2016-01-17

Aceh Agama Asean Games Balitbang Bapas Bea Cukai Bebas Narkoba Bela Negara Bencana Alam Bengkulu Berita Berita Video BNN BNPT Bom Lhokseumawe BPP Cabang Rutan Namlea Cabrut Lhoknga CPNS Daer Daerah Dindin sudirman Dir Yantah Dirbina Latkerpro Dirjen Imigrasi Dirjen PAS Dirjenpas Dirkamtib Ditjen PAS Ditjenpas DPD DPO DPR Editorial PAS Ekonomi FORMATPAS Guantanamo Hak WBP HAKKI HAM HANI Hardiknas Hari PAS Harki Harkitnas HDKD Hukum HUT PAS HUT RI HUT RiI Imigrasi Imlek Informasi International Investigasi Irwil Itjenpas Jaksa JARI Ka. KPLP Kadiv PAS Kadivmin Kadivpas Kakanwilkumham RI Kamar Biologis Kanwilkumham Kanwilkumham RI Kasubag humas Kejagung Kejari Kejati Keluhan Napi Kementerian PUPR Kesehatan Kisah Sejarah Komisi III Komnas HAM Koruptor Kotabaru KPK KPR KPU Kriminal Kunker Lampung Lapaa Bengkalis Lapas Lapas Bangkinang Lapas Karang Intan Lapas Abepura Lapas Ambarawa Lapas Ampana Lapas Amungtai Lapas Atambua Lapas Balikpapan Lapas Banceuy Lapas Bandar Lampung Lapas Bandung Lapas Bangkinang Lapas Bangko Lapas Bangli Lapas Banjarbaru Lapas Banjarmasin Lapas Banjarsari Lapas Banyu Asin Lapas Banyuwangi Lapas Barelang Lapas Batam Lapas Batu Lapas Baubau Lapas Bayur Lapas Bayuwangi Lapas Bekasi Lapas Bengkalis Lapas Bentiring Lapas Besi Lapas Bima Lapas Binjai Lapas Bitung Lapas Blangpidie Lapas Blitar Lapas Boalemo Lapas Bogor Lapas Bojonegoro Lapas Bolangi Lapas Bondowoso Lapas Bontang Lapas Brebes Lapas Bukit Semut Lapas Bukit Tinggi Lapas Bukitsemut Lapas Bulukumba Lapas Ciangir Lapas Cianjur Lapas Cibinong Lapas Cikarang lapas Cilacap Lapas Cilegon Lapas Cilodong Lapas Cipayung Lapas Cipinang Lapas Cirebon Lapas Curup Lapas DIY Lapas Doyo lapas Garut Lapas Gintung Lapas Gobah Lapas Gunung Sindur Lapas Gunung Sitoli Lapas Gunung Sugih Lapas High Risk Lapas Indramayu Lapas Industri Lapas Jambi Lapas Jambula Lapas Jelekong Lapas Jember Lapas Kalianda Lapas Karanganyar Lapas Karangasem Lapas Karawang Lapas Kediri Lapas Kedungpane Lapas Kelas I Medan Lapas Kendal Lapas Kendari Lapas Kerobokan Lapas Kerobokanm Napi Lapas Kesambi Lapas Ketapang Lapas Klas I Medan Lapas Klaten Lapas Kota Agung Lapas Kotabaru Lapas Kotabumi Lapas Kuala Simpang Lapas Kuala Tungkal Lapas Kupang Lapas Kutacane Lapas Labuhan Ruku Lapas Labuhanbatu Lapas Laing Lapas Lamongan Lapas Lampung Lapas Langsa Lapas Lembata Lapas Lhokseumawe Lapas Lowokwaru Lapas Lubuk Pakam Lapas Lubuklinggau Lapas Lubukpakam Lapas Lumajang Lapas Luwuk Lapas Madiun Lapas Magelang Lapas Majalengka Lapas Makassar Lapas Malang Lapas Manado Lapas Manna Lapas Manokwari Lapas Maros Lapas Martapura Lapas Mataram Lapas Merah Mata Lapas Merauke Lapas Metro Lapas Meulaboh Lapas Mojokerto Lapas Muara Bungo Lapas Muara Sabak Lapas Muara Tebo Lapas Muara Teweh Lapas Muaraenim Lapas Muaro Sijunjung Lapas Muntok Lapas narkoba Baleendah Lapas Narkotika Lapas Ngawi Lapas Padang Lapas Pakjo Lapas Palangkaraya Lapas Palembang Lapas Palendang Lapas Palopo Lapas Palu Lapas Pamekasan Lapas Pancur Batu Lapas Pangkal Pinang Lapas Pangkalan Balai Lapas Pangkalan Bun Lapas Parepare Lapas Pariaman Lapas Pasir Pangaraian Lapas Pasir Putih Lapas Pati Lapas Payakumbuh Lapas Pekalongan Lapas Pekanbaru Lapas Pematang Siantar Lapas Pemuda Tanggerang Lapas Permisan Lapas Permpuan Sigli Lapas Piru Lapas Pohuwato Lapas Polewali Lapas Pontianak Lapas Porong Lapas Probolinggo Lapas Purwakarta Lapas Purwokerto Lapas Rajabasa Lapas Rantau Prapat Lapas Raya Simalungun Lapas Salemba Lapas Samarinda Lapas Sampit Lapas Sarolangun