Aceh Agama Asean Games Balitbang Bapas Bea Cukai Bebas Narkoba Bela Negara Bencana Alam Bengkulu Berita Berita Video BNN BNPT Bom Lhokseumawe BPP Cabang Rutan Namlea Cabrut Lhoknga CPNS Daer Daerah Dindin sudirman Dir Yantah Dirbina Latkerpro Dirjen Imigrasi Dirjen PAS Dirjenpas Dirkamtib Ditjen PAS Ditjenpas DPD DPO DPR Editorial PAS Ekonomi FORMATPAS Guantanamo Hak WBP HAKKI HAM HANI Hardiknas Hari PAS Harki Harkitnas HDKD Hukum HUT PAS HUT RI HUT RiI Imigrasi Imlek Informasi International Investigasi Irwil Itjenpas JARI Ka. KPLP Kadiv PAS Kadivmin Kadivpas Kakanwilkumham RI Kamar Biologis Kanwilkumham Kanwilkumham RI Kasubag humas Kejagung Kejari Kejati Keluhan Napi Kementerian PUPR Kesehatan Kisah Sejarah Komisi III Komnas HAM Koruptor Kotabaru KPK KPR KPU Kriminal Kunker Lampung Lapaa Bengkalis Lapas Lapas Bangkinang Lapas Karang Intan Lapas Abepura Lapas Ambarawa Lapas Ampana Lapas Amungtai Lapas Atambua Lapas Balikpapan Lapas Banceuy Lapas Bandar Lampung Lapas Bandung Lapas Bangkinang Lapas Bangko Lapas Bangli Lapas Banjarbaru Lapas Banjarmasin Lapas Banjarsari Lapas Banyu Asin Lapas Banyuwangi Lapas Barelang Lapas Batam Lapas Batu Lapas Baubau Lapas Bayur Lapas Bayuwangi Lapas Bekasi Lapas Bengkalis Lapas Bentiring Lapas Besi Lapas Bima Lapas Binjai Lapas Bitung Lapas Blangpidie Lapas Blitar Lapas Boalemo Lapas Bojonegoro Lapas Bolangi Lapas Bondowoso Lapas Bontang Lapas Brebes Lapas Bukit Semut Lapas Bukit Tinggi Lapas Bukitsemut Lapas Bulukumba Lapas Ciangir Lapas Cianjur Lapas Cibinong Lapas Cikarang lapas Cilacap Lapas Cilegon Lapas Cilodong Lapas Cipayung Lapas Cipinang Lapas Cirebon Lapas Curup Lapas DIY Lapas Doyo lapas Garut Lapas Gobah Lapas Gunung Sindur Lapas Gunung Sitoli Lapas Gunung Sugih Lapas High Risk Lapas Indramayu Lapas Industri Lapas Jambi Lapas Jambula Lapas Jelekong Lapas Jember Lapas Kalianda Lapas Karanganyar Lapas Karangasem Lapas Karawang Lapas Kediri Lapas Kedungpane Lapas Kelas I Medan Lapas Kendal Lapas Kendari Lapas Kerobokan Lapas Kerobokanm Napi Lapas Kesambi Lapas Ketapang Lapas Klas I Medan Lapas Klaten Lapas Kota Agung Lapas Kotabaru Lapas Kotabumi Lapas Kuala Simpang Lapas Kuala Tungkal Lapas Kupang Lapas Kutacane Lapas Labuhan Ruku Lapas Labuhanbatu Lapas Laing Lapas Lamongan Lapas Lampung Lapas Langsa Lapas Lembata Lapas Lhokseumawe Lapas Lowokwaru Lapas Lubuk Pakam Lapas Lubuklinggau Lapas Lubukpakam Lapas Lumajang Lapas Luwuk Lapas Madiun Lapas Magelang Lapas Majalengka Lapas Makassar Lapas Malang Lapas Manado Lapas Manna Lapas Manokwari Lapas Maros Lapas Martapura Lapas Mataram Lapas Merah Mata Lapas Merauke Lapas Metro Lapas Meulaboh Lapas Mojokerto Lapas Muara Bungo Lapas Muara Sabak Lapas Muara Tebo Lapas Muara Teweh Lapas Muaraenim Lapas Muaro Sijunjung Lapas narkoba Baleendah Lapas Narkotika Lapas Ngawi Lapas Padang Lapas Palangkaraya Lapas Palembang Lapas Palendang Lapas Palopo Lapas Palu Lapas Pamekasan Lapas Pancur Batu Lapas Pangkal Pinang Lapas Pangkalan Balai Lapas Pangkalan Bun Lapas Parepare Lapas Pariaman Lapas Pasir Pangaraian Lapas Pasir Putih Lapas Pati Lapas Payakumbuh Lapas Pekalongan Lapas Pekanbaru Lapas Pematang Siantar Lapas Pemuda Tanggerang Lapas Permisan Lapas Permpuan Sigli Lapas Pohuwato Lapas Polewali Lapas Pontianak Lapas Porong Lapas Probolinggo Lapas Purwakarta Lapas Purwokerto Lapas Rajabasa Lapas Rantau Prapat Lapas