Latest Post

à Aceh Agama Asean Games Asimilasi Balitbang Bapas Bea Cukai Bebas Narkoba Bela Negara Bencana Alam Bengkulu Berita Berita Video BNN BNPT Bom Lhokseumawe BPP Cabang Rutan Namlea Cabrut Lhoknga Corona CPNS Crass Program Daer Daerah Dindin sudirman Dir Yantah Dirbina Latkerpro Dirjen Imigrasi Dirjen PAS Dirjenpas Dirkamtib Ditjen PAS Ditjenpas DPD DPO DPR Editorial PAS Ekonomi FORMATPAS Guantanamo Hak WBP HAKKI HAM HANI Hardiknas Hari PAS Harki Harkitnas HDKD Hukum HUT PAS HUT RI HUT RiI Imigrasi Imlek Informasi International Investigasi Irwil Itjenpas Jaksa JARI John Kei Jual Beli Jabatan Ka. KPLP Kadiv PAS Kadivmin Kadivpas Kakanwilkumham RI Kamar Biologis Kanwilkumham Kanwilkumham RI Kasubag humas Kejagung Kejari Kejati Keluhan Napi Kementerian PUPR Kesehatan Kisah Sejarah Komisi III Komnas HAM Koruptor Kotabaru KPK KPR KPU Kriminal Kunker Lampung Lapaa Bengkalis Lapas Lapas Bangkinang Lapas Karang Intan Lapas Abepura Lapas Ambarawa Lapas Ampana Lapas Amungtai Lapas Atambua Lapas Balikpapan Lapas Banceuy Lapas Bandar Lampung Lapas Bandung Lapas Bangkinang Lapas Bangko Lapas Bangli Lapas Banjarbaru Lapas Banjarmasin Lapas Banjarsari Lapas Banyu Asin Lapas Banyuwangi Lapas Barelang Lapas Batam Lapas Batu Lapas Baubau Lapas Bayur Lapas Bayuwangi Lapas Bekasi Lapas Bengkalis Lapas Bentiring Lapas Besi Lapas Bima Lapas Binjai Lapas Bireuen Lapas Bitung Lapas Blangkejeren Lapas Blangpidie Lapas Blitar Lapas Boalemo Lapas Bogor Lapas Bojonegoro Lapas Bolangi Lapas Bondowoso Lapas Bontang Lapas Brebes Lapas Bukit Semut Lapas Bukit Tinggi Lapas Bukitsemut Lapas Bulukumba Lapas Calang Lapas Ciamis Lapas Ciangir Lapas Cianjur Lapas Cibinong Lapas Cikarang lapas Cilacap Lapas Cilegon Lapas Cilodong Lapas Cipayung Lapas Cipinang Lapas Cirebon Lapas Curup Lapas DIY Lapas Doyo Lapas Empat Lawang Lapas Fakfak lapas Garut Lapas Gintung Lapas Gobah Lapas Gowa Lapas Gunung Sindur Lapas Gunung Sitoli Lapas Gunung Sugih Lapas High Risk Lapas Idi Lapas Indramayu Lapas Industri Lapas Jambi Lapas Jambula Lapas Jelekong Lapas Jember Lapas Jombang Lapas Kalianda Lapas Karanganyar Lapas Karangasem Lapas Karawang Lapas Kayuagung Lapas Kediri Lapas Kedungpane Lapas Kelas I Medan Lapas Kendal Lapas Kendari Lapas Kerobokan Lapas Kerobokanm Napi Lapas Kesambi Lapas Ketapang Lapas Klas I Medan Lapas Klaten Lapas Kota Agung Lapas Kotabakti Lapas Kotabaru Lapas Kotabumi Lapas Kuala Simpang Lapas Kuala Tungkal Lapas Kuningan Lapas Kupang Lapas Kutacane Lapas Labuhan Ruku Lapas Labuhanbatu Lapas Lahat Lapas Laing Lapas Lamongan Lapas Lampung Lapas Langsa Lapas Lembata Lapas Lhokseumawe Lapas Lhoksukon Lapas Lowokwaru Lapas Lubuk Pakam Lapas Lubuklinggau Lapas Lubukpakam Lapas Lumajang Lapas Luwuk Lapas Madiun Lapas Magelang Lapas Magetan Lapas Majalengka Lapas Makassar Lapas Malang Lapas Mamasa Lapas Manado Lapas Manna Lapas Manokwari Lapas Maros Lapas Martapura Lapas Mataram Lapas Merah Mata Lapas Merauke Lapas Metro Lapas Meulaboh Lapas Mojokerto lapas Muara Bulian Lapas Muara Bungo Lapas Muara Sabak Lapas Muara Tebo Lapas Muara Teweh Lapas Muaraenim Lapas Muaro Sijunjung Lapas Muntok Lapas narkoba Baleendah Lapas Narkotika Lapas Ngawi Lapas Nunukan Lapas Padang Lapas Padang Sidempuan Lapas Pakem Lapas Pakjo Lapas Palangkaraya Lapas Palembang Lapas Palendang Lapas Palopo Lapas Palu Lapas Pamekasan Lapas Pancur Batu Lapas Pangkal Pinang Lapas Pangkalan Balai Lapas Pangkalan Bun Lapas Parepare Lapas Pariaman Lapas Parigi Lapas Pasir Pangaraian Lapas Pasir Putih Lapas Pati Lapas Payakumbuh Lapas Pekalongan Lapas Pekanbaru Lapas Pematang Siantar Lapas Pemuda Tanggerang Lapas Permisan Lapas Permpuan Sigli Lapas Petobo Lapas Piru Lapas Pohuwato Lapas Polewali Lapas Pontianak Lapas Porong Lapas Probolinggo Lapas Purwakarta Lapas Purwokerto Lapas Rajabasa Lapas Rantau Prapat Lapas Raya Simalungun Lapas Salemba Lapas Samarinda Lapas Sampit Lapas Sarolangun Lapas Sawahlunto Lapas Sekayu Lapas Semarang Lapas Serang Lapas Serong Lapas Siantar Lapas Sidoarjo Lapas Silambue Lapas