Buntok – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Buntok melaksanakan kegiatan hari pertama Pesantren Ramadan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP), sebagai upaya pembinaan kepribadian dan peningkatan pemahaman keagamaan selama bulan suci Ramadan, Senin (23/02/2026).
Kegiatan yang berlangsung di masjid Rutan Buntok tersebut diikuti sebanyak 25 orang WBP yang berperan sebagai santri pesantren Ramadan. Para peserta mendapatkan materi dasar fikih thaharah yang disampaikan oleh Ustadz Agus Salim, M.Pd., bersama tim pembina rohani.
Dalam penyampaiannya, Ustadz Agus Salim menjelaskan tentang pengertian hadas besar dan hadas kecil, tata cara mandi wajib, tata cara berwudhu yang benar, serta hal-hal yang dapat membatalkan wudhu. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri sebagai bagian dari kesempurnaan ibadah.
Pembinaan ini bertujuan agar warga binaan mampu melaksanakan ibadah dengan benar, khususnya dalam menjalankan salat dan amalan Ramadan lainnya. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan para WBP mengikuti materi dengan penuh antusias.
Kepala Rutan Kelas IIB Buntok menyampaikan bahwa program Pesantren Ramadan merupakan salah satu bentuk pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan, sehingga mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan bekal ilmu agama sebagai pedoman hidup setelah kembali ke masyarakat.
“Melalui kegiatan ini diharapkan warga binaan dapat memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, serta menjadikan Ramadan sebagai momentum introspeksi dan perubahan ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Kegiatan Pesantren Ramadan di Rutan Buntok dijadwalkan berlangsung secara rutin selama bulan Ramadan dengan berbagai materi keagamaan lainnya, seperti baca tulis Al-Qur’an, praktik ibadah, serta ceramah keagamaan.(Humas)

Post a Comment