Kaltim- Praktek pungutan liar atau pungli yang terjadi di Lapas dan Rutan kerap menjadi keluhan para keluarga napi.
Bahkan pungli ini terjadi kala adanya rotasi pergantian pejabat yang baru,seperti keluhan keluarga napi yang terjadi Rutan Grogot,Kalimantan Timur.
Setiap napi yg baru masuk dimintain uang 1 hingga 2 juta rupiah untuk biaya kamar kemudian wajib bayar 700rb untuk sewa hp per bulan, bayar uang listrik, air, perbaikan gedung, kebersihan dan lainnya.
Tidak sampai disana saja,setiap napi juga diharuskan menyumbangkan uang setiap ada kunjungan pejabat dari kanwil maupun jakarta bahkan setiap acara diadakan didalam rutan tidak terlepas dari kutipan sumbangan dari para napi.
Pungutan biaya ini semua bersifat wajib setiap napi membayarkannya,jika setiap pungutan yang diminta tidak dibayarkan maka akan mendapat tindakan dari para sipir.
Para napi juga diberi ancaman akan dipindahkan ke Lapas Balikpapan jika tidak memenuhi kewajiban tersebut.
Akibatnya para napi yang takut dipukuli dan atas ancaman tersebut senantiasa oleh keluarga mengirimkan uang sesuai permintaan.
" bapak sya sekarang di tahan di rutan kelas llb tanah gerogot tdk bisa menyebut nama,klw ketahuan pasti di pukulin apa lgi bpa sya sdh tua,sya mau memberi informasi dri awal masuk rutan bpa sya sudah di minta uang masuk kamar 1jt,setelah msk kamar di suruh sewa hp 700 1bln,setiap minggu bpa sya minta kirim uang katanya di suruh sumbangn oleh petugas rutan,,
contohnya ,bayar tv kabel,bayar air,bayar listrik,bayar perbaikan gedung ,apa lgi klw ada tamu datang atau ada acara di dlm msh banyak yg lain2 itu cuma sebagian ,klw tdk bsa bayar selalu di ancam untuk di kirim ke bpp atau samarinda,sya anak tunggal sya jga orng susah ,sya sdh tdk sanggup lgi memenuhi kebutuhan petugas di rutan,tpi sya jga takut klw bpa sya di pukulin atau di kirim jauh,mohon bantuannya Bapa/ibu ",beber sumber yang meminta namanya dirahasiakan demi keamanan orangtuanya yang ditahan dirutan gerogot.
Bukan satu atau 2 keluarga napi yang merasakan tekanan tersebut namun hampir seluruh keluarga napi yang menghuni rutan grogot menyampaikan keluha n yang sama.
Dimana pihak keluarga selalu kocar kacir untuk berusaha mendapatkan uang untuk memenuhi setiap pungutan biaya yang diterapkan oleh para oknum sipir rutan grogot.
Banyak keluarga napi menyampaikan pungli ini awalnya tidak pernah ada sebelumnya namun sejak kepala keamanan atau KPR diganti dijabat oleh yang baru saat ini peraturan ini berlaku.
Bahkan sebagian keluarga napi menyatakan sudah tidak tahan dan sanggup lagi menanggung beban biaya yang setiap minggunya mesti diupayakan.
Sejumlah keluarga napi berharap agar kondisi rutan grogot bisa berjalan normal seperti saat KPR yang lama sebelumnya tidak adanya pengutipan apapun dan biaya apapun juga tidak ada ancam mengancam dipindahkan ataupun dipukuli.
" sya juga bertanya dengan keluarga2 tahanan yg membesuk,keluhan mereka sama semenjak kepala keamanan yg bru sekarang ini menjabat ,klaw sya tdk salah kepala KPR,karna setiap sumbangn yg minta katanya di suruh kepala KPR ",pungkasnya.
Sementara itu Karutan Klas IIB Grogot Aris Triyanto sampai berita ini dilansir belum dapat dihubungi guna konfirmasi. (T. Sayed Azhar)

Post a Comment