Banda Aceh-Medan Terkait pemberitaan di sejumlah media online atas pernyataan anggota komisi XIII Muslim Ayub yang mengecam dugaan pemerasan oknum wartawan terhadap lapas Lambaro, wartawan media online www.bapanasnews.com T. Sayed Azhar menilai kecaman tersebut terlalu dini dilontarkan oleh wakil rakyat asal Aceh tersebut.
Kepada media ini Sayed menjelaskan adanya upaya pemutarbalikan fakta, dimana pihak lapas Lambaro berupaya menyuap wartawan agar menghapus berita terkait adanya dugaan napi korupsi bisa keluar masuk lapas namun hal tersebut ditolak mentah-mentah.
Berita terkait: Dipindahkan Ke Aceh,Napi Korupsi Lapas Banda Aceh Bebas Keluar Masuk Lapas
Pasca berita napi korupsi dapat keluar masuk lapas ditayangkan di media online bapanasnews, sekiranya pukul 10:06 WIB masuk pesan WhatAps yang memperkenalkan diri adalah Ilham petugas lapas Banda Aceh dan meminta izin menghubungi wartawan.
Namun hal tersebut tidak ditanggapi oleh Sayed, tak lama kemudian petugas Ilham berkali-kali menghubungi namun Sayed tidak merespon.
Kemudian Sayed mengirimkan screenshot pesan alasan pencantuman nama pegawai tersebut dalam berita.
Sayed berpikir dengan sudah mengirimkan screenshot bukti adanya sumber berita bukan mengada-ada dapat menyudahi komunikasi yang dilakukan oleh oknum petugas tersebut.
Tak lama oknum petugas tersebut mengirimkan balasan mengatakan agar wartawan menanyakan kepada dia setiap berita yang menyangkut lapas Banda Aceh agar konkret.
Juga meminta bertemu namun Sayed mengatakan jika dirinya tidak sedang berada diluar kota.
Kemudian oknum petugas tersebut menanyakan kapan Sayed pulang agar bisa silahturahmi.
Sayed menjawab, jika dirinya baru tadi sampai untuk menyudahi pesan chat tersebut.
Namun oknum petugas tersebut masih juga mengirimkan chat menyampaikan jika Sayed sudah kembali dapat mengabari dirinya.
Bersambung chat selanjutnya oknum petugas Ilham menawarkan diri siap membantu apa saja untuk kepentingan wartawan.
Pesan ini juga tidak direspon oleh wartawan, kemudian pesan selanjutnya oknum petugas tersebut menuliskan sangat besar harapan bertemu dengan wartawan meski telah disampaikan sedang berada diluar kota.
Tepat pukul 14:26 WIB oknum petugas tersebut kembali mengirimkan link berita yang telah wartawan muat sambil menanyakan kenapa di naikkan beritanya seharusnya dikordinasikan dulu dengannya.
Kemudian wartawan membalas " Insya Allah kedepan saya koordinasikan sama Abang, tulis Sayed kepada oknum petugas Ilham.
Oknum petugas Ilham mengirimkan kembali pesan yang berbunyi " Mohon petunjuk untuk berita yang sudah dirilis bang ",tulisnya.
Sayed melihat ada yang tidak beres dengan upaya komunikasi yang dilakukan oleh oknum petugas Ilham yang juga ajudan dari kalapas Banda Aceh.
Sayed berpikir jika berita tersebut tidak benar maka petugas tersebut memberi klarifikasi bukannya menggiring wartawan untuk menghapus berita tersebut.
Sayed membalas untuk menyudahi " Gak bisa berat kali kalau sudah dirilis bang nanti dibilang memeras ",tulis Sayed.
Petugas Ilham memohon agar kiranya wartawan dapat membantu seraya mengirimkan motion 2 tangan yang disatukan.
Karena tidak lagi direspon petugas Ilham pun menelpon juga tidak direspon bahkan kembali mengirimkan pesan meminta wartawan untuk menelpon.
Merasa tidak berhasil upaya suap,oknum petugas tersebut meminta petunjuk.
Sayed yang mengetahui ada yang janggal dan indikasi berupaya menjebak wartawan lalu ikuti irama oknum petugas tersebut dengan mengangkat telepon.
Dalam pembicaraan tersebut oknum petugas Ilham mengatakan dirinya akan membantu dalam rangka kedepan menggunakan media bapanas merilis berita lapas Banda Aceh.
Berita yang sama: Meriahkan HUT RI ke 81,Kalapas Banda Aceh Pesta Miras di Rumdin
Dan meminta agar dikirimkan nomor rekening dan mengatakan akan membantu laptop untuk wartawan.
Mengantisipasi upaya menjebak wartawan mengirimkan nomor rekening yang diambil dari sebuah situs dan mengirimkan kepada petugas Ilham.
Masih mengirimkan pesan menanyakan apa dirinya boleh mengirimkan laptop.
Sayed juga menyampaikan jika tidak dikirimkan pun tidak apa-apa.
Kepada media ini Sayed menegaskan jika dirinya sejak awal sudah mengetahui ada upaya suap dan upaya menjebak dirinya.
" Saya sejak awal sudah tahu arah pembicaraannya yakni minta berita dihapus kemudian dikasih uang namun saya tolak,eh kemudian dihubungi lagi minta rekening katanya untuk kedepan bisa publikasi berita lapas,kalau memang berita tersebut tidak benar mengapa sampai sibuk benar merayu-rayu saya ",papar Sayed.(red)





Post a Comment