SH.MH menyerahkan secara simbolis
daging qurban pada warga yang tinggal sekitar kantor wilayah   

“ Kita di Kantor wilayah baik pejabat maupun staf sejak 2015 telah sepakat menyisihkan sedikit gaji setiap bulannya untuk kurban pada idul adha,nantinya hewan ini telah kita bagikan kepada fakir miskin,harapan saya untuk tahun depan agar lebih banyak lagi pejabat,staf maupun petugas yang mau berqurban sebagai wujud keimanan kita kepada Allah SWT”,Ungkap Zulkifli yang didampingi oleh Plh Kadiv PAS Aceh Meurah Budiman kepada BPN,Selasa(13/9).

Dalam prosesi penyembelihan hewan qurban di kanwilkumham aceh Jln. Nyak Arief Banda Aceh bernuansa regilius tersebut terlihat dihadiri pejabat struktural dan seluruh Kabag serta staf di Kanwikumham Aceh.



Reporter: T. Sayed Azhar

BAPANAS/NABIRE- Berbagai kegiatan pembinaan terus dilaksanakan dilapas nabire,mulai keterampilan tangan,kesenian,pertanian,perkebunan sampai dengan keterampilan pertukangan.

Program pemberdayaan narapidana yang dilakukan dengan metode pendekatan secara kekeluargaan yang diterapkan oleh Yosep Yambise Kalapas Nabire telah mampu memberdayakan narapidana yang memiliki penghasilan untuk diberikan kepada keluarganya.

Bahkan hasil produksi napi lapas nabire telah banyak di pasarkan, salahsatunya hari ini 1000 buah batako hasil produksi napi lapas nabire akan dipergunakan dalam pembangunan pagar Mapolsubsektor Uwapa/Topombukan itu saja dalam pembangunan pagar  mapolsubsektor juga dilakukan oleh para napi lapas nabire.
Kalapas Nabire saat menyerahkan 1000 buah batako pada kapolsubsektor uwapa 

Kalapas Nabire Yosep Yambise menuturkan jika hari ini dirinya dan sejumlah napi lapas nabire menyerahkan 1000 batako hasil produksi para napinya.

Yosep sangat puasdan bangga pada hasil karya para napi dilapas nabire yang telah dianggapnya layaknya anak sendiri sehingga dikabupaten nabire semua karya napi lapas nabire dapat dinikmati dan diterima oleh masyarakat nabire.

“ Saya puas dan bangga atas hasil karya dan produksi anak-anak saya,semua suka dan banyak yang sudah pesan hasil produksi,hasil pertanian hasil perkebunan dan hasil karya anak-anak saya”,ungkap Yosep Yambise sang kalapas yang kerap menghabiskan waktunya bersama para napi lapas nabire.
Batako hasil produksi  napi nabire untuk pembangunan pagar
mapolsubsektor uwapa 

Ucapan terimakasih juga dirinya ungkapkan kepada pemerintah daerah dan masyarakat nabire yang mendukung pembinaan untuk para napi lapas nabire.

“ Saya berterimakasih sekali pemerintah daerah serta masyarakat nabire yang selama ini tetap membantu dan mendukung program pembinaan yang saya terapkan di lapas nabire hingga setiap napi dapat memiliki penghasilan untuk di sisihkan buat keluarganya, terimakasih banyak “,ucap Yosep dengan suara lemah terharu,Selasa (13/9).



Reporter: T. Sayed Azhar

BAPANAS/BOGOR- Walau bukan di kampung halaman, warga binaan Lapas Kelas IIA Paledang, Bogor dapat merasakan suasana Idul Adha di halaman Lapas.

Segelintir masyarakat di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Paledang, Bogor, akhirnya dapat merasakan suasana Idul Adha 1437 H, meski bukan di kampung halamannya. Sebanyak 12 ekor domba dan 1 ekor sapi dari donatur disembelih di halaman Lapas.

Kepala Lapas (Kalapas) Paledang Suharman mengatakan, pada dasarnya perayaan Idul Adha di Lapas Paledang ini sama halnya dengan yang ada diluar. Namun, jika diluar sana pelaksanaanya bagi masyarakat umum, sedangkan di Lapas khusus bagi warga binaan (WB).

"Tadi pagi kami sudah melaksanakan sholat Idul Adha bersama dengan para petugas dan WB yang ada di lapas. Setelah itu, kami lakukan pemotongan hewan qurban," ujar Suharman kepada infonitas.com saat ditemui usai kegiatan, Senin (12/9/2016).

