Buntok – Dalam rangka memperingati Hari Raya Iduladha, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Buntok melaksanakan kegiatan Shalat Iduladha yang berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan di lingkungan rutan.
Kegiatan tersebut diikuti oleh warga binaan pemasyarakatan bersama jajaran petugas sebagai bagian dari pembinaan kepribadian dan penguatan nilai-nilai spiritual.
Kepala Rutan Kelas IIB Buntok, Febryanto, A.Md.IP., S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Hari Raya Iduladha bukan hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga momentum spiritual untuk meningkatkan keimanan, memperkuat keikhlasan, serta melakukan refleksi diri menuju pribadi yang lebih baik.
Karutan menekankan kepada seluruh warga binaan agar menjadikan Iduladha sebagai sarana memperbaiki perilaku, meningkatkan kedisiplinan, serta terus mengikuti program pembinaan yang telah dilaksanakan di dalam rutan.
“Momentum Iduladha ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang arti keikhlasan, pengorbanan, dan ketaatan. Semoga seluruh warga binaan dapat terus memperbaiki diri, menjaga perilaku dengan baik, serta memperoleh kesempatan untuk segera berkumpul kembali bersama keluarga melalui pemenuhan hak-hak pemasyarakatan seperti remisi, pembebasan bersyarat (PB), cuti bersyarat (CB), maupun hak lainnya, sepanjang tidak terdapat kendala akibat pelanggaran tata tertib atau perilaku yang menyimpang,” ujar Karutan.
Usai sambutan, pelaksanaan Shalat Iduladha dipimpin oleh Ustadz Muhammad Husin, S.Pd., M.Pd. dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib.
Dalam khutbahnya, Ustadz Muhammad Husin menyampaikan tema yang menekankan nilai-nilai keikhlasan dan pengorbanan sebagaimana keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Selain itu, jamaah diajak untuk terus meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
Pelaksanaan Shalat Iduladha di Rutan Kelas IIB Buntok berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekhusyukan serta menjadi bagian dari upaya pembinaan kerohanian guna membentuk karakter warga binaan yang lebih positif dan siap kembali ke tengah masyarakat.(Humas)

Post a Comment