Buntok – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Buntok, Febryanto, A.Md.IP., S.H., M.H., didampingi Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Yosafat, S.E., memberikan pengarahan dan pembinaan kepada warga binaan terkait pelaksanaan program pembelajaran membaca Al-Qur'an yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan di lingkungan Rutan Buntok.
Kegiatan yang berlangsung di aula Rutan Buntok tersebut diikuti oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan tujuan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an sekaligus memperkuat pembinaan kepribadian berbasis keagamaan. Melalui program ini, warga binaan yang belum mampu membaca Al-Qur'an akan dibimbing secara bertahap mulai dari pengenalan huruf hijaiyah melalui metode Iqra hingga mampu membaca dan mengkhatamkan Al-Qur'an.
Dalam arahannya, Karutan Buntok menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembentukan karakter warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik serta siap kembali ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.
Selain sebagai sarana pembinaan spiritual, program belajar membaca Al-Qur'an ini juga akan menjadi salah satu indikator penilaian dalam pembinaan warga binaan yang berkaitan dengan pengusulan hak integrasi, seperti Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB), remisi, dan hak-hak lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Karutan Buntok, Febryanto, A.Md.IP., S.H., M.H., menyampaikan bahwa program tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi warga binaan, baik selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
"Kami ingin memastikan setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk belajar dan memahami Al-Qur'an. Program ini bukan hanya sebagai bagian dari pembinaan di dalam Rutan, tetapi juga menjadi bekal berharga ketika mereka kembali ke masyarakat. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan dapat diajarkan kepada anak-anak dan keluarga di rumah," ujar Febryanto.
Sementara itu, Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Yosafat, S.E., menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan pendataan dan pengelompokan warga binaan berdasarkan kemampuan membaca Al-Qur'an sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif dan terarah.
"Pembelajaran akan dimulai dari tingkat dasar bagi warga binaan yang belum mengenal huruf hijaiyah hingga mampu membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar. Kami berharap program ini dapat meningkatkan kualitas pembinaan keagamaan serta menumbuhkan kesadaran spiritual yang positif bagi seluruh warga binaan," jelas Yosafat.
Melalui program tersebut, Rutan Kelas IIB Buntok terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang bermanfaat, tidak hanya berorientasi pada pemenuhan hak warga binaan, tetapi juga sebagai upaya membentuk pribadi yang lebih berakhlak, mandiri, dan siap berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah bebas nantinya.(Humas)

Post a Comment