Suharman melanjutkan, meski hewan qurban yang disembelih hanya 1 ekor Sapi dan 12 ekor domba, menurutnya itu sudah lebih dari cukup untuk disantap para WB di Lapas.
Suasana saat penyembelihan hewan kurban di lapas palendang bogor  

"Hewan qurban itu berasal dari sumbangan berbagai pihak yang tidak ingin disebutkan namanya (Hamba Allah). Dengan adanya pemotongan hewan kurban ini, para WB merasakan suasana Idul Adha, meskipun berada di dalam Lapas," ungkapnya.

Mengapa dikatakan demikian, masih kata Suharman, sebab para WB shalat bersama-sama dan juga ikut menyaksikan pemotongan hewan kurban yang dilakukan dilapangan terbuka.

Rencananya, sambung Suharman, daging qurban tersebut akan di olah oleh petugas Lapas untuk dimasak dan disajikan kepada para WB.

"Jadi mereka tidak langsung menerima daging qurban mentah. Melainkan, mereka menikmati sajian daging qurban yang telah diolah dan sudah matang dalam bentuk gulai," tuturnya.

Dalam pemotongan hewan qurban ini sendiri, dilakukan oleh Ustadz Ali yang didatangkan dari luar dan dibantu oleh beberapa petugas lapas beserta WB. "Karena yang motong ini harus ahli yang sudah berpengalaman," imbuhnya.

Diakhir perbincangan, dia juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada donatur yang telah bersedia menyisihkan sebagian rizkinya untuk berbagi dengan menyumbangkan hewan qurban ke Lapas Kelas IIA Paledang, Bogor.(m.infonitas)

BAPANAS - Sepandai-pandai tupai meloncat akan jatuh jua, pepatah ini cocok disandang tersangka Andika warga Sukamulya Kecamatan sukarami Palembang.

Tersangka berusaha mengelabui petugas Lapas kelas 3 Kayuagung dengan memasukan narkoba jenis sabu dan pil geleng, inek.

Menurut informasi, Senin (12/9/2016) tersangka berencana membesuk rekannya yang ada di Lapas kelas 3 Kayuagung, tersangka membawa pesanan dari warga binaan Edi Riyanto. Untuk meloloskan rencananya, Andika menyimpan narkoba di sebuah benda, sebut saja deodoran.

Walaupun aksinya sudah dianggap rapi oleh Andika, namun petugas tidak mau kecolongan. Barang bawaan tersangka diperiksa satu persatu. Saat dalam pemeriksaan tersangka gugup dan membuat bertambah kekecurigaan penjaga lapas.

Akhir tersangka mengakui kalau didalam barang yang dibawahnya tadi, ada narkoba jenis sabu sebanyak satu paket sedang dan 5 butir pil geleng, inek.

Kalapas kelas III Kayuagung Mujiarto mengatakan, terungkapnya kasus ini, atas kejelian petugas jaga siang itu, saat diperiksa barang bawaannya ditemukan narkoba jenis sabu dan inek. Untuk mengelabui petugas, tersangka menyimpan rapi narkoba di dalam kresek hitam berisi mie, deodoran, pasta gigi.

"Sebelum masuk seperti biasa, petugas melakukan penggeledahan terhadap pengunjung lapas, selanjutnya satu persatu barang bawaan diperiksa," kata Mujiarto menyebutkan dalam bola deodoran untuk kelek itu, ketika dibuka ditemukan bungkus berisikan sabu-sabu dan inek.

Tak hanya itu, petugas juga menemukan pirek, kaca tipis yang ditempelkan dalam kotak pasta gigi. "Setelah ditemukan barang bukti itu, tersangka mengakui barang itu pesanan dari warga binaan bernama Edi Riyanto," ujar Mujiarto panjang lebar yang juga melakukan penggeledaan dalam kamar Edi ternyata juga ditemukan
satu unit handphone.

“Guna pengembangan, langsung saya hubungi pihak Kapolres OKI,” tegas Mujiarto yang tak mau di lapas ada warga binaanya yang tak mau dibina berarti mau dibinasakan.

Mendapat laporan, Kapolres OKI AKBP Amazona P SIk SH melalui Kasat Narkoba AKP Rio langsung menuju ke Lapas untuk membawa kedua tersangka dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara Andika mengaku bahwa dirinya hanya disuruh kakak iparnya berinisial IW untuk mengantarkan barang tersebut. Tersangka menyangkal kalau diirnya mengetahui isi dari kantong kresek hitam yang dibawanya itu.