Lapas Sawahlunto Lapas Sekayu Lapas Semarang Lapas Serang Lapas Serong Lapas Siantar Lapas Sidoarjo Lapas Silambue Lapas Singaraja Lapas Singkawang Lapas Slawi Lapas Sleman Lapas Sorong Lapas Sragen Lapas Sukabumi Lapas Sukamara Lapas Sukamiskin Lapas Sumbawa Lapas Super Maximum Lapas Surabaya Lapas Surakarta Lapas Tabanan Lapas Takalar Lapas Tanggerang Lapas Tanjung Pandan Lapas Tanjung pura Lapas Tanjung Raja Lapas Tanjungpandan Lapas Tanjungpinang Lapas Tarakan Lapas Tebing Tinggi Lapas Tebo Lapas Tegal Lapas Teluk Dalam Lapas Tembilahan Lapas Tenggarong Lapas Ternate Lapas Timika Lapas Todano Lapas Tolitoli Lapas Tuantu Lapas Tuban Lapas Tulang Bawang Lapas Tulungagung Lapas Wamena Lapas Wanita Lapas Warungkira Lapas Watambone Lapas Way Huwi Lapas Way Kanan Lapas Waykanan Lapas Yogya Lapas Yogyakarta LapasTanjung Lapastik Bandung Lapastik Bayur Lapastik Kasongan Lapastik Langkat Lapastik Nusakambangan Lapastik Sungguminasa Lebaran LP Banceuy LP Banda Aceh Lpas Kembang Kuning LPKA LPKA Jambi LPKA Manokwari LPKA Martapura LPN Karang Intan LPN Pematang Raya LPP LPP Baloi LPP Martapura LPP Palangkaraya LPP Pangkalpinang LPP Tanggerang LPP Tanjungusta Mataram Medan Menhan Menko Polhukam Menkopolhukam Menkumham Menkumham RI Menpan-RB Mensos MPR n Nabire Nap Napi Napi Anak Napi Teroris Narkotika Nasional Natal Nusakambangan Nusantara Nyepi Olahraga Ombudsman Opini OTT Over Kapasitas Padang Papua Pas PAS News Patroli Pemilu Pendidikan Pengadilan Pengamat Peristiwa Pers Pilkada Pilpres Polri Poltekip Presiden Produk Karya PUN Pungli Rakor Ramadhan Rekor MURI Remisi Revisi PP 99 Revisi UU Narkotika Revitalisasi Riau Rilis RKUHP Rupbasan Rutan Rutan Bengkulu Rutan Amurang Rutan Anak Air Rutan Bagansiapi-Ali Rutan Banda Aceh Rutan Bandung Rutan Bangli Rutan Barru Rutan Batam Rutan Batang Rutan Baturaja Rutan Bener Meriah Rutan Bireuen Rutan Bireun Rutan Blangkejeren Rutan Blora Rutan Bulukumba Rutan Calang Rutan Cilodong Rutan Cipinang Rutan Cirebon Rutan Depok Rutan Dolok Sanggul Rutan Donggala Rutan Enreakang Rutan Gianyar Rutan Gunung Sindur Rutan Idi Rutan Jantho Rutan Jeneponto Rutan Jepara Rutan Kajhu Rutan Kebonwaru Rutan Klas I Medan Rutan Kolaka Rutan Kota Agung Rutan Kota Bakti Rutan Kota Bumi Rutan Kotabumi Rutan Kotapinang Rutan KPK Rutan Kraksaan Rutan Kupang Rutan Labuhan Batu Rutan Labuhan Deli Rutan Lhoksukon Rutan Lubuk Sikaping Rutan Majene Rutan Makassar Rutan Malabero Rutan Malendeng Rutan Manado Rutan Marabahan Rutan Masamba Rutan Medaeng Rutan Mempawah Rutan Muara Dua Rutan Natal Rutan Nganjuk Rutan Padang Rutan Painan Rutan Pakjo Palembang Rutan Palangkaraya Rutan Pancurbatu Rutan Pangkep Rutan Pasangkayu Rutan Pekanbaru Rutan Pemalang Rutan Pontianak Rutan Purworejo Rutan Putusibau Rutan Rembang Rutan Salemba Rutan Sanggau Rutan Sawahlunto Rutan Semenep Rutan Sengkang Rutan Siak Rutan Sialang Rutan Sidrap Rutan Sigli Rutan Sinabang Rutan Singkil Rutan Sinjai Rutan Soasio Rutan SoE Rutan Solo Rutan Soppeng Rutan Sumenep Rutan Sungaipenuh Rutan Surabaya Rutan Surakarta Rutan Takengon Rutan Tanggerang Rutan Tanjung Rutan Tanjung Balai Karimun Rutan tanjung Gusta Rutan Tanjung pura Rutan Tanjungpinang Rutan Tapaktuan Rutan Trenggalek Rutan Unaaha Rutan Way Huwi Rutan Wonosobo RUU PAS Sekjen PAS Sekjenpas Sesditjen Sesditjen HAM Sesditjen PAS Sex Sidak Sipir Sosok Staf Ahli Menteri Staf Khusus Menkumham Super Maximum Security T. Saladin Tahanan Tahanan Kabur Teknologi Terpidana Mati TNI TPPU Uang Elektronik Waisak Wapres WBK/WBBM WNA

