Praktek pungli yang selama ini tidak lagi dilakukan secara terang-terangan oleh oknum petugas maupun pejabat lapas/rutan.
Untuk menghindari suatu saat bermasalah maka pungli dilakukan oleh para napi yang hasilnya nantinya akan diserahkan kepada oknum petugas atau pun pejabat lapas/rutan.
Modus pungli ini terungkap dari keluarga salahsatu napi yang saat ini menjalani masa pidananya di Lapas Klas II B Indramayu,Jawa Barat.
Kepada redaksi,Kamis (21/5) melalui sambungan telepon selulernya mengeluhkan jika keluarganya senantiasa dihubungi oleh keluarganya yang ditahan di lapas indramayu meminta sejumlah uang untuk bayar biaya kamar.
Dari napi tersebut diketahui setiap napi baru atau tahanan yang baru masuk akan diminta membayar uang kamar oleh napi kepala kamar mulai 400rb hingga 5 juta tergantung kamarnya.
Saya asli Indramayu pak,jadi kronologi gini Kaka saya di lapas Indramayu ,Nah dalam di tahanan itu setiap pindah kamar atau sel ada no hp yang menghubungi orang rumah dan kakak saya di intimidasi suruh kirim duit 400 RB dan kalau tidak maka akan di gebukin dan di injak di pukul ",keluh sumber anonim yang tidak ingin disebutkan namanya disini.
Ini berlaku disetiap kamar dan blok yang pungli tersebut dilakukan oleh masing-masing kepala kamar, dimana uang tersebut akan diserahkan kepada oknum petugas.
" Dan itu terjadi bukan hanya terhadap Kaka saya aja kebanyakan orang orang baru pasti di gituin,Dugaan saya hasil dari pungli itu kayaknya bagi hasil gitu sama oknum oknum petugas ",bebernya.
Pada malam pertama tahanan ataupun napi baru akan diberitahukan aturan dan kewajibannya mulai piket kebersihan hingga wajib membayar uang kamar sesuai yang telah ditentukan.
Sang napi kepala kamar akan memberikan hp kepada napi atau tahanan baru tersebut untuk menghubungi keluarganya dan meminta agar dikirim sejumlah uang pada malam itu seraya mengirimkan nomor rekening bank yang telah disediakan oleh napi kepala kamar.
" Jadi kayanya hp itu nyewa katanya 200 ribu buat intimidasi orang rumah di minta no hp orang rumah dan suruh TF ",papar sumber.
Bagi keluarga yang tidak ingin terjadi apa-apa padanya maka akan segera mengirimkan ataupun mengupayakannya pada malam tersebut meski harus hutang sana hutang sini.
Nasib malang menimpa tahanan maupun napi baru yang tidak bisa menghubungi keluarga ataupun keluarganya tidak bisa memenuhi permintaannya yang munkin keluarganya orang kurang mampu maka sinapi lansung mendapatkan pukulan serta dianiaya sebagai penggantinya.
" Dan terjadi pada orang lain yg tidak merespon atau misal pihak kelurga tidak peduli maka di sana akan nyiksa,Jadi setiap kamar ada ada ketua yg intimidasi kalau ga ngasih bakal di gebukin dan di aniaya",bebernya.
Menurutnya modus ini bukan kakaknya saja yang rasakan namun banyak sudah napi maupun tahanan baru yang telah menjadi korban.
Bagi keluarga napi korban takut melaporkan hal tersebut sama petugas ataupun pimpinan lapas/rutan, bukannya mendapat perlindungan maupun keadilan malah napi korban yang dikarantina ataupun dipindahkan hingga dipersulit untuk keluarga membezuk.
" Saya takut lapor ke petugas takut Kaka saya di apa apain di sana soalnya kaya kong kalikong oknum petugas sama penghuni atau ketua kamar yang nguasai gitu, Dan say a ngobrol sama yang besuk juga sama ada yg di mintain 5 juta juga cuma pada takut lapor soalnya takut malah di apa apain di dalam lapas soalnya sistem kaya sekongkol sama oknum petugasnya ", pungkasnya.
Sementara itu Kalapas Indramayu Fery Berthoni sampai berita ini dilansir belum dapat dihubungi guna konfirmasi,namun walau demikian redaksi senantiasa membuka ruang klarifikasi setiap saat sebagai hak jawab kepada pihak lapas indramayu.(Redaksi)

Post a Comment