"Pagi tadi ketemuan dengan kakak ipar di depan kampung baru. Aku disuruh bawa kresek itu untuk diantar ke kawannya di Lapas Kayuagung,” ujar Andika.

Edi Riyanto warga binaan mengakui kalau narkoba itu pesanannya pada bandar yang berada di Palembang.

"Saya pesan melalui telpon," tutur Edi berucap pesanan itu dua hari lalu. Dan sabu itu untuk dijual dalam lapas inilah.

Tak hanya itu, petugas juga menemukan pirek, kaca tipis yang ditempelkan dalam kotak pasta gigi. "Setelah ditemukan barang bukti itu, tersangka mengakui barang itu pesanan dari warga binaan bernama Edi Riyanto," ujar Mujiarto panjang lebar yang juga melakukan penggeledaan dalam kamar Edi ternyata juga ditemukan
satu unit handphone.

“Guna pengembangan, langsung saya hubungi pihak Kapolres OKI,” tegas Mujiarto yang tak mau di lapas ada warga binaanya yang tak mau dibina berarti mau dibinasakan.

Mendapat laporan, Kapolres OKI AKBP Amazona P SIk SH melalui Kasat Narkoba AKP Rio langsung menuju ke Lapas untuk membawa kedua tersangka dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara Andika mengaku bahwa dirinya hanya disuruh kakak iparnya berinisial IW untuk mengantarkan barang tersebut. Tersangka menyangkal kalau diirnya mengetahui isi dari kantong kresek hitam yang dibawanya itu.

"Pagi tadi ketemuan dengan kakak ipar di depan kampung baru. Aku disuruh bawa kresek itu untuk diantar ke kawannya di Lapas Kayuagung,” ujar Andika.

Edi Riyanto warga binaan mengakui kalau narkoba itu pesanannya pada bandar yang berada di Palembang.

"Saya pesan melalui telpon," tutur Edi berucap pesanan itu dua hari lalu. Dan sabu itu untuk dijual dalam lapas inilah.(trb)
Tersangka Andika memperlihatkan barang bukti narkoba jenis sabu dan pil geleng, inek yang hendak diselundupkan ke Lapas OKI, namun berhasil digagalkan petugas Lapas.

BAPANAS/TANGERANG- Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar berkuban seekor sapi di hari raya Idul Adha 1437 Hijriah. Daging kurban itu disumbangkan kepada warga binaan di Lapas Kelas 1 Tangerang.

Antasari yang divonis terlibat dalam pembunuhan terhadap Direktur Utama Rajawali Putra Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen itu memang dipastikan akan bebas bersyarat pada Oktober 2016.
Bagi Antasari, makna dari Idul Adha adalah ikhlas.

“Seperti yang saya ambil adalah harus ikhlas untuk dibina di sini, melaksanakan pembinaan dengan rasa ikhlas,” ujar Antasari, Senin (12/9/2016).

Selain kurban dari Antasari, ada 11 ekor hewan kurban lain di Lapas Kelas 1 Tangerang yang terdiri dari empat sapi dan tujuh kambing.
Antasari azhar saat memyerahkan sapi kurban di lapas tanggerang  

Begitu juga dengan Evy Susanti, terpidana korupsi dana bantuan sosial Provinsi Sumatera Utara turut berkurban di Lapas Wanita Tangerang.

Selain itu tampak juga dari 449 penghuni lapas, salah satu di antaranya mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang terlibat dalam kasus korupsi itu sesuai Salat Id, ikut dalam bersilahturahmi dengan sesama warga binaan.

Arfan Hadi, Kepala Lapas Kelas 1 Tangerang mengatakan, proses pemotongan hewan kurban disaksikan langsung oleh warga binaan.

“Pelaksanaan kurban di Lapas merupakan wujud kepedulian antar sesame warga binaan dalam mengaplikasikan Idul Adha,” tuturnya. (Okezone)

Muhammadiyah: " Ada Maksud Terselubung soal Revisi Remisi Napi Korupsi"

BAPANAS/JAKARTA – Antikorupsi Pemuda Muhammadiyah yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi telah menemui pimpinan Komisi Pemilihan Korupsi (KPK) guna menolak penghapusan syarat remisi untuk narapidana (napi) atas kasus korupsi.