, ,
Terdakwa kasus penistaan agama dari pengurus Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) Aceh menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Selasa (21/4/2015).
Pas - Setahun lalu, tepatnya 8 Januari 2015, puluhan warga di Desa Lamgapang, Ulee Kareng, Banda Aceh menggerebek kantor Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang baru beroperasi sebulan di desa tersebut.

Warga bereaksi keras atas hadirnya Gafatar kala itu, lantaran Gafatar disebut-sebut membawa pemahaman atau aliran yang menyimpang dari ajaran Islam sesungguhnya.

Penggerebekan ternyata berbuntut ke kantor polisi. Sedikitnya 15 anggota Gafatar digelandang ke Polresta Banda Aceh.

Hingga akhirnya, enam pengurus Gafatar Aceh itu dibawa ke meja hijau, mereka harus menjalani sidang karena terbukti bersalah, lantaran diklaim menistakan agama.

Keenam pengurus Gafatar Aceh itu adalah, T Abdul Fatah (ketua) dan lima anggotanya yakni Ridha Hidayat, Fuadi Mardhatillah, M Althaf Mauliyul Islam, Musliadi, dan Ayu Ariestyana.

Senin 15 Juni 2015, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh menjatuhkan hukuman pidana kurungan terhadap enam pengurus Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) Aceh dengan jumlah

Setahun lalu, tepatnya 8 Januari 2015, puluhan warga di Desa Lamgapang, Ulee Kareng, Banda Aceh menggerebek kantor Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang baru beroperasi sebulan di desa tersebut.

Warga bereaksi keras atas hadirnya Gafatar kala itu, lantaran Gafatar disebut-sebut membawa pemahaman atau aliran yang menyimpang dari ajaran Islam sesungguhnya.

Penggerebekan ternyata berbuntut ke kantor polisi. Sedikitnya 15 anggota Gafatar digelandang ke Polresta Banda Aceh.

Hingga akhirnya, enam pengurus Gafatar Aceh itu dibawa ke meja hijau, mereka harus menjalani sidang karena terbukti bersalah, lantaran diklaim menistakan agama.

Keenam pengurus Gafatar Aceh itu adalah, T Abdul Fatah (ketua) dan lima anggotanya yakni Ridha Hidayat, Fuadi Mardhatillah, M Althaf Mauliyul Islam, Musliadi, dan Ayu Ariestyana.

Senin 15 Juni 2015, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh menjatuhkan hukuman pidana kurungan terhadap enam pengurus Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) Aceh dengan jumlah.

 “Ada juga kita lihat mereka salat di masjid, pada prinsipnya mereka juga berbaur kok,” pungkas Fahyudi. (TRB)

Lapas -  Masyarakat Lorong Barona Desa Tumpok Teungoh dihebohkan peristiwa seorang napi LP Lhokseumawe kasus narkoba Irwanda  atau juanda alias Bulek (25), ditemukan oleh petugas dalam keadaan tidak bernyawa akibat kesetrum listrik arus tegangan tinggi saat berada diatas loteng kamar hunian di Lapas Kelas II A Kota Lhokseumawe.

Saat ditemukan kondisi tubuh napi tersebut dalam keadaan memprihatinkan yakni hangus terkena sengatan arus listrik, Juanda warga Lorong Barona Desa Teumpok Teungoh Kecamatan Banda Sakti sempat dilarikan ke Rumah Sakit PMI di Jalan Samudera yang terletak dekat dengan Lapas setempat.

