BUNTOK — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Buntok melaksanakan Upacara Peringatan Hari Ibu dengan penuh khidmat di halaman rutan, Senin. Upacara ini berlangsung tertib dan sarat makna sebagai bentuk penghormatan atas peran strategis perempuan, khususnya ibu, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam pelaksanaannya, seluruh petugas upacara dipercayakan kepada pegawai wanita Rutan Kelas IIB Buntok. Momentum ini menjadi simbol kepercayaan dan pengakuan terhadap peran perempuan dalam mendukung roda organisasi pemasyarakatan. Sementara itu, seorang pegawai wanita senior yang telah lama mengabdi dan dikenal akan dedikasi serta keteladanannya dipercaya sebagai pembina upacara.
Bertindak sebagai pembina upacara, ia membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi. Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa Peringatan Hari Ibu bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di berbagai bidang kehidupan.
Menteri menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting sebagai penggerak perubahan, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam pembangunan nasional. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa diharapkan terus memberikan ruang, kesempatan, dan dukungan agar perempuan dapat berpartisipasi secara optimal, aman, dan bermartabat.
Selain itu, amanat tersebut juga menekankan pentingnya sinergi dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan dan anak, serta mendorong lahirnya generasi yang berdaya saing, berkarakter, dan berakhlak mulia.(Humas)

Post a Comment