Singaraja Lapas Singkawang Lapas Sintang Lapas Slawi Lapas Sleman Lapas Sorong Lapas Sragen Lapas Sukabumi Lapas Sukamara Lapas Sukamiskin Lapas Sumbawa Lapas Super Maximum Lapas Surabaya Lapas Surakarta Lapas Surulangun Lapas Tabanan Lapas Takalar Lapas Tanggerang Lapas Tanjung Balai Lapas Tanjung Pandan Lapas Tanjung pura Lapas Tanjung Raja Lapas Tanjungbalai Lapas Tanjungpandan Lapas Tanjungpinang Lapas Tarakan Lapas Tebing Tinggi Lapas Tebo Lapas Tegal Lapas Teluk Dalam Lapas Tembilahan Lapas Tenggarong Lapas Terbuka Lombok Lapas Terbuka Kendal Lapas Terbuka Pasaman Lapas Ternate Lapas Timika Lapas Tobelo Lapas Todano Lapas Tolitoli Lapas Tuantu Lapas Tuban Lapas Tulang Bawang Lapas Tulungagung Lapas Tuminting Lapas Wahai Lapas Wamena Lapas Wanita Lapas Warungkira Lapas Watambone Lapas Way Huwi Lapas Way Kanan Lapas Waykanan Lapas Yogya Lapas Yogyakarta LapasTanjung Lapastik Bandung Lapastik Bayur Lapastik Cipinang Lapastik Kasongan Lapastik Langkat Lapastik Langsa Lapastik Nusakambangan Lapastik Pematang Raya Lapastik Samarinda Lapastik Sungguminasa Lapastik Tanjungpinang Laps Banceuy Lebaran LP Banceuy LP Banda Aceh Lpas Kembang Kuning LPKA LPKA Jambi LPKA Manokwari LPKA Martapura LPN Karang Intan LPN Pematang Raya LPP LPP Baloi LPP Bandung LPP Bolangi LPP Denpasar LPP Kendari LPP Malang LPP Martapura LPP Palangkaraya LPP Pangkalpinang LPP Pontianak LPP Sigi LPP Sukamiskin LPP Tanggerang LPP Tanjungusta Mahkamah Agung Mataram Medan Menhan Menko Polhukam Menkopolhukam Menkumham Menkumham RI Menpan-RB Mensos MPR n Nabire Nap Napi Napi Anak Napi Teroris Napol Narkotika Nasional Natal Nusakambangan Nusantara Nyepi Olahraga Ombudsman Opini OTT Over Kapasitas Padang Papua Pas PAS News Patroli Pelantikan Pemilu Pendidikan Pengadilan Pengamat Peristiwa Pers Pilkada Pilpres PNBP Polri Poltekip Presiden Produk Karya PSSB PUN Pungli Rakor Ramadhan Rekor MURI Remisi Revisi PP 99 Revisi UU Narkotika Revitalisasi Riau Rilis RKUHP Rupbasan Rutan Rutan Bengkulu Rutan Amurang Rutan Anak Air Rutan Bagansiapi-Ali Rutan Banda Aceh Rutan Bandung Rutan Bangil Rutan Bangli Rutan Barru Rutan Batam Rutan Batang Rutan Baturaja Rutan Bener Meriah Rutan Bireuen Rutan Bireun Rutan Blangkejeren Rutan Blora Rutan Boyolali Rutan Bulukumba Rutan Calang Rutan Cilodong Rutan Cipinang Rutan Cirebon Rutan Depok Rutan Dolok Sanggul Rutan Donggala Rutan Enreakang Rutan Gianyar Rutan Gunung Sindur Rutan Idi Rutan Jantho Rutan Jeneponto Rutan Jepara Rutan Kabanjahe Rutan Kajhu Rutan Kandangan Rutan Kebonwaru Rutan Klas I Medan Rutan Kolaka Rutan Kota Agung Rutan Kota Bakti Rutan Kota Bumi Rutan Kotabumi Rutan Kotapinang Rutan KPK Rutan Kraksaan Rutan Kupang Rutan Labuhan Batu Rutan Labuhan Deli Rutan Lhoksukon Rutan Lubuk Sikaping Rutan Majene Rutan Makassar Rutan Malabero Rutan Malendeng Rutan Manado Rutan Marabahan Rutan Masamba Rutan Medaeng Rutan Mempawah Rutan Muara Dua Rutan Natal Rutan Nganjuk Rutan Padang Rutan Painan Rutan Pakjo Palembang Rutan Palangkaraya Rutan Palu Rutan Pancurbatu Rutan Pangkep Rutan Pasangkayu Rutan Pekanbaru Rutan Pemalang Rutan Pontianak Rutan Poso Rutan Praya Rutan Purwodadi Rutan Purworejo Rutan Putusibau Rutan Rembang Rutan Sabang Rutan Salemba Rutan Sanggau Rutan Sawahlunto Rutan Semenep Rutan Sengkang Rutan Siak Rutan Sialang Rutan Sidrap Rutan Sigli Rutan Sinabang Rutan Singkil Rutan Sinjai Rutan Soasio Rutan SoE Rutan Solo Rutan Soppeng Rutan Sumenep Rutan Sungaipenuh Rutan Surabaya Rutan Surakarta Rutan Takengon Rutan Tanggerang Rutan Tanjung Rutan Tanjung Balai Karimun Rutan tanjung Gusta Rutan Tanjung pura Rutan Tanjungpinang Rutan Tapaktuan Rutan Teminabuan Rutan Trenggalek Rutan Unaaha Rutan Wates Rutan Way Huwi Rutan Wonogiri Rutan Wonosobo RUU PAS Sekjen PAS Sekjenpas Sertijab Sesditjen Sesditjen HAM Sesditjen PAS Sex Sidak Sipir Sosok Staf Ahli Menteri Staf Khusus Menkumham Staf Presiden Super Maximum Security T. Saladin Tahanan Tahanan Kabur Tapanuli Teknologi Terpidana Mati TNI TPPU Uang Elektronik Vaksinasi Waisak Wapres WBK/WBBM WNA