Namun sayangnya, Juanda yang telah menjalani setengah dari hukumannya yakni 4 tahun tahun tidak dapat diselamatkan lagi oleh petugas medis dan akhirnya meninggal dunia di ruang unit gawat darurat Rs PMI.

Tampak pihak keluarga tampak menjemput jenazah sekira pukul 15.30 Wib, dan langsung mengebumikannya di kuburan umum Desa Teumpok Teungoh.

Pihak keluarga terlihat hanya pasrah menerima kenyataan pahit atas meninggalnya Irwanda dan menganggap sebagai musibah tanpa menyalahkan pihak lain.

Sementara itu, Kalapas Kelas IIA Kota Lhokseumawe Elly yang dihubungi Reporter melalui handphone selulernya membenarkan ada seorang napi kasus narkoba yang menjalani divonis sekitar 4 tahun penjara atas Irwanda telah meninggal akibat tersetrum listrik

Menurut elly terkait tujuan keberadaan almarhum napi diatas loteng sampai saat ini belum mengetahuinya namun dari keterangan beberapa napi lainnya napi juanda sekira pukul 14:30 WIB memang tampak naik keatas loteng walau sudah dilarang oleh napi lainnya juanda tetap naik juga.
 
statusaceh.net

Lapas - Seorang Narapidana LP Kelas IIA Banda Aceh, mengaku jika dirinya saat divonis oleh Pengadilan Negeri Jantho, AcehBesar tanpa dihadiri bahkan diketahui oleh dirinya.
Napi tersebut adalah Binawan warga Desa Ie Seum Kec. Masjid Raya Kab. Aceh Besar,terpidana dalam kasus narkoba yang di vonis  10 oleh Pengadilan Negeri (PN) Jantho,Aceh Besar,namun vonis yang dijatuhkan oleh pengadilan tanpa  dihadiri oleh dirinya.

Kepada statusaceh.com bersama status aceh.net saat ditemui dirinya di dalam lapas banda aceh binawan menceritakan nasib yang menimpanya,dimana dirinya tidak megetahui ataupun dihadapkan oleh jaksa saat vonis dibacakan oleh majelis hakim.

“ Saya masih ingat sekali jika 3 kali saya disidang,terakhir sidang tuntutan oleh jaksa agus Kelana Putra saya dihadapkan ke pengadilan,sebulan kemudian tiba-tiba  petugas kejaksaan mengantarkan surat petikan putusan pengadilan dan berkas BA 8 namun saya menolak menandatanganinya” ungkap binawan.

Pihak keluarga tentunya tidak menerima atas apa yang terjadi terhadap binawan kemudian melaporkan dan meminta bantuan LBH Banda Aceh atas ketidakadilan yang dialami oleh binawan.

Dimana menurut binawan dan keluarga merasa ada beberapa tahap lainnya dalam persidangan yang belum dilewatinya seperti hak membuat pembelaan diri ataupun hak untuk memohon kepada majelus hakim agar hukumannya dapat diringankan.

Pihak LBH Banda Aceh yang menerima laporan pengaduan dari keluarga napi binawan lansung melakukan upaya membantu dengan menyurati dan melaporkan kejadian yang menimpa binawan ke Komisi Yudisial (KY) di Jakarta.

Pihak Komisi Yudisial lansung merespon laporan pengaduan tersebut dengan menurunkan timnya pada juli 2015 tahun lalu untuk menemui napi binawan ke lapas lambaro,Banda Aceh
.
Namun pasca kedatangan pihak komisi yudisial ke lapas lambaro,hingga 2 tahun sudah hukuman dijalani oleh binawan namun keadilan untuk dirinya dalam proses hukum belum juga didapatkan kejelasan atas nasib yang menimpa dirinya.

“ Saya sejak awal ditangkap kepada polisi telah akui jika perbuatan saya salah dan menyesalinya,begitu juga kepada jaksa pak agus juga saya katakan demikian,namun saya heran mengapa semua napi didalam LP ini sebelum divonis selalu diberi kesempatan memohon dan saat dibacakan vonis selalu dihadirkan dipengadilan?

Mengapa terhadap saya tidak seperti itu? Mengapa hak saya memohon atau membela diri tidak ada, apa karena saya orang susah ataupun karena saya tidak punya keluarga di pemerintahan? “ tutur binawan dengan wajah nada lemah.

Sementara itu minggu (17/1), Desy Selaku orang yang disebut napi binawan dari pihak LBH Banda Aceh yang dihubungi oleh Reporter melalui handphone selulernya membenarkan jika kasus tersebut pernah ditangani oleh pihaknya,namun disebabkan desy saat dihubungi sedang mengikuti rapat meminta agar Reporter dapat menghubungi esok hari untuk lebih jelasnya.

Sumber: Status Aceh.net
loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Informasi BAPAS. Theme images by mariusFM77. Powered by Blogger.