Jambi- Meski Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimpas) Agus Adrianto telah intruksikan segala bentuk pemberantasan kegiatan scammer didalam lapas/rutan Indonesia namun hal tersebut tidak berlaku bagi lapas muara bulian.
Pasalnya,Sarah seorang warga Jakarta Utara mengaku menjadi korban love scamming para napi napi yang menghuni lapas muara bulian, Jambi.
Dirinya mengaku sebanyak 2 kali menjadi korban love scamming para napi di lapas yang sama.
Akibatnya sebanyak 50 juta uang Sarah berhasil di gasak oleh para napi tersebut.
" Napi yang pertama yang tipu daya 40 juta sudah bebas, napi yang kedua ini 10 juta masih didalam lapas ", beber Sarah pada media ini, Kamis (16/7).
Awalnya mengaku dirinya kerap dihubungi oleh napi Yudit yang mengaku prihatin apa yang menimpa Sarah ditipu oleh teman satu selnya yang telah bebas.
Berbekal rasa prihatin dan beri perhatian napi Yudit kerap menghubungi Sarah.
Sarah mengaku diminta kirimkan uang beberapa kali oleh napi Yudit dengan disertai makian dan ancaman.
" Selain kata makian binatang anjing babi, dan ini lah kata kata dia yg merendahkan saya,dan hal itu ga pernh saya lakukan. org itu udah makan uang saya banyak ngehancurin mental saya segini nya. dia maki saya itu kalo ga dapat uang dr saya. jelas ini bentukan love scam juga
menipu membohongi memeras ", tutur Sarah sambil menangis.
Kepada media ini Sarah mengharapkan agar napi tersebut mengembalikan uangnya dan meminta pihak lapas muara bulian memberi tindakan serta sanksi.
"Saya hanya minta uang saya dikembalikan segera munkin,pihak lapas juga memberi sanksi tegas jangan dilindungi itu napi,jika tidak saya akan datangi kantor kementerian imipas atau Ditjenpas laporkan hal ini.
Sementara itu Kalapas Muara Bulian M. Ilham Sentoso Sahdani yang dihubungi melalui sambungan telepon seluler mengatakan jika akan menindaklanjuti informasi tersebut.
" Terima kasih atas infonya akan segera kita tindak lanjuti "",tulisnya melalui pesan singkat WhatAps.

Post a Comment