  


BAPANASNews- Setelah mengklarifikasi terkait pemberitaan dirinya yang diduga digenjot oleh oknum KPLP lapas mataram, kini dwi kembali buka suara dengan membantah dirinya telah melakukan upaya pemerasan terhadap oknum KPLP.


Hal ini disampaikan kepada wartawan media ini melalui sambungan telepon seluler, Sabtu 21/5/2022) dengan sebelumnya memperkenalkan dirinya merupakan wanita yang dimuat diberita media ini.


" Saya menyatakan tidak benar jika saya dituduh oleh Oknum tersebut memeras dirinya, yang benar adalah oknum tersebut menawarkan uang kepada saya agar saya tidak lagi mempermasalah apa yang telah dilakukannya pada saya ",ungkap dwi singkat.

Baca juga: Beredar Berita Dugaan Oknum KPLP Lapas Mataram Lakukan Tindakan Amoral
 

Dwi juga menyampaikan jika video klarifikasi yang dibuatnya tersebut merupakan permintaan kalapas mataram pada dirinya, agar dirinya mengatakan apa yang telah diberitakan tidak benar dengan harapan permasalahan dirinya dengan oknum KPLP tersebut akan dicarikan solusi yang terbaik dengan oleh kalapas.


" Soal video klarifikasi itu memang saya yang membuat atas permintaan kalapas mataram yang menghubungi saya, saya berpikir akan solusi yang baik namun hingga saat ini pak kalapas pun tidak ada mengabari apapun lagi ", ungkapnya.


Kepada wartawan media ini dwi mengirimkan sejumlah rekaman oknum KPLP tersebut saat bersama dirinya menginap disebuah hotel dalam kondisi tidur bersama.


" Nah ini coba lihat jika saya bohong,ini saat saya bersama laki itu sedang menginap dihotel sedang tidur bareng,inikan dia, jadi jangan dia bilang dia tidak melakukannya pada saya, saya dibohonginya katanya belum punya istri dan anak,ternyata sudah punya, sekarang hidup saya hancur dibuatnya,jika dia tidak bertanggungjawab apa yang telah dilakukannya saya akan bongkar apa saja yang dilakukannya selama ini,saya punya buktinya baik video di hp maupun rekaman CCTV ", tutur dwi sambil menangis. 

 

Berita terkait: 

Video: Janda Satu Anak Bantah Digenjot oleh Oknum KPLP Mataram  

 


MEDAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Medan menyelenggarakan kegiatan pembentukan mental dan disiplin bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pelatihan Pramuka, Rabu (11/5). 

Pelatihan Pramuka yang dilaksanakan setiap hari diikuti antusias oleh WBP Lapas Kelas I Medan yang tergabung dalam Gugus Depan Pramuka 14.1387.

Kegiatan kepramukaan di Lapas I Medan merupakan salah satu bentuk program pembinaan yang dilaksanakan kepada WBP untuk membentuk karakter, mental, disiplin, tanggung jawab, serta rasa cinta kepada tanah air. 