Raya Simalungun Lapas Salemba Lapas Samarinda Lapas Sampit Lapas Sarolangun Lapas Sawahlunto Lapas Sekayu Lapas Semarang Lapas Serong Lapas Siantar Lapas Sidoarjo Lapas Silambue Lapas Singaraja Lapas Singkawang Lapas Slawi Lapas Sleman Lapas Sragen Lapas Sukabumi Lapas Sukamara Lapas Sukamiskin Lapas Sumbawa Lapas Super Maximum Lapas Surabaya Lapas Surakarta Lapas Tabanan Lapas Takalar Lapas Tanggerang Lapas Tanjung Pandan Lapas Tanjung pura Lapas Tanjung Raja Lapas Tanjungpandan Lapas Tanjungpinang Lapas Tarakan Lapas Tebing Tinggi Lapas Tebo Lapas Tegal Lapas Teluk Dalam Lapas Tembilahan Lapas Tenggarong Lapas Ternate Lapas Timika Lapas Tuantu Lapas Tuban Lapas Tulungagung Lapas Wamena Lapas Wanita Lapas Warungkira Lapas Watambone Lapas Way Huwi Lapas Way Kanan Lapas Waykanan Lapas Yogya Lapas Yogyakarta LapasTanjung Lapastik Bandung Lapastik Bayur Lapastik Langkat Lapastik Nusakambangan Lapastik Sungguminasa Lebaran LP Banceuy LP Banda Aceh Lpas Kembang Kuning LPKA LPKA Jambi LPKA Manokwari LPKA Martapura LPN Karang Intan LPN Pematang Raya LPP LPP Baloi LPP Martapura LPP Palangkaraya LPP Pangkalpinang LPP Tanggerang LPP Tanjungusta Mataram Medan Menhan Menko Polhukam Menkopolhukam Menkumham Menkumham RI Menpan-RB Mensos MPR Nabire Nap Napi Napi Anak Napi Teroris Narkotika Nasional Natal Nusakambangan Nusantara Nyepi Olahraga Ombudsman Opini OTT Over Kapasitas Padang Papua Pas PAS News Patroli Pemilu Pendidikan Pengadilan Pengamat Peristiwa Pers Pilkada Pilpres Polri Poltekip Presiden Produk Karya PUN Pungli Rakor Ramadhan Rekor MURI Remisi Revisi PP 99 Revisi UU Narkotika Revitalisasi Riau Rilis RKUHP Rupbasan Rutan Rutan Amurang Rutan Anak Air Rutan Bagansiapi-Ali Rutan Banda Aceh Rutan Bandung Rutan Bangli Rutan Barru Rutan Batam Rutan Batang Rutan Baturaja Rutan Bener Meriah Rutan Bireuen Rutan Bireun Rutan Blangkejeren Rutan Blora Rutan Bulukumba Rutan Calang Rutan Cilodong Rutan Cipinang Rutan Cirebon Rutan Depok Rutan Dolok Sanggul Rutan Donggala Rutan Enreakang Rutan Gianyar Rutan Gunung Sindur Rutan Idi Rutan Jantho Rutan Jepara Rutan Kajhu Rutan Kebonwaru Rutan Klas I Medan Rutan Kolaka Rutan Kota Bakti Rutan Kota Bumi Rutan Kotabumi Rutan Kotapinang Rutan KPK Rutan Kraksaan Rutan Kupang Rutan Labuhan Batu Rutan Lhoksukon Rutan Lubuk Sikaping Rutan Majene Rutan Makassar Rutan Malabero Rutan Manado Rutan Marabahan Rutan Masamba Rutan Medaeng Rutan Mempawah Rutan Muara Dua Rutan Natal Rutan Nganjuk Rutan Padang Rutan Painan Rutan Pancurbatu Rutan Pangkep Rutan Pasangkayu Rutan Pekanbaru Rutan Pemalang Rutan Pontianak Rutan Purworejo Rutan Putusibau Rutan Rembang Rutan Salemba Rutan Sanggau Rutan Sawahlunto Rutan Sengkang Rutan Siak Rutan Sialang Rutan Sidrap Rutan Sigli Rutan Sinabang Rutan Singkil Rutan Sinjai Rutan Soasio Rutan SoE Rutan Solo Rutan Soppeng Rutan Sumenep Rutan Sungaipenuh Rutan Surabaya Rutan Surakarta Rutan Takengon Rutan Tanggerang Rutan Tanjung Rutan Tanjung Balai Karimun Rutan tanjung Gusta Rutan Tanjung pura Rutan Tanjungpinang Rutan Tapaktuan Rutan Trenggalek Rutan Unaaha Rutan Way Huwi Rutan Wonosobo RUU PAS Sekjen PAS Sekjenpas Sesditjen Sesditjen HAM Sesditjen PAS Sex Sidak Sipir Sosok Staf Ahli Menteri Staf Khusus Menkumham Super Maximum Security T. Saladin Tahanan Tahanan Kabur Teknologi Terpidana Mati TNI TPPU Uang Elektronik Waisak Wapres WBK/WBBM WNA


