![]() |
| Luka Rahang Alif bekas operasi belum sembuh |
BAPANAS- Kembali redaksi menerima keluhan dan pengaduan warga masyarakat terkait adanya penganiayaan yang dilakukan salahsatu napi lapas narkotika gunung Sindur atas nama Sony Kurniawan alias Peng'an terhadap salahsatu napi atas nama Alif.
Akibatnya napi Alif mengalami luka parah sehingga terpaksa dirujuk ke rumahsakit polri.
Kepada redaksi Alif,Rabu (25/6) menuturkan insiden penganiayaan dirinya terjadi saat dirinya masih status napi di lapas Cipinang pada bulan 10 tahun 2025.
Motif penganiayaan dirinya adalah terkait transaksi narkoba yang dituduhkan oleh peng'an belum melakukan pembayaran narkoba jenis sabu.
Faktanya menurut Alif dirinya sudah membayarkan uang cash atas narkoba yang dibelinya melalui kaki tangan Peng'an diluar lapas.
" Saya dikeroyok dan dipukuli oleh bos peng'an hingga rahang saya patah hanya karena saya dituding belum bayar uang sabu padahal saya sudah bayar cash ",ungkap Alif yang juga anak buah bos peng'an.
Hubungan dirinya dengan Peng'an pada dasarnya sangatlah dekat antara bos dan anak buah.
Menurutnya penganiayaan itu terjadi berulang kali namun puncaknya penganiayaan itu dilakukan bersama 2 rekan lainnya dilapas Cipinang yang mengakibatkan dirinya babak belur hingga terpaksa dilarikan ke rumahsakit polri keramat jati guna operasi.
Meski demikian baru satu malam menjalani operasi esok harinya dirinya lansung dijemput kembali oleh sipir lapas Cipinang.
" Sudah beberapa kali saya dianiaya tapi berhasil dilerai tapi malam itu saya dikeroyok sama peng'an hingga saya babak belur dan rahang saya patah ",ingat Alif.
Pasca insiden dan operasi dirinya tidak mendapatkan perobatan yang memadai di lapas Cipinang, bahkan Peng'an selaku pelaku penganiayaan terhadap dirinya tidak bertanggungjawab atas penganiayaan yang dilakukannya.
Hingga dirinya bebas sakit patah rahangnya belum sembuh dan perlu dilakukan control ke rumahsakit.
Berulangkali dirinya menemui napi bos narkoba tersebut ke lapas narkotika gunungsindur meminta pertanggungjawaban perobatan namun napi bos narkoba tersebut terus menghindar.
Alif menegaskan jika dirinya tidak mendapatkan pertanggungjawaban atas sakit yang dialaminya maka dirinya akan mengungkap bisnis haram yang dijalankan oleh peng'an kepada semua media,menteri imipas dan suarakan kebenaran apa saja yang telah dilakukannya selama bos nya tersebut berada dalam lapas. 
Alif korban penganiayaan napi bos narkoba
" Karena kondisi saya saat itu benar-benar babak belur saya dilarikan ke rumahsakit pengayoman namun tidak bisa ditangani karena luka yang sangat parah,lalu dirujuk ke rumahsakit polri Kramat jati,disana malam itu saya dioperasi karena parahnya luka yang saya alami,besoknya baru selesai operasi saya lansung dijemput paksa oleh sipir dibawa kembali ke lapas Cipinang, bos peng'an sama sekali tidak bertanggungjawab atas kondisi saya yang terluka parah hingga dia dipindah ke gunung sindur,tidak lama saya bebas namun luka yang saya alami belum sembuh hingga kini,saya dan keluarga sudah beberapa kali menemuinya di gunungsindur namun peng'an terkesan menghindar,untuk itu disini saya akan mencari keadilan meski saya harus membongkar siapa bos peng'an itu dan bisnis haramnya ke media dan saya akan temui pak menteri imipas untuk ceritakan hal ini semua ",tutup Alif seraya menahan sakit pada rahangnya.


Post a Comment