Singkawang- Ditengah gencarnya program pemberantasan narkoba, HP dan penipuan didalam Lapas/Rutan di Indonesia yang digaungkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimpas) Agus Adrianto namun berbeda yang terjadi di Lapas Singkawang.
Dari informasi diterima redaksi, Sabtu (16/5) menyebutkan adanya peredaran narkoba didalam lapas singkawang Kalimantan barat yang dilakukan oleh napi.
Menurut sumber yang berasal dari kalangan penghuni lapas menyebutkan napi yang menjadi bos narkoba dilapas Singkawang bernama Alim Muhammad.
Napi Alim Muhammad merupakan terpidana 2 kasus yakni narkoba dan TPPU dengan hukuman keseluruhan 15 tahun.
Kehidupan napi tersebut selama 4 tahun belakangan ini dinilai oleh para penghuni lapas sangat mewah dengan menghuni kamar sel 4 yang diperuntukkan bagi napi tamping juga bebas menggunakan ponsel kapan saja.
Disamping itu kegiatannya memasukkan narkoba kedalam lapas dan mengedarkannya melalui kaki tangannya di setiap blok hunian tidak mendapat tindakan apapun dari pihak lapas.
Hal tersebut menurut sumber napi alim Muhammad memiliki kontribusi bagi pimpinan lapas setiap bulannya.
Bahkan dikamar sel 4 tersebut telah disulap menjadi kamar yang mewah dengan memiliki AC portabel.
" Kalau dikamarnya ada AC portabel kalau datang tamunya dibawa keluar AC nya " jelas sumber.
" Biaya disini semua dia yang urus sampai kalapas pulang pergi dia yang biayakan, dia dikamar sel 4 kamar tamping padahal dia bukan tamping bebas 24 jam diluar sel dan pakai hp dimana saja tidak ada yang berani tangkap ", beber sumber dari kalangan internal lapas.
Selama dirinya bertugas di lapas Singkawang dirinya melihat napi bos narkoba tersebut dibeckingi oleh oknum kepala pengamanan dan staf pengamanan.
" KPLP disini membeckinginya sampai aman semua,nama kplpnya sudaryan dan staf kplpnya ugi lamadau,semua dikasi setoran perbulan ",ujarnya.
Masih menurutnya kegiatan yang bertentangan dengan hati nurani dan semangat pemberantasan narkoba membuat dirinya membocorkan hal ini kepada redaksi.
Menurutnya sudah beberapa kali dilaporkan kepada pimpinan dikanwil namun tidak kegiatan dan kebebasan napi bos narkoba tersebut masih tetap berjalan tanpa tindakan apapun.
Diduga pimpinan lapas sengaja melakukan pembiaran terhadap aktifitas napi tersebut berhubung adanya kontribusi kepada kantong-kanntong para pimpinan lapas.
" Sudah beberapa kali dilaporkan tapi gak ada tanggapan sama sekali ",pungkasnya.
Sementara itu Kalapas Singkawang David Anderson Setiawan sampai berita ini dirilis belum berhasil dihubungi guna konfirmasi,namun pihak redaksi membuka ruang dan menerima klarifikasi berita ini setiap waktu guna memenuhi hahakawab pihak lapas Singkawang. (Red)

Post a Comment