Kegiatan ini setiap harinya diisi dengan Pelatihan Baris-Berbaris (PBB), yel-yel, hingga semaphore. 

Walaupun dalam masa pandemi COVID-19, tidak menurunkan minat keikutsertaan WBP untuk terus mempelajari ilmu tentang kepramukaan.

Kepala Lapas I Medan, Maju A. Siburian, menyampaikan kegiatan Pramuka bagi WBP mempunyai peran positif sehingga nantinya WBP yang mengikuti kegiatan ini terbentuk mental dan jiwa disiplinnya. 

Selain itu, dengan dilaksanakan setiap hari, menjadi ajang pendalaman teori maupun praktik bagi WBP yang mengikuti kegiatan.

“Dengan dilaksanakan pelatihan setiap hari, nantinya mereka akan makin mahir dan bisa mengikuti perlombaan Pramuka yang tiap tahun diadakan,” ujar Maju.

Rudi, salah satu WBP yang mengikuti pelatihan, merasa bangga karena bisa mengikuti kegiatan Pramuka. “Alhamdulillah, dengan terus menerus berlatih dan belajar, dari yang tadinya tidak tahu PBB, sekarang jadi tahu PBB, tata upacara, dan lainnya,” ucap Rudi.(Rilis)



Mataram,(BPN)- Setelah beberapa lalu waktu dihebohkan oknum Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Mataram diduga lakukan tindakan amoral yakni menghamili seorang wanita berstatus janda anak satu.


Perbuatan amoral oknum KPLP tersebut sempat dimuat disejumlah media online dengan narasumber adalah wanita tersebut berinitial Ern yang mengaku telah dihamili oleh oknum KPLP Mataram.

Berita terkait: Beredar Berita Dugaan Oknum KPLP Lapas Mataram Lakukan Tindakan Amoral


Namun belakangan Ern kembali mengklarifikasi keterangannya disejumlah media tersebut tidak benar dan tidak pernah menceritakan nasib tersebut pada wartawan.


" Saya tidak pernah dikonfirmasi ataupun ditanyai oleh wartawan tersebut dan mengatasnamakan saya bahwa saya digenjot berkali-kali, masak iya saya menceritakan aib saya sendiri pada semua orang'',tutur Ern dalam video singkat yang dikirimkan oleh oknum KPLP melalui pesan WhatAps Selasa (03/5/2022) kepada redaksi media ini.


Sebelumnya juga Ern diduga juga sempat melakukan dugaan upaya pemerasan terhadap oknum KPLP Mataram dengan meminta uang yang jumlahnya dari 20 hingga 50 juta,hal ini diketahui dari pernyataan oknum KPLP kepada wartawan media ini beberapa waktu lalu.


" Saya ada coba hubungi dia bang beberapa kali diangkat katanya tidak ada sampaikan hal itu ke kawan wartawan, dia juga ada upaya meras saya minta uang 20 sampai 50 juta kalau tidak dia akan fitnah saya,saya minta bertemu bicarakan baik-baik tidak mau dia,saya tanya dia dimana posisi kemarin katanya dia di bali tapi saya yakin dia di mataram ",papar andi yang mengaku akan melaporkan Ern ke polisi dalam waktu dekat jika Ern tidak ada iktikat baik menyelesaikan masalah ini dengannya.

 

Sementara itu Ern hingga berita ini dimuat pihak redaksi belum dapat menghubunginya guna konfirmasi lansung terkait video yang dikirimkan oleh Oknum KPLP serta tudingan adanya dugaan upaya pemerasan seperti yang dijelaskan oknum KPLP pada wartawan media ini.

 

Berikut video klarifikasinya:

 





 


BAPANASNews- Bersama Plh. Ka.KPLP, Kalapas Tanjung Balai Asahan, Muda Husni memimpin apel serah terima regu pengamanan dari Rupam IV dinas Pagi ke Rupam I dinas Siang, Jumat, (06/52022).

Kalapas mengingatkan pentingnya kegiatan serah terima regu pengamanan yang merupakan sarana bertukar informasi dari regu yang bertugas sebelumnya dengan yang akan bertugas, sehingga seluruh informasi dan perkembangan Lapas dapat diketahui oleh semua petugas. 

Kalapas juga mengingatkan untuk bertugas secara ikhlas, disiplin dan tetap menjaga kerapian berpakaian.

“Jalankan tugas pengamanan dengan baik, laksanakan sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) yang berlaku dan segera koordinasikan dengan Komandan Regu Jaga jika terjadi gangguan keamanan dan ketertiban.” Ucap Kalapas.(rls)



BAPANASNews- Pelaksanaan Shalat tarawih malam terakhir di Masjid At Taubah Lapas Tanjung Balai tetap terlaksana sebagaimana biasanya. Warga binaan tetap semangat mengikuti jalannya giat tarawih yang dilaksanakan.

