Gowa, 1 Juli 2026 – Dalam rangka memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa, Gunawan, melaksanakan kontrol keliling di area brandgang, Rabu (1/7). Kegiatan tersebut didampingi oleh pejabat struktural serta jajaran petugas pengamanan sebagai bentuk komitmen menjaga stabilitas keamanan di lingkungan lapas.
Kontrol keliling difokuskan pada pemeriksaan kondisi area brandgang yang merupakan salah satu titik vital dalam sistem pengamanan lapas. Pemeriksaan meliputi kondisi pagar pengaman, tembok pembatas, saluran di sepanjang brandgang, kebersihan lingkungan, penerangan, serta berbagai titik yang berpotensi menimbulkan kerawanan keamanan. Selain itu, dilakukan pula pemantauan terhadap sarana pembinaan yang berada di area tersebut.
Area brandgang di Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa saat ini juga dimanfaatkan sebagai lokasi pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan bercocok tanam. Pemanfaatan lahan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan. Oleh karena itu, pengawasan yang optimal menjadi faktor penting agar kegiatan pembinaan dapat berjalan dengan aman tanpa mengurangi fungsi utama brandgang sebagai bagian dari sistem pengamanan.
Kalapas Gunawan menegaskan bahwa kontrol keliling merupakan implementasi nyata dari 3 Kunci Pemasyarakatan Maju, khususnya deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, serta pelaksanaan Back to Basics dalam penyelenggaraan tugas pemasyarakatan. Menurutnya, setiap petugas harus memiliki kepedulian terhadap setiap potensi kerawanan sekecil apa pun.
“Keamanan merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan pemasyarakatan. Oleh karena itu, kontrol keliling harus dilaksanakan secara rutin dan menyeluruh sebagai langkah deteksi dini untuk memastikan seluruh area lapas tetap dalam kondisi aman dan terkendali. Area brandgang memiliki fungsi strategis, sehingga pengawasannya tidak boleh lengah. Di sisi lain, kawasan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan kemandirian melalui kegiatan bercocok tanam. Keduanya harus berjalan beriringan, sehingga keamanan tetap terjaga dan program pembinaan dapat memberikan manfaat optimal bagi warga binaan,” tegas Gunawan.
Ia juga menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar terus meningkatkan kewaspadaan, mengoptimalkan fungsi kontrol dan pengawasan, serta segera melaporkan dan menindaklanjuti setiap temuan di lapangan sebagai bagian dari upaya pencegahan gangguan keamanan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif, sekaligus mendukung pelaksanaan program pembinaan yang produktif sejalan dengan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan menuju pemasyarakatan yang semakin profesional, akuntabel, dan berdampak bagi masyarakat.(Humas)

Post a Comment