Palangka Raya – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, meminta seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Kalimantan Tengah untuk melaksanakan layanan kunjungan Hari Raya secara tertib, transparan, dan akuntabel. Penegasan tersebut disampaikan dalam Apel Siaga Pengamanan Libur Nasional Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Selasa (17/3).
Dalam arahannya, I Putu Murdiana menekankan bahwa layanan kunjungan Hari Raya merupakan momen penting bagi warga binaan untuk bersilaturahmi dengan keluarga. Oleh karena itu, pelaksanaannya harus dikelola secara profesional dengan tetap mengedepankan prinsip keamanan dan ketertiban.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran agar tidak lengah terhadap potensi gangguan keamanan, khususnya upaya penyelundupan barang-barang terlarang melalui layanan kunjungan. Pengawasan yang ketat, menurutnya, menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas di dalam lingkungan pemasyarakatan.
“Layanan kunjungan Hari Raya harus berjalan dengan tertib, transparan, dan akuntabel. Pastikan seluruh prosedur dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas I Putu Murdiana.
Lebih lanjut, ia meminta agar setiap petugas menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta mengedepankan integritas. Pelayanan kepada masyarakat, khususnya keluarga warga binaan, harus dilakukan secara humanis tanpa mengabaikan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan.
Selain itu, Kakanwil juga menyoroti pentingnya optimalisasi sarana dan prasarana pendukung layanan kunjungan. Hal ini mencakup kesiapan ruang kunjungan, sistem antrean, serta pengawasan untuk memastikan proses berjalan lancar dan aman.
“Utamakan pendekatan yang humanis dalam memberikan layanan, namun tetap tegas dalam menjaga keamanan. Jangan beri celah terhadap masuknya barang terlarang,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan tugas selama periode libur nasional, seluruh UPT diminta untuk meningkatkan kewaspadaan melalui penguatan regu pengamanan serta pelaksanaan kontrol dan patroli secara berkala. Sinergi antarpetugas juga menjadi faktor penting dalam menciptakan situasi yang kondusif.
Kakanwil juga mengingatkan agar pelaksanaan layanan kunjungan dilakukan secara transparan guna menghindari praktik-praktik penyimpangan. Ia menegaskan bahwa akuntabilitas menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan.
“Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi komitmen bersama. Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat tanpa diskriminasi, serta pastikan seluruh proses dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.(Humas)

Post a Comment