Tidak hanya wbp, Kalapas Muda Husni juga turut serta melaksanakan Shalat Isya, tarawih dan witir secara berjamaah di lapas. Selain melaksanakan Shalat berjamaah, Muda Husni juga menyampaikan sambutan pada malam terakhir Ramadhan ini.

Dalam sambutan yang beliau sampaikan sebelum shalat tarawih dimulai, "Idul Fitri sejatinya adalah hari kemenangan bagi hamba-hambaNya yang telah berjuang sebulan penuh melaksanakan perintah Allah berpuasa dan ibadah shaum lainnya di bulan Ramadhan. Maka beruntunglah orang-orang yang telah mengerjakan perintah Allah tersebut". Ucap Muda Husni.

Dihadapan para jamaah Muda mengingatkan, Selain kemenengan bagi hamba-hambaNya yang didapat di hari raya idul fitri, Allah juga memberikan hadiah kepada hambaNya pada hari raya Idul Fitri yaitu diharamkannya berpuasa bagi hambanya pada hari tersebut.
"Semoga para jamaah sekalian termasuk golongan orang yang beruntung tersebut". Pungkas muda mengakhiri sambutannya.

Kegiatan dilanjutkan dengan Tausyah singkat oleh Al Ustadz M. Taslim S.Ag dan selanjutnya dilaksanakan shalat tarawih dan witir secara berjamaah yang di imami salah seorang petugas yakni Ustadz Deril Ikhsani, SH. (rls)

BAPANASNews- Kembali dunia pemasyarakatan indonesia dihebohkan dengan beredarnya kabar berita seorang oknum kepala pengamanan lembaga pemasyarakatan (Lapas) atau KPLP diduga melakukan tindakan amoral pada seorang wanita .


Terkuaknya informasi ini setelah salahsatu media online yang berada di Nusa Tengara Barat (NTB) memuat berita berjudul " Diduga, Oknum KPLP Lapas Mataram Hamili Janda Satu Anak ".

Berita yang di rilis pada Selas 26 april 2022 tersebut memuat kisah  Ern alias Dw warga Lombok berstatus janda anak satu yang saat ini telah berbadan dua akibat perbuatan oknum KPLP bernitial AAS alias Andi.


Mengutip berita yang telah dimuat di sentrantb.co.id, Kepada wartawan Koran Stabilitas Ern mengaku mengenal Andi lebih kurang selama setahun.Hampir setiap hari Ern mengaku di genjot alias disetubuhi seperti suami istri oleh Andi.Namun setelah mengetahui Ern positif hamil lebih kurang satu bulan lebih, Andi meninggalkan Ern Tampa alasan.

"Ketika saya kasih tau bahwa saya positif hamil, Andi meninggalkan saya bahkan mengaku tidak pernah bersetubuh dengan saya,"kata Ern kepada media ini.
Ern juga mengaku mendapat telpon dari istri Andi yang bekerja di Kantor imigrasi dan mengatakan bahwa Andi bukan hanya sekali ini melakukan kejahatan menghamili perempuan lalu meninggalkan perempuan begitu saja.


"Bu Ern sabar ya bahwa saya sudah malas urus suami saya, karena bukan sekali ini suami saya melakukan hal itu sama perempuan,tapi sering kali selama menikah dengan saya," cerita Ern mengutip pengakuan istri Andi via ponsel.

Karena itu, Ern meminta Andi untuk bertanggungjawab atas kehamilannya tersebut."Saya minta Andi bertanggungjawab atas kehamilan saya ini,bukan meninggalkan begitu saja,"harapnya.
Sementara itu Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram AAS alias Andi yang dikonfirmasi wartawan bapanasnews melalui sambungan telepon selulernya membantah berita tersebut dan mengatakan apa yang disampaikan oleh Ern merupakan fitnah


'' Tidak benar berita tersebut bang, itu fitnah semua, saya sudah tanya ke wanita tersebut dia mengatakan tidak pernah menyampaikan apapun pada media atau wartawan ",Ujar andi kepada wartawan,  Kamis (28/4).

Kepada wartawan, andi mengakui jika dirinya mengenal wanita berinitial Ern tersebut,pasca pemberitaan dirinya juga mencoba berkomunikasi mempertanyakan soal pemberitaan tersebut,bahkan andi mengaku Ern sempat memerasnya meminta sejumlah uang 20 hingga 50 juta agar dirinya tidak menyebarkan apa yang dialaminya.

" Saya ada coba hubungi dia bang beberapa kali diangkat katanya tidak ada sampaikan hal itu ke kawan wartawan, dia juga ada upaya meras saya minta uang 20 sampai 50 juta kalau tidak dia akan fitnah saya,saya minta bertemu bicarakan baik-baik tidak mau dia,saya tanya dia dimana posisi kemarin katanya dia di bali tapi saya yakin dia di mataram ",papar andi yang mengaku akan melaporkan Ern ke polisi dalam waktu dekat jika Ern tidak ada iktikat baik menyelesaikan masalah ini dengannya.(red)

 


MANADO(BPN) - Pucuk pimpinan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Utara yang sebelumnya dijabat oleh Plt. Kepala Kantor Wilayah (Jonny Pesta Simamora) hari ini resmi berganti setelah melakukan serah terima jabatan dengan Kakanwil yang baru, Haris Sukamto. (31/3/2022).