Wakil Ketua antikorupsi Pemuda Muhammadiyah Virgo Sulianto menilai bahwa ada kepentingan politik yang tersirat di dalam revisi Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 tentang perubahan kedua atas PP Nomor 32 tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.
Ilustrasi  
"Kami menganggap ada maksud terselubung dalam pembahasan ini. Ada keinginan beberapa pihak yang ingin membebaskan koruptor. Itu ada dirancangan pemerintah yang menyatakan hak politik yang akan dicabut," katanya di gedung KPK, Selasa (16/8/2016).

Menurut dia, hal tersebut menandakan bahwa komitmen memberantas hanya di dengar dari beberapa pihak. Sedangkan dari pemerintah hanya bagian terkecil.

Adapun, dalam revisi tersebut, dinyatakan bahwa hak politik yang dicabut dapat dikembalikan.

Virgo menyatakan bahwa revisi PP tersebut sama saja tidak menghargai komitmen beberapa pihak dalam pemberantasan korupsi. (Okezone)

BAPANAS/JAKARTA– Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond J Mahesa, mengatakan membeludaknya narapidana di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Indonesia akibat tersandung kasus narkoba.

Oleh karena itu, lapas di Indonesia saat ini dianggap sudah melebihi batas kapasitas. Desmond menilai, banyaknya narapidana kasus narkoba tersebut telah menguras Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Jumlah napi yang membludak itu bukan saja berefek besar pada anggaran makan napi, tetapi Juga menuntut anggaran untuk pos-pos belanja lainnya," ujar Desmond ditemui di acara diskusi di Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta Pusat, Kamis (25/8/2016).

Menurut Politikus Partai Gerindra tersebut, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) paling banyak meminta anggaran untuk pembangunan Lapas baru di berbagai daerah Indonesia.

"Pos yang rajin m‎eminta Kemenkumham kepada Komisi III DPR adalah untuk pembangunan penjara. Dari APBN tahun anggaran 2010 hingga tahun 2015 saja biaya pembangunan ini mencapai angka Rp4,233 triliun," paparnya.

"Sedangkan untuk 2016 pembangunan penjara sudah menelan biaya sebesar Rp715 miliar. Menjadikan pembangunan penjara sebagai solusi utama, tentu tidak tepat, apalagi jika diingat APBN kita amat terbatas," tutupnya. (Okezone)

BAPANAS/BANDUNG- Tak sedikit  lembaga pemasyarakatan (lapas) diberbagai daerah di Indonesia melaksanakan penyembelihan hewan kurban pada hari raya idul adha.

Satu di antaranya Lapas Kelas I Sukamiskin di Jalan AH Nasution, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung.

"Lapas Sukamiskin (sembelih) delapan sapi dan 10 ekor kambing. Tapi dipotongnya tidak sekaligus hari ini. Hari ini empat (sapi), besoknya empat," kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Kewilayahan Kementerian Hukum dan HAM Jabar, Agus Toyib, melalui sambungan telepon, Senin (12/9/2016).

Dikatakan Agus, delapan sapi itu sebagian besar merupakan hewan kurban yang dibeli warga binaan "rumah khusus" kasus korupsi tersebut.
Ilustrasi   

Pihaknya memang memberi kesempatan kepada warga binaan untuk menjalankan perintah agama tersebut.

"Kan tiap tahun lapas membuka kesempatan kepada warga binaan dan pegawai untuk bekurban," kata Agus.

Tak hanya memberikan kesempatan berkurban, Agus mengatakan, pihaknya juga memberikan kesempatan kepada keluarga warga binaan untuk besuk.

Menurutnya, setiap lapas memberikan pelayanan terhadap keluarga meski hari ini merupakan tanggal merah.

"Ya jadi kami persilahkan lapas buka kesempatan hari ini karena hari baik, bagi keluarga yang ingin kunjungan dipersilahkan," kata Agus. (Tribunnews)

BAPANAS/LHOKSUKON- Allahu Akbar...Allahu Akbar...Allahu Akbar, Gema takbir berkumandang mewarnai suasana sesaat sebelum shalat idul adha dilaksanakan di Rumah Tahanan Negara (Rutan).

Untuk pertama sekali dalam sejarah semenjak dibangunnya Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lhoksukon melaksanakan shalat Idul Adha.

Pelaksanaan shalat idul adha di hadiri oleh Kepala Rutan dan pejabat struktural Rutan Lhoksukon beserta seluruh penghuni rutan mulai tahanan maupun narapidana.

Dengan menggunakan tempat yang sangat sederhana yakni ruang mushala para Jama’ah shalat ied dirutan lhoksukon antusias mengikuti shalat ied.