SIDOARJO,(BPN) – Banyak teriakan mantan narapidana (napi) yang pernah menjalani masa hukuman di lembaga pemasyarakatan (Lapas) kelas II Sidoarjo Jl. Sultan Agung No.32, Gajah Timur, Magersari, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, membuat citra lapas ini mencoreng nama baik bagi lembaga pemerintahan khususnya kementerian hukum dan ham di seluruh republik Indonesia.

Data dihimpun redaksi satu persatu mantan narapidana yang menjadi korban dan pernah ikut terlibat dalam praktek pungli dan praktek bisnis terselubung di dalam rumah tahanan negara lapas II Sidoarjo mulai berteriak kepada media ini. Dari praktek pungutan liar (pungli) dan bisnis alat komunikasi (handphone) hingga narkoba, yang dinilai sudah beranak pinak yang dilakukan  oleh para narapidana yang dipilih penjadi petugas pendamping (tamping) bekerja sama dengan petugas lapas II Sidoarjo.

Haryono 50th, asal kota Banyuwangi, dirinya menjalani masa hukuman selama 4 bulan penjara hingga menghirup udara bebas pada bulan November 2018 lalu dari rumah tahanan lapas II Sidoarjo, Jawa timur. Sebagian cerita pilu tentang Haryono dibeberkan kepada media, Rabu (20/03/19) kemarin.