Pelaksanaan kegiatan tersebut disaksikan secara langsung oleh Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Steven Kandou), Staf Khusus Menteri Bidang politik dan Keamanan Kemenkumham RI (Y. Ambeg Paramarta), Forkopimda, pimti pratama, para Kepala Satuan Kerja di lingkungan Kanwil Kemenkumham Sulut beserta ASN Kanwil Kemenkumham Sulut di ruang CJ Rantung Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Utara.

Steven Kandou yang hadir mewakili Gubernur Olly Dondokambey menyampaikan pesannya dalam sambutan yang dibacakan pada kesempatan tersebut. 

"Terkait tugas dan fungsi Kakanwil Kemenkumham Sulut dan jajaran, jangan ragu-ragu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten dan Kota. Dan Pemerintah Provinsi akan selalu melibatkan Forkopimda plus dalam setiap kegiatan," demikian isi sambutannya.

Menteri Hukum dan HAM RI dalam sambutannya disampaikan Staf Ahli Bidang politik dan Keamanan Kemenkum HAM RI, Y Ambeng Paramarta, mengucapkan selamat melaksanakan tugas kepada Kakanwil yang baru menjabat. Ia menyakini bahwa pejabat baru dapat lebih baik lagi dalam melaksanakan tugas dan meraih prestasi yang lebih baik dari sebelumnya

Pelaksanaan serah terima jabatan ini merupakan tindaklanjut atas pelantikan pimpinan tinggi pratama yang dilakukan oleh Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, Yasonna H. Laoly beberapa waktu lalu

Dalam sambutannya sebagai Kakanwil baru, Haris Sukamto menyampaikan permohonan bantuan dan dukungan dalam melaksanakan tugas dan melaksanakan kinerja sebagai kakanwil dan dan mengajak seluruh entitas Kanwil Kemenkumham Sulut ikut berkontribusi dalam melaksanakan capaian kinerja. "Mari bersinergi dan bekerjasama untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab di Sulut,” ujarnya.

Dalam acara tersebut dilaksanakan pula penandatanganan pakta integritas terhadap pejabat baru. Diakhir acara dilakukan pula penandatanganan nota kesepakatan antara Kanwil Kemenkumham Sulut dengan Pemerintah Provinsi tentang tusi Kementerian Hukum dan HAM di Provinsi Sulawesi Utara.(Rilis)



SEMARANG,(BPN)- Dipimpin lansung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, A. Yuspahruddin Serah Terima Jabatan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang, Jum'at (18/03) berjalan tertib.


Acara Sertijab digelar di aula Kunjungan Lapas Semarang yang dihadiri seluruh seluruh Kepala UPT Jawa Tengah, Perwakilan Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan, Pejabat Administrasi Kantor Wilayah dan Lapas Semarang.


Pada acara itu, Supriyanto Kepala Lapas terdahulu menyerahkan tongkat kepemimpinannya kepada Tri Saptono Sambudji.


Kakanwil Kemenkumham Jateng memberikan apresiasi atas kinerja Supriyanto selama menjadi Kepala Lapas Semarang.


"Saya mengucapkan terima kasih kepada pak Supriyanto yang telah melaksanakan tugas dengan sangat baik di Lapas Kelas 1 Semarang ini," ujarnya saat memberikan sambutan.


"Makanya saya berharap benar dia menjadi Kepala Divisi di sini," sambungnya.


Kepada Kepala Lapas Semarang yang baru, Yuspahruddin menaruh harapan yang sama.


"Maka tidak ada jalan lain, maka Pak Tri juga harus melaksanakan tugas dengan sangat baik. Tapi saya yakin, pasti Pak Tri juga bisa melaksanakan tugas dengan sangat baik," katanya meyakini.


Kakanwil juga menitipkan pesan agar mampu memimpin UPT itu dengan karakter tegas, karena Lapas Semarang merupakan etalase Pemasyarakatan di Kota Semarang.


"Tegas itu dibutuhkan dalam mengelola ini (Lapas Semarang). Karena Lapas Semarang merupakan Etalase Pemasyarakatan untuk Kota Semarang. Kalo Lapas ini tidak baik maka akan menjadi sorotan," kata Yuspahruddin berpendapat.


Diakhir kata sambutan Kakanwil berharap sinergitas dan kolaborasi yang telah dibangun pimpinan terdahulu dengan stakeholder terkait bisa terus dipertahankan dan bisa ditingkatkan.


Prosesi Sertijab juga disaksikan Sekretaris Ditjen Pemasyarakatan, Sekretaris Kota Semarang, Forkopimda Kota Semarang, dan Pimpinan Tinggi Pratama Kantor Wilayah.

 


BAPANAS – Beberapa hari belakangan ini banyak pemberitaan tentang Lapas Tangerang terbakar, pungli Jual beli kamar, Pelarian-pelarian di lapas dan rutan, peredaran narkoba dan HP yang masih marak, serta mahalnya dalam kepengurusan Pembebasan Bersyarat.