Dari amatan BPN,pelaksanaan shalat idul adha dimulai pukul 09:00 WIB dengan imam merangkap khatib adalah Tgk Muhammad Hamid.
Para jamaah  shalat idul adha antusias mendengarkan khutbah  

Dalam khutbahnya Tgk Muhammad Hamid menyampaikan agar momen pelaksanaan shalat idul adha pertama sekali dirutan lhoksukon dapat dijadikan cermin untuk melakukan intropeksi diri atas segala kesalahan serta kekhilafan.

“ Dimana dengan kesalahan dan kekhilafan, Allah SWT masih memberi kesempatan pada kita semua untuk mendirkan shalat idul adha didalam ruang yang sangat sederhana ini”,ujar Tgk Muhammad Hamid dihadapan jamaah shalat idul adha rutan Lhoksukon.

Diantara para jamaah tak sedikit yang terharu dengan pelaksanaan shalat idul adha,bertambah lagi dengan siraman rohani yang disampaikan oleh khatib.

“ Kami tidak terbayang bisa melaksanakan shalat idul adha didalam rutan,tadi saya sangat terharu dengan khutbah tgk muhammad,memang sejak pak pendi karutan lhoksukon,semua kamar dan blok bersih,buktinya kami bisa shalat ied diruang ang dulunya gudang sekarang dijadikan mushalla oleh pak pen “,ungkap M. Ali salahsatu napi rutan lhoksukon usai shalat ied.

“ Saya sudah 2 kali masuk rutan ini,dulu kumuh kali,kotor dan tidak tertata,sekarang waktu saya dikirim dipindahin kemarin dari polres kerutan,terkejut saya,bersih sekali,lantainya keramik lagi, jauh sekali waktu saya masuk tahun 2013 “,sambung agam yang masih berstatus tahanan kejaksaan.
Karutan Efendi berjabat tangan dengan penghuni rutan usai shalat idul adha 

Kepala Rutan Lhoksukon Efendi SH mengatakan shalat idul adha sebelumnya memang belum pernah dilaksanakan dirutan lhoksukon disebabkan terbatasnya dan sempitnya areal.

Menurutnya berhasilnya pelaksanaan shalat idul adha setelah dirinya menata ulang rutan lhoksukon memanfaatkan ruang yang berfungsi disulap menjadi mushalla yang sangat sederhana.

“ Kata pegawai saya dulunya memang belum pernah ada shalat idul adha disini,munkin areal yang sempit,tadi kita laksanakan dimusalla,dulunya ruang itu tidak berfungsi,ya seperti gudang lah,setelah saya ditugaskan kemari semua saya tata ulang,kami berharap para penghuni lebih nyaman serta tidak ada timbul pemikiran negatif “,jelas Efendi sesaat usai shalat idul adha.

Usai shalat idul adha semua jamaah melakukan acara berjabat tangan saling meminta maaf yang kemudian diteruskan kembali kekamar masing-masing menunggu kunjungan keluarga.


Redaksi: T. Sayed Azhar

BAPANAS/JAKARTA- Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas masih menjadi tempat nyaman bagi jaringan narkoba, dalam mengedarkan barang haram tersebut kepada masyarakat.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Budi Waseso mengatakan, ada 72 jaringan narkoba internasional yang menyasar ke Tanah Air. Di antaranya jaringan Freddy Budiman.

Menurut dia, 48 jaringan narkoba telah memanfaatkan 22 Lapas sebagai tempat transaksi narkoba.

"Mereka berpikir bahwa Lapas lebih aman," ujar pria yang akrab disapa Buwas di Sekolah Partai PDIP, Wisma Kinasih, Tapos Kota Depok, Sabtu 10 September 2016.

Sebagai contoh, kata Buwas, ketika Freddy Budiman dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur. Tadinya, ia yakin Lapas tersebut bisa menghentikan langkah Freddy mengedarkan narkoba. Namun, baru dipindahkan sore, keesokan harinya Freddy sudah bertransaksi.
Kepala BNN Komjen Budi Waseso 

"Saya dengan pak menteri melihat sistem yang ada di Gunung Sindur kita putuskan dan yakini bahwa Gunung Sindur hebat. Soalnya waktu Gayus masuk sana, dia ampun-ampunan.

Makanya kita pikir Freddy Budiman tidak bisa apa-apa di sana, tapi nyatanya tidak," ungkap Buwas.

Tentunya, kata Buwas, ini harus menjadi persoalan bersama agar jaringan narkoba tak lagi bisa menggunakan Lapas sebagai tempat bertransaksi narkoba.