“ini pertama kali saya merasakan dan menjalani hidup di dalam rumah tahanan Negara lapas II kota Sidoarjo,” ungkapnya sambil meneteskan air mata saat bercerita nasib nya saat itu.

Sebelum memasuki sebuah kamar atau blok tahanan yang ditujukan kepada Haryono. Menurutnya, masih harus melewati proses karantina terlebih dahulu selama 2-4 minggu lebih.

“Setelah melalui proses penyidikan di kepolisian dan kejaksaan, saya dilimpahkan ke rumah tahanan lapas II Sidoarjo. Kemudian dimasukan jeruji besi yang namanya karantina, dengan dihuni melebihi kapasitas hingga 50-60 orang tahanan, tidur dengan posisi duduk dan untuk beribadah pun tidak bisa,” beber Haryono kepada wartawan.

Menurut Haryono, semua hak dirinya terabaikan dan kewajiban dirinya yang dirasa sudah menjalani hukuman atas tindakan yang diperbuat. Tidak hanya disitu saja, lanjut Haryono, setelah masa karantina dirinya di pindahkan di blok tahanan 3A langsung mendapat kewajiban yang harus di penuhi sebagai penghuni Blok 3A

“Pihak kepala kamar (KM) meminta agar kewajiban sebagai penghuni Blok 3A segera di penuhi, di antaranya bayar uang kamar Rp. 300.000,00 dan uang mingguan Rp. 25.000,00. Uang tersebut di gunakan untuk bayar petugas dan keperluan blok 3A, mulai dari kebersihan, sampah, keresek, sabun, listrik, dan keamanan lainya, dan uang itu diambil oleh petugas pendamping (tamping) yang tiap minggu nya di ambil, jika tidak dibayarkan blok tahanan tersebut pintunya tidak akan dibuka hingga tidak bisa melakukan aktivitas dan hanya di dalam kamar blok saja,” ungkapnya.

Menurut Haryono, ia sedang menjalani hukuman di Lapas kelas II Sidoarjo bukan menempati sebuah kos-kosan, mengapa harus bayar 300 ribu rupiah  untuk uang kamar. Sedangkan ia, hanya tahanan dari keluarga yang kurang mampu, dan tidak pernah di besuk oleh keluarganya selama di lapas karena jarak dan juga tidak memiliki penghasilan tetap.

“Saya menjalani hukuman dengan ikhlas, bukan kos di Lapas tersebut. Uang dari mana untuk bayar kos, kerja saja tidak. Keluarga jauh di Banyuwangi, tidak pernah besuk, hingga saya terpaksa menjalani masa hukuman dengan menjadi sebagai (AI) atau tukang bersih-bersih “pembantu” bagi penghuni blok 3A karena tidak mampu bayar uang kamar dan iuran bulanan,” ungkap.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) kelas II Sidoarjo Tristiantoro Adi Wibowo angkat bicara mengenai hal tersebut, ia menjelaskan terkait adanya kegiatan pungutan liar (pungli) dan adanya narapidana yang dikaryakan atau dipekerjakan sebagai petugas pendamping (tamping) di dalam Lapas kelas II A Sidoarjo yang diduga sebagai kepanjangan tangan untuk menarik iuran atau pungli kepada semua tahanan.

“Kalau masalah pungli atau istilah bayar dek-dekan (kamar) yang setiap minggu dan bulan, itu tidak ada mas. Saya tidak pernah memerintahkan anak buah saya untuk meminta sejumlah uang kepada para tahanan atau napi,” ujar Kepala KPLP Tristiantoro Adi Wibowo, melalui via telepon, Sabtu (30/03/19) kemarin.

Tristiantoro Adi Wibowo atau yang kerap disapa Adi itu menjelaskan kepada media ini, jika dirinya baru baru bertugas disini menjadi Kepala KPLP.

“Saya baru bertugas disisni, dan saya tidak mengetahui adanya pungli yang dilakukan petugas terhadap para tahanan atau napi. Kalau informasi iuran yang diberikan kepada petugas, saya rasa itu tidak benar mas,” tepisnya.