Hal tersebut adalah raport merah di Kementrian Hukum dan Ham dan cerita tersebut masih terus terjadi sampai detik ini.

“Kenapa kebobrokan dilapas dan rutan masih sering terjadi?, itu semua karena seiring berjalan dengan jual beli jabatan di jajaran pejabat Kemenkumham khususnya di Direktorat Jendral Pemasyarakatan. Secara teori pejabat yang mendapatkan jabatannya dengan membayar sudah barang tentu akan berupaya mengembalikan uang yang telah dikeluarkannya, bagaimana caranya agar bisa mengembalikan uang tersebut?? sudah tentu akan melakukan pungli dan perbuatan tidak terpuji lainnya,” ujar Kordinator Aliansi Peduli Pemasyarakat Indonesia (APPI) Josua Saragih.

Lanjutnya, Sehingga Slogan Kami ‘PASTI’ (Profesional, Akuntabel, Sinegi, Transparan dan Inovatif) yang bapak Menteri Yel-yel kan hanyalah yel-yel belaka yang mungkin bertujuan hanya untuk meninabobokan masyarakat saja.

Banyaknya pejabat bermasalah masih saja diberikan jabatan strategis merupakan salah satu dari persoalan yang terjadi.

“Contohnya, Jul Heri Siburian Amd.IP, SH terbukti pada saat menjabat Kasie Yantah disalah satu rutan diJakarta terkena hukdis penurunan pangkat 1 tingkat selama 1 tahun, dari Gol IIIB ke IIIA tapi masih diberi promosi dan ditempatkan menjadi Ka.Rutan Kelas IIB Balik Papan (eselon 4a), padahal jelas didalam aturan minimal pangkat untuk menduduki jabatan eselon 4a adalah Golongan IIIB, sedangkan pada saat itu *Jul Heri Siburian Amd.IP, SH sudah kena hukdis diturunkan pangkat/golongannya menjadi Gol IIIA,” ungkapnya.

Lanjut, Contoh lain adalah Oga Geovani Dharmawan, Amd.IP, SH, MH mantan Kabag Mutasi di Kementrian Hukum dan HAM RI, yang notabenenya sudah terbukti pada pemeriksaan di Internal Kemenkumham melakukan penyalahgunaan jabatannya selaku Kabag Mutasi di Kemenkumham dalam Jual Beli Jabatan, terbukti menerima uang dari ratusan orang yang ingin meminta promosi atau meminta jabatan strategis kepada beliau, tidak tanggung-tanggung uang yang mengalir ke rekening Oga Geovani Dharmawan atau rekening atas nama lain yang berafiliasi ke Oga besarannya cukup fantastis yaitu diatas 50 Miliyar.

Walaupun sudah terbukti Oga Geovani Dharmawan bukannya dinonjobkan malah hanya dirotasi dan masih menjabat di Kanwil Kumham Sumatera Selatan. Disini jelas terlihat ada orang kuat yang membecking sudara Oga Geovani Dharmawan sehingga dia tidak di nonjobkan sama sekali. Menurut info terkini Oga Geovani Dharmawan jarang sekali masuk di Kanwil Kumham Sumatera Selatan.

Sambungnya, Persoalan lainya adalah Rotasian jabatan di Direktorat Jendral Pemasyarakatan diduga dapat di kontrol oleh Febri (alumni Akip 43) Sebagai Kasubag Mutasi dan Adiministrasi Jabatan di Ditjenpas, Decky Nurmansyah alumni AKIP 33 selaku Kabag kepegawaian di Ditjen pas, serta Fahri alumni AKIP 44 dan Ifan alumni AKIP 48 selaku analis jabatan..

“Tim merekalah yang melakukan manuver untuk melakukan lobby dan menyisipkan nama-nama rekan angkatannya dalam posisi jabatan yang mereka inginkan.


Banyak UPT PAS yang kapasitas besar/tempat yang berpotensi bisa menyuplai dana besar di isi oleh 2-3 orang alumni AKIP angkatan 43-44.. contoh UPT yang di isi rata-rata minimal 2-3 orang bahkan bisa 4 orang di dalam UPT tersebut Alumni AKIP angkatan 43,44 atau 48 antara lain :


Rutan Kelas I Salemba, Rutan Kelas I Medan, Lapas kelas I Cipinang, Rutan Kelas I Cipinang, Rutan Kelas I Bandung, Rutan Balikpapan, Rutan Samarinda.


Polanya Sudah terbaca publik.. Jika Ka.UPTnya alumni AKIP 43, Ka.KPR atau pencari uang nya pasti 48, jika Ka.KPR alumni AKIP 44/43, Kasi Yantah alumni AKIP 44, Kasubsi pun di pasang alumni AKIP 44 seperti di Rutan Kelas I Salemba, Rutan Kelas 1 Medan, Rutan Kelas 1 Bandung,” jelasnya.