"Tapi saya tekankan ini menjadi persoalan bersama, bukan hanya tugas menteri atau BNN saja," ungkap dia.

Perang Modern

Karena itu, Buwas menyimpulkan, Bangsa Indonesia sedang dilanda perang modern melalui peredaran narkoba jaringan internasional.

"Kenapa saya bilang perang moderen? Ini sindikat narkotika tidak ada narkoba yang asalnya dari Indonesia, kecuali ganja. Semua muara akhirnya di Indonesia. Ini hasil pembuktian jaringan yang kita ungkap. Semua masuknya ke Indonesia," kata dia.

Buwas menjelaskan, narkoba berasal dari Amerika, Filipina, Hongkong, Taiwan, China, Eropa, dan India. Sebelum muncul di Indonesia selalu transit di dua negara, yakni Malaysia dan Singapura.

"Ini yang saya sampaikan salah satu dari perang moderen. Australia saja komplain sama kita. Karena Australia bilang saya dapet dari Indonesia. Dikira kita yang produksi?" tanya dia.

"Kalau ada beberapa pabrik yang kita tangkap kemarin itu sifatnya meracik, dari bahan baku yang sudah terkirim diracik di sini menjadi bahan jadi. Tapi bahan bakunya impor, kecuali ganja. Ini gambaran nyata," papar Buwas.
Ilustrasi  

Menurut Buwas, Malaysia punya misi menguasai Indonesia. Caranya, dengan menjadikan wilayahnya sebagai tempat transit narkoba. Sehingga bandar terbesar pemodalnya dari negera tersebut.

Di Malaysia atau Singapura, lanjut Buwas, narkoba tersebut diendapkan. Nanti jika ada pesanan dari Indonesia baru dikirim, bisa melalui Kucing dan Kalimatan Timur. Pokoknya semua muaranya adalah Indonesia, terutama Jakarta sebagai sentralnya.

"Sekarang kalau perang pakai pasukan kelihatan sekali. Tapi kalau pakai narkoba tidak kelihatan. Ini yang saya sampaikan kepada Panglima TNI, Kapolri, harus waspada. Karena kita menghadapi musuh dalam selimut," pungkas Buwas.(Liputan6)

Karutan: " Masalahnya sudah selesai mereka sudah berjabat tangan"

BAPANAS/KOTABAKTI- Seorang Narapidana (napi) bernama Syuib Salihin babak belur dihajar sesama teman napi satu kamar sel di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kota Bakti,Pidie, Kamis (8/9).

Hal ini di ungkapkan oleh Marzuki warga tangse,Sigli Aceh Pidie, kakak kandung dari syuib kepada BPN, Jumat (9/9).

Menurut marzuki dirinya telah membezuk adiknya dirutan kotabakti sigli mendapati adiknya syuib  dalam kondisi babak belur ,bagian wajah banyak luka memar dan luka berdarah.

“ Kemarin saat sya membezuk ke rutan kotabakti  kondisi adik saya bagian mukanya lembam-lembam,pelipis matanya luka dan bengkak membiru “,ungkap marzuki.
Kondisi Syuib salihin usai insiden pemukulan  

Saat ditanya penyebab sampai babak belurnya adiknya syuib dirutan kotabakti marzuki mengisahka jika syuib dipukul oleh teman satu kamar selnya bernama agus terpidana 10 tahun dalam kasus narkoba,berawal dari permainan domino dengan taruhan rokok.

“ Saat syuib ingin berhenti main karna hari sudah sore,napi agus lansung memukul dan menendangnya secara membabi buta,setelah itu dilerai oleh teman-teman satu kamarnya “,cerita marzuki.

Karutan Kota Bakti, Sigli Kabupaten Aceh Pidie Sofyan membenarkan adanya kejadian perkelahian dua narapidana namun kedua napi tersebut sore itu juga dipanggil olehnya serta didamaikan,dimana sebelumnya napi syuib diberikan pengobatan pada luka dan memar oleh pihaknya.

“Benar kemarin kejadiannya tapi sudah selesai kok masalahnya,sore itu juga kedua napi itu saya panggil dan saya beri arahan mereka sudah berjabat tangan,si syuib pun kemarin juga kita beri pengobatan pada luka dan memarnya ” jelas Sofyan pada BPN,Sabtu (11/9) melalui handphone selulernya.(statusaceh.net)

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Informasi BAPAS. Theme images by mariusFM77. Powered by Blogger.