Dikatakan oleh Adi, dirinya selalu mewanti – wanti kepada setiap anggota agar selalu menjaga nama baik Lapas kelas II A Sidoarjo, supaya bersih dari pungli dan tindakan melawan hukum lainnya. Lanjut Adi, pihaknya juga selalu melakukan pemeriksaan, mulai dari jajaran staf paling bawa hingga kepala Lapas pun tidak luput dari pemeriksaan tanpa terkecuali.

“Kita berkomitmen untuk memberantas aksi pungli, penyulundupan handphone, dan narkoba yang terjadi di dalam Lapas ini. Kalaupun memang ada pasti kita akan kita telusuri dan akan melakukan tindakan tegas terhadap oknum yang menyalahgunakan jabatan demi mendapat keuntungan sendiri. Memang oknum – oknum seperti itu pasti ada, namun kita terus selalu berkomitmen agar Lapas kelas II A Sidoarjo bebas dari pungli, sebab kita mengharamkan tindakan tersebut,” terang Adi Wibowo.

Adi menanggapi terkait adanya iuran tiap kamar (blok) didalam Lapas II Sidoarjo, mengenai uang iuran yang dilakukan oleh kepala kamar (KM) terhadap para tahanan atau napi. Menurut Adi, mungkin digunakan untuk sebagai tambahan keperluan mereka sendiri yakni para napi.

“Seperti beli air minum dan kebutuhan lainya bagi narapidana pastinya ditanggung sendiri, sebab jatah air minum para tahanan atau napi per 1 harinya hanya 2 liter air mineral. Kalau informasi iuran yang diberikan kepada petugas, saya rasa itu tidak benar mas, rumah tahanan lembaga pemasyarakatan kelas II Sidoarjo punya anggaran sendiri untuk kebersihan dan kebutuhan lainnya,” akunya Adi Wibowo. 

Untuk masalah petugas pendamping (tamping) Adi juga menjelaskan, Petugas mengangkat napi sebagai tamping melalui persyaratan tertentu, serta kesepakatan antara petugas dengan napi, pihaknya tidak sembarangan mengangkat seorang napi untuk di jadikan tamping.

“Adanya tamping untuk meringankan beban petugas didalam lapas, dalam masalah kebersihan dan kerapian dilingkungan lapas. Jadi tamping itu kayak asesmen kita,” ujar Kepala KPLP kelas IIA Sidoarjo, Tristiantoro Adi Wibowo. Dikutip dari Berita Rakyat.

Ditambahkan oleh Adi, tamping kita pekerjakan untuk masalah kebersihan dan kerapian lingkungan Lapas kelas IIA Sidoarjo. Dan mereka tidak ada bayaran (gaji), kita hanya memberikan kegiatan kepada mereka. Untuk petugas juga tetap menjalankan tugas pokoknya sesuai dengan job masing – masing.

Ironis, karena ketidak sanggupan membayar uang kamar dan iuran mingguan, yang harus dibayarkan kepada tamping melalui kepala kamar, Haryono harus menjadi pekerja sebagai tenaga kebersihan di blok 3A. AI adalah nama yang dikenal sebagai pekerja masing-masing blok tahanan di lapas Sidoarjo, dijadikan lah tahanan itu sebagai tenaga kasar alias pembantu dalam kamar tersebut.

Sementara, Slamet Maulana yang juga berporfesi wartawan tersandung kasus pencemaran nama baik (pasal pesanan) pernah mendekam di Lapas kelas IIA Sidoarjo juga mengalami hal yang sama, ” Saya juga begitu mas, jadi kayak nya sudah tradisi di lapas kelas IIA Sidoarjo sini, ” pungkasnya. (red/Liputan Indonesia)
loading...

Post a Comment

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Informasi BAPAS. Theme images by mariusFM77. Powered by Blogger.