Lanjut, Jadi walaupun secara struktur Febri dan Decky dkk ibarat hanya tukang ketik SK tapi mereka dapat meloby atau memposisikan para angkatan seperti AKIP angkatan 43, 44 dan 48 pada posisi strategis dilapas dan rutan dikota-kota besar.


Alumni AKIP Angkatan 43, 44 dan 48 lah sekarang yang menguasai posisi-posisi strategis dilapas dan rutan di Indonesia.

Perihal hal masalah ini pernah dilaporkan juga ke Inspektorat Jendral, walaupun pada pemeriksaan ditemukan bukti kuat tentang laporan Febri dan kawan-kawan.
“Ibarat masuk angin, kami menyimpulkan diduga ada orang kuat di Ditjenpas yang membackup mereka,” ujar Josua.

Kisah jual beli jabatan sebenarnya sudah berlangsung lama, semenjak Bapak Menteri menjabat 2014.. saat itu kasubag mutasi ustad (Pafrudin Saputra) Kabag nya pak Hany, tukang ketik nya Bayu, sudah banyak permainan jual beli jabatan kala itu.

Ketika Bayu tergeser masuk lah Oky alumni AKIP 38 dan Angki alumni AKIP 41. Saat itu Allah SWT akhirnya menghukum Oky dan Ustad dan Kabag nya permainan jual beli jabatan mereka terbongkar pada tahun 2017, mereka tersandung kasus jual beli jabatan, pada saat itu DirjenPas nya masih Ibu Sri Puguh Budi Utami.


Hasil pemeriksaan pada saat itu semua di korbankan ke Angki sehingga Angki terkena hukdis penurunan pangkat 1 tingkat selama 3 tahun.

“Ustad juga mendapat hukdis tingkat sedang dan di pindah ke Kasubbid pada kanwil Banten, Angki pun di mutasi staf di kanwil Banten.. Kemudian ustad pada tahun 2018 di pindah ke kasubag TU lapas I Makassar kemudian 2019 akhir lepas jabatan dan ambil PK Bapas pada Bapas Bogor,” ungkap Josua.

Lebih lanjut, Yang aneh nya hanya berbeda berapa bulan saja Ustad menjabat lagi dan langsung promosi jabatan tanpa ada usulan dari manapun promosi langsung Esselon 3a menjadi Kasubbid di Ditjenpas..

“Dari mulai Bapak Menteri menjabat 2014 permainan catur pemasangan pejabat pejabat di UPT Sudah berlangsung sampai saat ini semua jabatan di UPT baik lapas maupun rutan itu memang di pasangkan orang-orang mereka semua yang bisa membackup kegiatan kantor maupun entertain mereka, hidup glamor, mereka juga sering mengadakan perkumpulan di hotel-hotel berbintang agar tidak di lihat orang instansi pemasyarakatan/kumham, pergerakan merek sangat rapih,” tambah Josua.

Saat itu harapan datang ketika Dirjenpasnya baru, yaitu Bapak Irjen Renhard Silitonga. Masyarakat mengira beliau dapat memperbaiki hal tersebut, tapi nyata nya tidak demikian.


Mereka malah lebih nyaman Karena Dirjenpas nya polisi dan dapat berlindung penuh, walaupun Dirjenpasnya sendiri mungkin saja tidak tahu permainan di bawah ini.


Dari zaman ke zaman para Dirjenpas diduga tidak tahu permainan arus bawah mereka karena di kelabui dengan pergerakan yang rapih dari para kasubag mutasi dan Kabag mutasi serta antek-entek nya para tukang ketik disebutkan di atas.

“Maka dari itu kami meminta Presiden Joko Widodo agar segera menginstruksikan kepada Bapak Menteri Hukum dan HAM, agar menindak tegas oknum-oknum Pejabat di Direktorat Jendral Pemasyarakatan yang diduga melakukan praktek-praktek jual beli jabatan, atau Mencopot pak DirjenPas karena dinilai gagal membenahi lapas dan Rutan di Indonesia,” ujarnya.

Sebenarnya masih banyak lagi pejabat-pejabat bermasalah yang masih diposisikan pada jabatan-jabatan strategis, yang jika kami kupas tuntas tidak akan cukup waktu..

Penempatan pejabat bermasalah dan jual beli jabatan inilah yang membuat banyak lapas dan rutan di Indonesia masih sering terjadi pungli jual beli kamar, pengurusan PB/CB yang mahal, Peredaran Narkoba dan Handpone yang masih masif, Pembagian makan yang mungkin masih jauh dari kata layak.

“Kami meminta sekali lagi kepada bapak *Presiden Joko Widodo* untuk serius dalam menindak lanjuti laporan kami ini. Bagaimana mau hilang pungli didalam lapas dan rutan jika para pejabatnya saja sudah bermasalah.


Masih banyak kader Pemasyarakatan yang potensial dan berkompeten yang masih pantas diberi kesempatan untuk membenahi Pemasyarakatan agar menjadi lebih baik,” tegas Josua.(
SinarHarapan.id)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Informasi BAPAS. Theme images by mariusFM77. Powered by Blogger.